
Teriak andre dengan nada yang dapat memecah kan gendang siapa pun yang mendengar..
"Plak... Jaga mulut kamu..! " Ucap raisa.
Mata Andre seketika terbelalak kaget. Yaah, raisa menampar andre dengan sangat kencang. Justru sampai meninggalkan bekas di pipi andre.
"K... Kau menampar ku.? Beraninya kamu."
"Tentu saja aku berani. Ucapan menghina mu makin meningkat dari hari ke hari yaah. Salut aku.." Ucap Raisa.
Kalo andre sampai kaget seperti ini, jelas... Karena ini pertama kali dalam hidup nya, melihat raisa yang selama ini patuh, menampar nya tanpa perasaan bersalah.
"Memang nya dari ucapan aku ada yang salah gitu.? Gak ada..! " Teriak andre tak mau kalah.
"Menggoda..?? Maksud kamu aku menggoda laki laki di luar sana itu apa hah.? " Teriak raisa..
"Heh, Si resa muat postingan foto kalian saat di patai tadi. Ah bukan cuma resa aja, kamu juga posting di instagram milik kamu kan.? Hah, aku benar benar gak paham. Sehaus itu kamu sama kasih sayang, sampai menggoda sahabat sendiri, Padahal kamu udah nikah.! " Ucap andre menghina raisa.
Raisa memejamkan mata nya, menarik nafas lalu menghembuskan lagi dengan panjang. Raisa lakukan itu agar pikiran nya kembali tenang, dan emosi nya juga dapat terkendalikan.
Setelah kepala raisa terasa sudah dingin, Raisa menjawab penghinaan yang di berikan andre pada nya.
"Memang kenapa kalo aku menggoda laki laki lain.? Memang kenapa juga kalo aku pacaran sama resa.? Lagian resa juga ganteng, baik, jadi gak masalah kan.! Dan lagi.. Andre, sebelum kamu ngomongin aku.. Tolong bercermin dulu yaah. "
"Kamu marah jika aku jalan sama laki laki lain, lah kamu.? Kamu yang tiap saat, tiap menit, dan tiap detik mau di acara manapun, perwakilan perusahaan ke, pesta perusahaan lah, kamu selalu nempel sama fitri kaya perangko. Emang lo pantas ngomongin gue.?? Jawab..! " Ucap raisa dengan sedikit hentakkan.
"Emang kenapa kalo aku sama fitri kaya perangko. ? Kamu cemburu.? " Jawab andre
"Maka aku akan memberikan jawaban yang sama pada mu. Memang kenapa juga kalo aku sama resa kaya perangko.? Kaya sepasang kekasih.? Kamu cemburu.? " Timpal balik raisa pada andre.
__ADS_1
Karena raisa menjawab pernyataan dari andre dalam keadaan tenang dan kepala yang dingin, telah berhasil membuat andre diam seribu bahasa...
"Dan satu lagi, saat kita nikah karena perjanjian antara kedua keluarga, kamu sendiri yang bilang jangan mencampuri urusan pribadi masing masing... Terserah mau ngelakuin apa aja, Lalu sekarang apa yang kamu persoalkan andre.? " Tanya raisa.
"Memang aku bilang kaya gitu, tapi sebelum kamu keluar untuk jalan jalan, setidak nya masakin apa ke, terus taro di kulkas. Biar kalo mau makan tinggal di panasin, sekarang fitri udah lapar dari tadi... Tapi karena gak ada makanan dia harus nahan hasrat lapar nya tau gak.! Dimana hati nurani kamu sih.? " Ucap andre mempersalahkan raisa.
"Apa.? Kamu bilang apa tadi.? Andre... Aku bukan Pembantu di rumah ini. Kalo wanita kesayangan kamu kamu lapar, kenapa gak masak aja sendiri.? " ucap raisa.
"Kamu gila yaah.? Kondisi kesehatan fitri itu gak baik setelah dia kasih ginjal nya ke aku, masa kamu hak ngerti sih. ? " Sahut andre yang terus membela fitri.
"Hah... Kalo kamu waras, seharusnya dari tadi kamu pesan makanan apa ke.! Atau bawa wanita kesayangan kamu ke restoran bintang lima. Masalah selesai kan kalo kaya gini. Dasar bego banget.! " Jawab Raisa.
"Prang... " Bunyi vas bunga kaca yang di banting andre ke lantai, karena kalah berdebat sama raisa.
Dengan emosi yang menggebu, andre menatap raisa dengan tatapan tajam dan..
"Beresin pecahan kaca nya. "Perintah andre.
Suasana pun semakin tegang karena pertengkaran antara raisa dan andre..
"CUKUP.. " Ucap fitri menengahi.
"Kak, udah jangan marah lagi. Kalo kaka marah marah terus, kaka bisa kena dara tinggi di usia muda loh. Gak baik buat kesehatan. " Ucap fitri sambil berlutut dan memilih pecahan kaca yang berserakan di lantai... Kemudian,
"Aauuww." Timbullah suara legendaris dari sang ratu akting🙂🔪.
Jerit kesakitan fitri karena tangan nya terkena pecahan kaca dan berdarah. Andre langsung geram saat melihat darah keluar dari jari telunjuk fitri, lalu...
"Plak." Tampar andre pada raisa.
__ADS_1
"Ini semua karena kamu tau gak. Gara-gara kamu, tangan fitri berdarah kan.! Dasar perempuan pembawa sial..! "
Ucap andre sambil menarik tangan kanan raisa ke bawah, dan menekan tangan nya fi atas pecahan vas bunga dengan keras....
"AAAAAAHHHH...!!! " Teriak raisa kesakitan..
Tangan raisa pun terdapat banyak luka. Di ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, jari manis, dan jari kelingking. Bahkan di telapak tangan terdapat beberapa serpihan kaca yang masih tersangkut. Dengan banyak nya luka di tangan kanan raisa, sudah pasti darah keluar bagai air mancur...
"APA... APASALAH AKU SAMA KAMU, Hiks.....??? APA SALAH AKU SAMA KAMU, SAMPAI SAMPAI KAMU MEMPERLAKUKAN AKU KAYA GINI ANDRE... HIKS...?? APA...?!! " Protes dan keluh kesah raisa pada andre dengan teriakan yang benar benar putus asa dengan uraian air mata.
Rasa sakit di tangan kanan raisa sudah tak terbendung, bagaimana tidak... Darah terus menetes, ah bahkan mengalir. Setiap luka nya mulai berdenyut kesakitan.
"Karena semua tindakan kamu selalu membuat fitri dalam bahaya.! Bahkan kamu selalu menyakiti fitri, itulah alasan mengapa aku selalu membenci dan membenci mu dari hari ke hari..! "
"Bukti nya sekarang, gara gara kamu gak mau menurun kan ego kamu, tangan fitri berdarah kan.? Maka nya aku balas rasa sakit yang fitri rasa pada mu, berkali kali lipat. Sampai sini kamu paham kan.?! " Ucap andre seperti tak ada dosa dan salah sedikit pun.
Setelah mendengar pernyataan dari andre itu, perasaan raisa pun hancur untuk yang ke sekian kali nya. Entah ini yang ke berapa, tapi rasa sakit yang raisa rasakan kian menusuk dan semakin menyakitkan setiap hari.
Kemudian, Andre pun merangkul fitri dengan lembut dan membawa nya ke kamar agar di beri P3K...
"Ayo kita ke kamar kita sayang, biar bisa di obati. " Ucap andre pada fitri.
Lagi lagi fitri masih menyempatkan untuk menoleh ke belakang, lalu...
"Rasakan... " Ucap fitri dengan gerakan bibir saja pada raisa.
Raisa pun semakin tak berdaya. Dia hanya menangis meratapi hidup nya. Perasaan sedih, sakit hati, di tambah dengan tangan nya yang terluka dan kesakitan, semua nya bercampur aduk menjadi satu.
Kemudian raisa pun berdiri lalu berlari ke arah pintu keluar....
__ADS_1
Like & Komen😌
Makasih🥰