Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 105.


__ADS_3

"HEI KALIAN BERDUA !!! BUKAN SAAT NYA BERBISIK TENTANG BUAH YANG DI AMBIL SEMUT ATAU ENGGAK ! YANG HARUS DI BAHAS SAAT INI ITU, KENAPA KALIAN GAK NGASIH TAU KALAU RAISA UDAH SIUMAN HAAAAHH ???? " Teriak Noa yang merasa kesal akan tingkah dua saudara yang benar benar tidak menganggap kehadiran diri nya.


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...


...❀...


Mendengar teriakan Noa membuat Raisa tertawa. Karena dulu saat sedang berkumpul bersama di cafe, Resa dan Silvia pasti akan berusaha membuat Noa merasa kesal dan berteriak.


"UNTUK APA KAMU IKUT KETAWA RAISA-AH BUKAN.! PUTRI TIDUR !! " Ujar Noa dengan wajah yang merah padam, Dia sangat emosi karena tidak di beritahu soal kesadaran Raisa yang sudah kembali. Padahal selama ini Noa yang berusaha mati matian mengeluarkan sel kanker yang ada di kepala Raisa.


"....... " Silvia sudah diam dan tidak merespon lagi. Dia sudah kehilangan semangat untuk bercanda saat Noa sudah berada di samping Resa kaka nya. Bahkan Silvi semakin mengencangkan pelukan nya di lengan Raisa, Dia seakan mulai merasa gelisah.


"Aahh berisik.. Raisa baru bangun dan membutuhkan ketenangan agar Dia cepat sembuh. Kalau mau teriak yaah keluar aja sana ! " Ucap Resa sambil mengorek kuping nya, karena teriakan Noa mengganggu sekali.


...*BRAAAAKK !!! * Noa menyimpan nampan yang berisi alat alat medis dengan sangat kuat di atas meja yang ada di samping ranjang....


"Yang seharusnya ngomong kaya gitu itu aku Resss !!!! Aku yang dokter di sini, bukan Kamu apalagi para Bodyguard yang ada di depan pintu ! Paham gak si setan ??? " Ujar Noa sambil menahan suara nya agar tidak berteriak, Noa benar benar tampak sangat kesal detik ini juga.

__ADS_1


"....... " Resa diam dan memandang Raisa yang ada di atas ranjang. Dia mengedipkan satu mata nya, dan itu membuat Raisa langsung paham.


"Uuggghhhh.... " Geram Raisa yang seperti menahan rasa sakit di kepala nya.


"Kamu kenapa Sa ? Sini biar Aku periksa.. " Ujar Noa yang langsung melupakan rasa kesal nya pada Resa.


Noa langsung mengecek semua nya. Detak jantung, setiap nadi, dan bahkan sampai mengecek pupil mata Raisa.


"Haaahh... Kondisi Kamu udah stabil ko Sa ! Hanya tinggal makan banyak makanan bernutrisi dan tinggi protein, agar kondisi badan Kamu kembali fit seperti semula. Dan jangan lupa untuk berjemur matahari di pagi hari, karena badan Kamu kekurangan vitamin deh.. Selain dari itu semua nya oke kok. Atau kamu merasa nyeri di kepala kamu ya sa ? Heemm, jangan jangan ada sedikit kesalahan yang terjadi saat operasi ? Begini saja, Aku akan membawa Mu untuk foto-


"Gak usah Noa... Aku udah baikan kok.. Kaya nya tadi ngilu karena dengan suara yang keras aja ! " Raisa pun langsung menyela perkataan Noa, dan itu membuat Noa terdiam dan merasa bersalah.


"Maaf kan Aku sa ! Seharusnya Aku yang menjaga ketenangan pasien, sekali lagi maaf ! " Ujar Noa sambil menunduk kan kepala nya. Dia merasa cukup tertegun karena diri nya adalah penyebab pasien yang sedang dalam masa penyembuhan merasa sakit lagi.


Sungguh malang nasib Noa yang berpikir seperti itu, karena Resa dan Raisa justru tersenyum senang saat melihat Noa yang percaya pada mereka berdua. Bahkan Resa sampai memberikan jempol pada Raisa karena membantu nya lari dari omelan Noa.


"Tunggu.. Selang infus kamu kemana Sa ? Kenapa hanya ada plester luka ? " Tanya Noa yang sudah memastikan bahwa selang infus sudah bergantungan namun tidak mengenai lantai.


"Tadi.. Aku cabut karena mau jalan Noa ! " Jawab Raisa sejujur jujur nya.


"Aissshhh.. " Keluh Noa sambil menghembuskan nafas panjang.


"Walaupun Kamu sudah sadar, tubuh Kamu membutuhkan cairan infus Sa ! Sudah, Aku tak bisa memberikan omelan pada pasien yang baru siuman. Sekarang Kamu diam dan biar Aku memasang ulang infus yang baru ! " Ujar Noa yang mulai berjalan mendekati nampan yang dia taruh di atas meja tadi.


"Kalau gitu Silvia turun aja yaah.. Kan tangan kiri Kak Raisa yang mau di infus, nanti ke halang karena ada Silvia di sini kan ? Mending Silvia turun aja deh ! " Ucap Silvia yang akhirnya bersuara. Karena sedari tadi dia hanya diam, dan akhir nya angkat suara saat merasa akan merusak atau menghalangi saat Raisa di obati.


Resa dan Raisa hanya diam dan mengangguk, mereka tau bahwa Silvia akan menjadi dewasa di situasi seperti ini. Dan saat satu kaki Silvia baru saja turun, suara Noa menghentikan pergerakan Silvia.

__ADS_1


"Kamu gak usah turun Silvia ! Kan gak akan mengganggu sama sekali kok ! Kamu tetap di samping Raisa aja, Aku jamin suntik nya tak akan mengenai Kamu sedikit pun. "


"..... " Silvia diam membisu. Pergerakan nya tak bisa di lanjutkan lagi, Dia ingin sekali keluar dari ruangan itu sekarang juga, karena merasa sesak jika berada bersama dengan Noa di ruangan yang sama. Namun Silvia tak boleh membuat pergerakan yang membuat Resa dan Raisa menyadari ada yang tak beres dengan diri nya. Sehingga dengan sekuat tenaga Silvia memberikan senyum terbaik nya.


"Kalau gitu Silvia tetap di sini aja deh ! " Ujar Silvia akhirnya.


Silvia memang sudah merasa bahwa diri nya telah berhasil mengelabui tiga orang yang ada di sekitar nya saat ini. Namun Silvia lupa, bahwa ketiga orang itu yang dalam hal ini adalah Resa, Raisa, dan Noa adalah orang orang yang sudah mengenal nya dengan cukup baik.


"Silvia memang tersenyum, tapi tak bisa menutupi raut wajah nya yang terlihat panik dan sedikit takut. " Batin Resa.


"Sejak kedatangan Noa, sikap Silvia jadi aneh. Apakah ada sesuatu yang terjadi saat Aku tidak sadarkan diri ? Seperti nya Aku harus berbicara dengan Resa secara empat mata ! " Batin Raisa yang melirik Resa. Dan seakan paham, Resa pun memberikan anggukan pada Raisa.


"Dia masih bersikap canggung dan berusaha menghindari Ku meskipun ada Raisa dan Kakak nya di sini ? Sebenar nya kenapa Silvia seperti itu sih ? " Noa pun ikut berbatin karena merasa tak nyaman jika Silvia membentangkan jarak yang sangat terlihat jelas untuk ke dua nya, yang padahal sebelum nya hubungan merek baik baik saja. Tunggu, apakah benar hubungan mereka baik baik saja sebelum nya ?


Noa mulai mengambil suntik dan mendekatkan nya pada punggung tangan Raisa, dengan kata lain posisi Noa dan Silvia semakin dekat.


Wajah Silvia mulai berkeringat, dan pada akhir nya itu membuat Raisa semakin mengerutkan kening nya, karena merasa tak nyaman pada Silvia yang bersikap seperti ini.


...*Drrrttt.... Drrrttt* Ponsel Silvia berdering, dan membuat pergerakan Noa terhenti....


"Silvia keluar dulu yaah.. Mau ngangkat telepon dari Randi ! "


Setelah berkata seperti itu Silvia turun dari ranjang pasien, dan tatapan nya bertumbukan dengan tatapan Noa yang memang sudah memperhatikan nya saat dering ponsel terdengar.


Tak ada sesuatu yang di bisikan Silvia pada Noa, namun lagi lagi tatapan benci yang Silvia berikan pada Noa benar benar memberikan makna tersirat lain pada Noa.


Silvia tidak peduli dan langsung berjalan ke arah pintu sambil bergumam dengan suara yang sangat kecil."Padahal Aku belum ucapin selamat atas kesadaran Kak Raisa.. Cih, dasar perusak suasana.. " Maksud dari ucapan Silvia yang merujuk pada Noa.

__ADS_1


__ADS_2