Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 132.


__ADS_3

Raisa lebih memilih untuk salto depan sebanyak seribu kali, dari pada harus menaiki roller coaster. Apakah roller coaster se menakutkan itu? Sampai sampai Raisa rela mempertaruhkan diri nya yang lebih baik melakukan salto depan sebanyak seribu kali?


...♧...


...♧...


...♧...



...♧...


...♧...


...♧...


Beberapa jam kemudian..

__ADS_1


Tak terasa waktu dari jam satu siang hingga enam sore dilalui oleh Resa dan Raisa dengan penuh akan kejadian-kejadian menarik dan menyenangkan. Raisa yang membeli banyak balon dan membagikan nya pada anak-anak yang sedang menangis, Raisa yang mendapatkan banyak hadiah karena diri nya jagk bermain di beberapa tempat, tentu nya juga karena Resa yang berhasil membidik target dan mendapatkan boneka beruang besar.


Terlalu banyak hadiah-hadiah lain yang membuat Resa dan Raisa harus meletak kan atau menitipkan benda-benda itu pada bagian penitipan. Lulu dari semua benda benda itu, raisa memilih untuk membawa satu boneka kelinci, karena boneka kelinci itu sangat lembut dan kecil, membuat Raisa berasa nyaman, sehingga Raisa ingin memeluk nya dan berjalan-jalan bersama Resa.


Setelah capek melakukan banyak sekali permainan dan tertawa ke sana kemari, Resa memutuskan untuk membawa Raisa ke tujuan terakhir nya. Tujuan terakhir ini adalah menaiki bianglala. Sudah Resa putuskan bawa pukul tujuh malam, Resa dan Raisa sudah duduk di dalam bianglala dan sudah mencapai puncak tertinggi, agar Resa dapat menunjukan sesuatu pada Raisa.


"Haaaah, apakah Kita tidak bisa berhenti atau beristirahat dulu Res ? Aku sangat capek! Aku terlalu bersemangat melakukan semuanya di hari ini, sehingga melupakan bahwa tubuh Ku sedang dalam masa pemulihan. Haaah benar-benar capek Resa !" Keluh Raisa yany mulai menghembuskan nafas secara panjang dan kasar, di barengi dengan wajah nya yang tampak sangat lelah.


"Apa kah sungguh se cape itu Raisa ? " Tanya Resa sambil melihat Raisa, dan benar saja sudah banyak peluh yang mengalir di wajah Raisa. Untung saja peluh peluh itu tidak membanjiri wajah raisa, jika tidak itu akan sangat merusak pemandangan saat ini.


"Aku sungguh capek Res ! Naik bianglala nya nanti aja deh, istirahat terlebih dulu yah. Lagian ini baru jam 06. 45 sore, jam 07.00 aja baru kita naik bianglala nya ya Res ? " Bujuk Raisa yang mulai meng ayun-ayun kan tangan kanan Resa.


"Jika Kamu sangat capek dan ingin beristirahat, maka istirahatlah.! " Jawab Resa seketika,setelah melihat wajah Raisa yang sangat hopeless.


"Benarkah ? Bagus lah! Jika seperti itu-kyyyaaaaaaaa !!!" Belum selesai Raisa mengutarakan semua perkataan yang ada di dalam kepala nya karena merasa se senang itu mendapat izin dari Resa, suara teriakan sudah terlanjur keluar dari mulutnya dan membubarkan semua perkataan yang ingin dia utarakan.


"A... Apa yang Kamu lakukan Res? Kenapa Kamu menggendong ku ? Aku tidak butuh bantuan Mu dalam hal menggendong Res ! Turun kan Aku. Au bisa berjalan sendiri! Oh ya Tuhan, apakah Kamu tidak melihat semua tatapan yang mengarah pada Ku? Bahkan mereka menatap Ku dengan tatapan iri ? Apakah mereka tidak tahu seberapa memalu kan nya ini? Aku sudah dewasa Res, tubuh Ku sudah berkembang selama bertahun-tahun. Aku sudah bisa berjalan, berlari dan melakukan banyak hal lain nya, jadi sekarang turunkan Aku ! Au bisa berjalan sendiri !!!!"

__ADS_1


Cetus Raisa yang merasa sangat amat malu, sebenar nya Raisa bukan malu karena dilihat oleh banyak mata, tapi yang membuat Raisa malu adalah, semua wanita yang menatap nya itu memberikan tatapan iri. Mereka semua mau pasangan mereka melakukan hal yang sama, seperti yang Resa lakukan pada Raisa. Tapi apakah mereka tidak tahu? Di dalam posisi seperti ini, akan tampak sangat memalukan.


"Kamu minta diturunkan? Bukan kah Aku sudah katakan tadi ? Dan bukan kah Aku sudah bertanya untuk memastikan nya? aku sudah bertanya apakah kamu sungguh kelelahan? Dan kamu menjawab nya dengan bersungguh-sungguh, bahkan aku dapat melihat seribu persen bahwa kamu sedang tidak berbohong. Lantas, setelah digendong pun... Kenapa sikap mu menjadi sangat aneh? " Jawab Resa pada pernyataan Raisa yang memaksa untuk di turunkan.


"Bukan sifat ku yang menjadi sangat aneh Resaaa, bukan kah sudah sewajar nya Aku bersikap seperti itu ? Mana ada perempuan yang mau aja di gendong di depan umum, padahal kaki dan tubuh nya nampak sangat sehat walafiat. Jika saja Aku sedang sakit, teranntuk ,terkilir, keseleo atau lain sebagainya, Aku rasa itu lebih masuk akal. Tapi ini Aku hanya kecapean aja Res ! Cukup duduk beberapa menit saja Aku yakin Aku pasti sudah mendapat kembali kekuatan Ku !"


Bujuk Raisa sambil memejamkan mata nya, Dia tak mau lagi melihat tatapan dari sekitarnya. Raisa hanya bisa merangkul kan kedua tangannya di leher Resa, dan berdiam diri di dalam rangkuhan Nya.


"Kamu ingin duduk? " Tanya Resa akhirnya setelah menikmati wajah Raisa yang sedari tadi memerah.


"Tentu saja Aku ingin Res.. Sudah Aku katakan bukan? Bahwa Aku dapat kembali pulih seperti sedia kala, jika sudah beristirahat selama beberapa menit saja. " Jawab Raisa yang masih menutup kedua mata nya, rasa nya seperti kelopak mata nya sangat amat berat jika ingin dibuka. Karena jika dia membuka matanya, sudah pasti banyak tatapan yang dia lihat tadi, yang akan sama persis sebagai pemandangan awal.


"Jika Kamu ingin duduk dan mendapatkan kembali tenaga Mu, maka sekarang duduklah dengan tenang!" Kata Resa sambil meletakkan Raisa di suatu tempat duduk. Raisa merasa bahwa diri nya memang sudah duduk di suatu tempat yang rata, sehingga Raisa pun berpikir bahwa mungkin saja saat ini Resa sedang mendudukkan nya di atas bangku taman.


Namun sayangnya perkiraan Raisa salah, saat Dia membuka mata, dia sudah duduk di dalam bianglala. Dan di dalam bianglala yang sedang berputar dengan sangat pelan, tempat duduk milik Resa dan Raisa sedikit demi sedikit mulai meninggi. Dan pemandangan pemandangan yang dapat dilihat dari atas pun mulai menyejukkan mata dan menyegarkan otak Raisa.


__ADS_1


"Wow, jadi inikah pemandangan yang dapat dilihat dari dalam bianglala? Padahal Aku sering melihat pemandangan pemandangan seperti ini dari kantor Mu atau dari Kantor ayah Ku, tapi kenapa saat Aku meligat pemandangan dari bianglala ini, pemandangan di bawah sana nampak sangat berbeda? Kenapa lampu-lampu rumah dan berbagai cahaya di bawah sana nampak sangat indah? Apakah mereka berniat untuk mengambil alih kedudukan yang dimiliki oleh bintang selama ini ? " Ujar Raisa yang memang sangat amat merasa kagum dengan pemandangan ini.


__ADS_2