Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 107.


__ADS_3

Lalu apa yang akan terjadi jika hari ini Raisa belum sadarkan diri dan mulai merasa curiga pada perubahan sifat Silvia ? Mungkin... Ah lebih tepat nya Pasti hingga seterusnya Resa belum sadar akan hal ini.


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...


...❀...


"Cukup Res.. Berhenti memasang wajah kaget seperti itu ! Kau yakin Kamu pasti sedang memikirkan masalah yang mungkin terjadi antara Noa dan Silvia kan ? "


"Aku ingin berhenti memikirkan nya Sa.. Tapi otak Ku tak mau mengikuti perintah Ku ! "


"Res.. Kita harus bantu Silvia menyembunyikan masalah ini dari keluarga. "


"Loh ? Kenapa Kamu jadi ikut ikutan Sa ? "


"Resa... Silvia udah tersiksa selama bertahun tahun lama nya karena masalah ini. Jadi maksud Ku, jangan buat Dia merasa perjuangan Dia selama ini hanya sia sia belaka. Kita memang sembunyikan masalah ini dari keluarga, tapi kita berdua tidak akan tutup mata pada Silvia.. Perlahan lahan.. Kita dekati Silvia lagi ! Buat Dia merasa nyaman dan terlindungi, dengan begitu Dia dengan sendiri nya akan menceritakan apa yang terjadi. Karena sekalipun Kamu mengutus Detektif ternama sekalipun akan sangat sulit, karena 90% waktu yang Silvia habis kan selama ini di dalam rumah. Kamu paham maksud Ku kan Res ? " Tanya Raisa akhir nya, Karena dari tadi Resa tidak mengubah reaksi wajah nya sedikit pun.


"Makasih Sa... " Respon Resa akhir nya, sambil memeluk Raisa


"Makasih ? Buat apa Res ?"


"Makasih karena Kamu udah siuman ! Makasih karena Kamu udah mikirin Silvia sampai segitu nya. Makasih Sa... " Kata Resa sambil terus membelai rambut Raisa dengan sangat lembut.


"Em... Aku juga mau ucapin makasih ke kamu Res... Karena Kamu udah hadir dalam hidup Aku, bahkan jadi alasan untuk Aku hidup. " Sambung Raisa yang benar benar tulus.

__ADS_1


Lalu Resa melepaskan pelukan nya dan kini menatap lekat lekat wajah Raisa. Raisa peka akan hal ini, dan langsung memejamkan mata. Bibir Resa pun langsung menempel pada bibir Raisa, lalu saat baru ingin melanjutkan ke adegan selanjut nya...


...*BRAAAKKK* Pintu yang di buka secara paksa....


"RAISAAAAA.. " Teriak Surya, Risa, Selvi, Erna, dan Dika sambil berlari ke arah Raisa dan memeluk nya dengan cukup erat.


Bahkan Risa dan Selvi tanpa sadar mendorong Resa anak mereka sampai terjatuh di atas lantai dan lebih fokus pada Raisa.


Ke lima orang yang baru datang itu memeluk Raisa dengan sangat erat dan menyampaikan isi hati mereka tentang seberapa rindu nya mereka semua pada Raisa.


Sedangkan Noa yang baru bergabung tidak menghampiri Raisa namun mengulur kan tangan nya pada Resa yang masih shock karena di tolak dan jatuh ke atas lantai degan cukup keras.


"Hahaha... Itu karma karena udah jahilin Aku selama ini Res. " Ledek Noa yang berusaha tidak tertawa dengan suara nyaring, karena akan menjadi pusat perhatian.


"....... " Resa hanya diam dan menyambut uluran tangan dari Noa. Di wajah nya tampak jelas bahwa Resa sangat kesal dan emosi. Bagaimana tidak ? Hari ini Dia dan Raisa sudah gagal berciuman sebanyak dua kali. Tunggu, dua kali sudah saat banyak ? Tentu saja iya, karena penantian Resa selama ini bukan hanya satu dua hari saja.


Karena merasa semakin kesal karena ditertawakan oleh Noa, Resa memutuskan untuk duduk di sofa dan menjadi penonton dari orang orang yang sedang lepas rindu dengan Raisa.



* * *


Satu minggu kemudian....


...*Klek* Pintu yang terbuka....



"Kamu udah selesai siap siap kan Sa ? " Tanya Resa yang baru masuk ke dalam ruang rawat Raisa dengan setelan jas berwarna merah yang menjadi jas yang akan Dia pakai hari ini.


"Em... Erna sama Dika yang bantu Aku buat siap siap... Make Up Aku gak menor kan ? " Tanya Raisa dengan wajah lesu nya, karena tidak di ijinkan makan oleh dua sahabat nya itu. Bukan karena apa apa, hanya saja jika Raisa makan pasti akan belepotan di wajah dan akan merusak dandanan yang sudah mereka berdua poles sebaik mungkin.


__ADS_1


"Kamu cantik banget sayang.. Lebih cantik lagi kalau Kamu senyum.. " Puji Resa yang masih diam di tempat.


"Kalau Aku cantik, terus kenapa Kamu masih masih diam di sana sih ? Gak mau dekat dekat sama Aku atau gimana sih ? " Tanya Raisa yang sudah mulai merasa sensi, karena rasa lapar yang menjadi satu pemicu paling kuat.



"Tidak bukan apa apa.. Tunggu bentar yaah ! Biar Aku ganti pakai setelan jas berwarna putih, biar Kita langsung foto prewedding hari ini juga ! " Ujar Resa dengan wajah yang tampak sangat serius sambil melihat jam tangan nya.



"Hahaha... Gak usah kaya gitu juga dong Res.. Kan Aku nya jadi Mauu... " Jawab Raisa yang seketika jadi ceria.



"Kalau mau ngebucin mending mikir tempat juga deh.. Di kira kita gak ada di sini kah ? " Respon Dika yang tiba tiba jadi lesu, karena di hadapkan pada orang orang yang sedang dalam fase bucin.


"Udah... Dunia milik mereka berdua aja Dika ! Kita ini cuma ngontrak ! " Sambung Erna dengan tatapan datar nya. Karena Dia juga merasakan perasaan yang sama seperti Dika.


"Tapi Kamu beneran mau nikahin Aku kan Res ? "


"Tentu aja Sa.. Masa iya Aku becanda sih.. Kan dikit lagi kita udah tiba di indo tu, baru deh kita bahas sama sama.. "


"Beneran ?? " Tanya Raisa dengan penuh semangat.


"Iyaah... Setidak meyakinkan itu yaah, jadi Kamu nanya terus ? " Tanya Resa sambil mencubit pipi Raisa yang sedang di kembung kan.


"Enggak.. Karena Aku terlalu senang aja ! Hahaha... " Jawab Raisa yang langsung melingkarkan tangan nya di leher Resa. Mereka berdua benar benar melupakan Dika dan Erna yang masih ada di sana.


"Haaahhh... Kita benar benar tak di anggap ! " Ucap Dika sambil meremas spon bedak yang ada di tangan nya.


"Aku rasa hari ini perasaan kita berdua sama sama terluka deh ! " Sambung Erna yang juga sedang meremas maskara yang dia pegang.


Karena mereka berdua merasa tersisihkan bahkan tidak di hirau kan sama sekali ! Saking bucin nya antara mereka berdua, Erna dan Dika dapat melihat hati berwarna pink yang bertebaran di sekitar Resa dan Raisa.

__ADS_1


__ADS_2