Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 129.


__ADS_3

Kata Silvia dengan sungguh-sungguh, bahkan Silvia sampai mencondongkan kepalanya ke depan dan tatapan nya sungguh memastikan pada Noa bawah saat ini perkataan nya benar-benar sungguh-sungguh ! Bahwa Dia akan menghubungi Resa untuk meminta memesan kan dokter khusus untuk Noa.


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...


...❀...


Lalu, Noa dan Silvia terus bercerita. Mereka berdua terus menyampaikan kata-kata yang benar-benar absurd, yang benar-benar tidak normal, yang benar-benar seperti sedang memandang masa depan.

__ADS_1


Tunggu !! Ironi bukan ? Padahal beberapa jam yang lalu Silvia dan Noa nampak sangat amat memiliki dendam satu sama lain, yang membuat Mereka berdua tidak akan bisa bercerita dan berbicara satu sama lain seperti ini. Tapi dalam beberapa menit saja, Noa dan Silvia sudah berubah. Bisa jadi hal ini terjadi karena Silvia yang sedang malas bergerak dan sedang malas berdebat. Apapun alasan nya, ini adalah kabar yang baik. Baik pada pihak Silvia, pihak Noa, pihak Resa & Raisa nanti, dan semua pihak.


* * *


"Permisi...Maaf, bukannya saya mengganggu. Tapi Dokter Noa, persiapan untuk menjalankan kemoterapi pada pasien bernama Brayen sudah siap. Apakah ingin menjalankannya sekarang juga ? Atau Anda masih memerlukan beberapa menit lagi ? " Tanya seorang suster yang datang menghampiri mereka berdua, untung lah suster itu datang di timing yang tepat. Bukan pada timing yang salah, di mana mereka berdua sedang berciuman tadi. Jika tidak, takutnya hari ini adalah hari terakhir bagi Suster itu untuk bekerja. Tentu nya semua itu adalah ulah Noa.


"Ah, kamu tolong sampaikan pada asisten sementara Ku di sini, bahwa kemoterapi tidak bisa dilakukan untuk saat ini. Ah bukan, maksud Ku bukan nya tidak bisa dilakukan, tapi dibatalkan. " Jawab Noa yang sudah menengok ke belakang ! Seperti nya Noa sedang menunggu akan kehadiran suster ini sedari tadi, sehingga Dia terus memperpanjang obrolan nya bersama Silvia.


"Ya ? Maksud Anda apa Dokter Noa ? Apakah pengobatan pada bayi Brayen tidak memenuhi kriteria dan standar yang sesuai dengan kemauan Mu.? " Tanya sang suster.


"Bukan.. Bukan nya tidak memenuhi kriteria, tapi bayi Brayen akan diobati dengan donor sumsum tulang belakang. Cara ini lebih efektif, agar penyakit leukemia tidak dapat kambuh pada tubuh anak kecil itu lagi. Dengan mendonorkan sumsum tulang belakang dari ayah kandung nya, maka Brayen akan di nyatakan 95% sembuh. Dan hanya kecil kemungkinan nya, penyakit Leukimia ini bisa kambuh lagi. Ini adalah pengobatan yang terbaik saat ini. "


"Kalau sepertu itu, Baiklah Dokter ! Jadi sekarang, tolong sampaikan pada Saya, kapan tepat nya akan dilakukan pendonoran sumsum tulang belakang? Agar saya bersama asisten sementara dokter, dapat mengurus semua yang diperlukan dengan baik. karena pengobatan bayi Brayen akan semakin baik jika Kita mempersingkat jadwal nya. " Kata Si suster, yang jika di pikir pikir benar juga.


"Jangan tanyakan itu pada Ku. Tapi tanya kan pada ibu dari sang bayi, dan juga wanita yang akan menjadi satu satu Nya Istri Ku ! " Ujar Noa sambil melirik ke arah Silvia yang sedari tadi tidak bersuara sedikit pun.


Sivia tertegun dengan perkataan Noa. Entah Dia tertegun karena Noa memanggil nya istri, atau Dia tertegun karena perkataan Noa yang menyatakan bahwa dia akan menjalankan donor sumsum tulang belakang pada Brayen ! Karena sepanjang mereka bercerita setelah hampir memakan durasi satu jam tadi, tak ada obrolan yang membahas bahwa Noa akan memberikan sumsum tulang belakangnya pada Brayen.

__ADS_1


Untuk memastikan hal itu, Silvia mencondongkan kepala nya ke depan dan membisik kan sesuatu kepada Noa. Tak enak jika Dia membicarakan hal ini dengan suara yang lantang, berhubung di sini saat ini ada seorang suster yang berdiri dengan sangat profesional.


"Apa kamu bersedia memberikan sumsum tulang belakang Mu pada Brayen ? Pada percakapan Kita tadi, tak ada yang mengatakan bahwa Kamu akan memberikan sumsum tulang belakang Mu ! Apa kamu sungguh akan memberikan sumsum tulang belakang itu sebelum mengetahui cerita di masa lalu yang terjadi ? "


"Aku tak membutuhkan cerita masa lalu Mu itu, untuk menyembuhkan Brayen. menunggu empat hari lagi pasti sangat beran dan akan sangat tersiksa bagi Brauen. sekurang-kurangnya aku rasa Aku sudah mengerti beberapa bagian dan garis besar dari cerita masa lalu Mu itu. Aku sudah bisa menduga duga apa yang terjadi, tapi aku belum tahu gimana kronologi nya. Yang jelas, satu hal yang Aku tau pasti. Brayen adalah anak Ku kan ?Jadi tak masalah jika empat hari atau berapa hari yang kau butuhkan untuk menceritakan nya pada Ku, yang terpenting saat ini adalah keselamatan Brayen yang diutamakan ! "


Jawab Noa yang ikut berbisik di kuping Silvia. Sang suster hanya berdiri dengan tegak dan menunggu perkataan dan perintah dari Noa.


"Kapan Kamu menjadi sedewasa ini Noa Gazoya ? Aku seperti melihat sosok baru di hadapan Ku saat ini ! " Ujar silvia dengan tatapan mata yang terkagum kagum.


"Sosok baru ? Maksud Mu adalah sosok calon suami terbaik di masa depan bukan ? Iya kan ? Iya kan silvia ? Ah, maksud Ku Iya kan calon istri Ku ? " Tanya Noa yang seperti Nya mulai kumat lagi.


"Bukan ! Maksud Ku adalah, sosok tak kasat mata Noa ! Jangan terlalu berlebihan, jangan terlalu menganggap diri Mu adalah sesuatu yang spesial di mata Ku. Kamu cuman mahluk tak kasat mata, seperti kuntilanak, paman pocong, paman kolor ijo, nenek gayung, dan lain-lain. " Jawab Silvia yang tahu betul bahwa Noa pasti akan semakin menjadi-jadi jika Silvia mengiyakan perkataan nya.


"Jika kamu berkata seperti itu, maka Aku akan mencium Mu sampai Nafas Mu habis. Sehingga Kamu dapat mengakui yang aku katakan adalah benar adanya. ! " Kata Noa yang tidak terima baik jika Silvia menganggap nya Mahluk tak kasat mata.


"Heh... Ada suster di sini. Udah Aku bilang kan ? jangan cium Aku sebelum Aku menjadi istri kamu ! Paham ? "

__ADS_1


"Apa ? Aku rasa kamu tidak pernah berkata seperti itu, tapi tak apa jika Kamu sudah berkata seperti itu, maka berikan Aku waktu sebentar. Hem ~ Oke kalau begitu, Aku tinggal hubungi Resa sekarang, dan menyuruh nya mengurus surat nikah kita. Resa punya banyak relasi, sehingga memerintahkan satu relasi nya saja, maka Kamu dan Aku akan resmi menjadi Suami Istri dalam beberapa jam saja ! "


Respon Noa menanggapi perkataan Silvia yang ngelantur tadi. Silvia bena benar melakukan kesalahan besar, karena diri nya telah memberikan peluang bagus kepada Noa.


__ADS_2