Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 95.


__ADS_3

Fitri bahkan belum selesai berteriak namun sudah di buat pingsan.


"JANGAN BUAT PEKERJAAN KAMI MENJADI RUMIT, KARENA KAMI TIDAK MENARUH BELAS KASIHAN PADA ORANG ORANG SEPERTI KALIAN ! " Kata seorang dari antara mereka, dan dua orang lain nya langsung menyeret bukan menggendong ke dua manusia itu ke dalam mobil mereka.


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...


...❀...


...[ Beberapa Saat kemudian ]...


Kesadaran Andre mulai terkumpul, dan dia mulai mencoba membuka mata nya. Pandangan nya tampak tak jelas, namun setelah berkedip berkali kali.. Kini pandangan nya kembali jelas.


"Aku... Ada di mana ?? " Dengan suara serak, Andre bertanya entah pada siapa yang bahkan belum dia ketahui dia berada di mana, dengan siapa, dan berada di situasi yang seperti apa.


"Oh ?! Kau sudah sadar ? Syukurlah... Aku kan jadi bisa menikmati beberapa menit dalam menyiksa Mu ! " Sambil membenarkan sarung tangan medis nya, Lisa menjawab pertanyaan Andre degan smirk yang seakan sedari tadi menunggu manusia sampah itu sadar.

__ADS_1


"....... " Andre terdiam dan langsung bangun dari posisi nya. Sayang nya dia hanya bisa duduk di atas ranjang dan tak bisa berlari ke arah Lisa untuk memberikan pukulan dan sejenisnya, karena Dia ke dua tangan dan kaki nya sudah di borgol.


"R... Ruang Operasi ? Kenapa Aku berada di sini ? Apakah Aku mengalami kecelakaan ? " Monolog Andre yang sangat sulit mengingat kejadian beberapa saat yang lalu bahwa reputasi dan segala milik nya telah hancur.


"Aahh, cerewet sekali ! " Bentak Lisa sambil melemparkan kulit pisang yang ada di tangan nya. Entah dari mana dia mendapat kan kulit pisang itu.


Saat wajah nya di lempar menggunakan kulit pisang, membuat Andre sadar akan situasi nya, dan lebih shock lagi karena yang melempar kulit pisang ke wajah nya adalah seorang wanita.


"Kaaauuu...... " Geram Andre, Dia sungguh cocok menjadi pasian rumah sakit jiwa.


"Bodoh amat ! Sekarang, jawab pertanyaan ku ! Apakah kalian mau di bius ? Atau kalian ingin menikmati setiap sayatan dari pisau bedah ku ini ? " Tanya Lisa sambil memainkan pisau bedah berwarna silver pada tangan nya dengan sangat lihai, tampak jelas bahwa dia sedang tidak bercanda.


"Biuuss ??? Untuk apa ? Dan lagi *Kalian ? *Apa maksud Mu berkata seperti itu padahal hanya ada kita berdua di sini. "


"Tak usah berpura pura tidur ******* ! Tak ada guna nya jika kau ingin berpura pura di hadapan ku, yang notabene nya adalah seorang dokter loh ! " Ujar Lisa yang seakan memberikan peringatan pada Fitri.


"Dan jawaban untuk kamu si brengs*k.. Di dalam ruangan ini, bukan cuma ada Aku dan Kamu. Ada Fitri, ada teman teman yang akan membantu Aku dalam menjalan kan beberapa operasi sesaat lagi, dan ada juga beberapa orang yang akan menjadi penonton. " Jelas Lisa sambil membuka tirai yang sedari tadi tidak di sadari oleh Andre. Dan dari balik tirai itu, terdapat lima orang yang mengenakan baju yang sama dengan Lisa. Lalu di antara lima orang yang mengenakan baju dokter, ada tiga orang yang berdiri dengan Jas berwarna hitam, abu abu, dan biru tua. Ke tiga orang itu memandang secara tajam dan kesal kepada Andre dan Fitri.


Di samping itu, Fitri masih kekeh dan tak mau membuka mata nya. Bahkan ekspresi wajah nya tidak berubah menjadi panik sedikit pun ! Sungguh pantas jika mendapat kemenangan dan memperoleh piala oskar ! Namun karena Lisa menancapkan pisau bedah lagi dan menggores pipi Fitri, membuat wajah Fitri berkeringat banyak dan langsung membuka mata.


"Ja... Jangan bunuh Aku.. Ku mohon... " Pinta Fitri dengan wajah memelas nya.


"Membunuh Mu ? Tentu saja tak akan.. " Jawab Lisa yang belum menyelesaikan perkataan nya.


"Syukurlah.. " Dengan sambil menghembuskan nafas lega yang panjang, Fitri sudah merasa lega pada sesuatu yang belum dia dengar dengan lengkap.

__ADS_1


"..... Karena bagi manusia seperti Mu yang hidup dengan menyiksa Raisa selama ini, tak pantas mati dengan cara yang mudah ! Apalagi Kamu berharap akan mati karena pisau bedah ini ? Cih, Aku rasa selama ini yang terlalu naif itu kamu dan Andre ! Bukan Raisa ! Karena Raisa hanya salah memilih orang sebagai cinta pertama nya. Paham ? " Lanjut Lisa yang membuat Fitri terkejut, karena ternyata saat ini Fitri tak bisa lari dari situasi di mana telah di borgol di atas ranjang pasien, dan bahkan berada di ruang operasi. Entah siapa yang akan di operasi, membuat Fitri dan Andre harus berpikir dan menganalisa sendiri walaupun tak kunjung mengetahui nya.


"RESAAAA !!!! " Teriak Andre yang hampir merusak pendengaran Lisa dan yang lain nya.


".... " Resa hanya diam dan melirik Andre dengan tatapan mata yang tidak bersahabat sama sekali.


"KAUUUUU💢💢💢.... Sebenarnya punya dendam apa kau pada Ku hah ? KAMU MEMBUAT PERUSAHAAN KU BANGKRUT, MEMBUAT REPUTASI KU HANCNUR, DAN BAHKAN SEKARANG MENGURUNGKU DENGAN BORGOL DI TANGAN DAN KAKI !!! SEBENARNYA.... BELUM CUKUP KAH SEKARANG RAISA MENJADI WANITA MILIK MU ? HAAAHH ???? "


"...... " Resa tak menjawab sedikit pun. Dia hanya terus melirik tirai putih yang berada tak jauh dari belakang mereka.


"Entahlah... Akan Aku beritahu saat kamu sudah dalam keadana gembel ! Pertama tama, jawablah dulu pertanyaan Ku ini ! " Ujar Resa membuka obrolan lain.


"Per... Pertanyaan apa ?? " Tanya Andre yang mulai merasa ketakutan, entah apa yang dia takut kan. Padahal Resa hanya berkata seperti biasa nya, yaah walaupun tetap tak bisa mengubah kenyataan bahwa aura yang di pancarkan oleh Resa berbeda dari baisa nya.


"Apakah kamu kehilangan ponsel Mu ? " Resa mulai mengajukan pertanyaan.


"Tidak ! " Dengan yakin nya, Andre menjawab Resa.


"Lalu kenapa kau tidak menghubungi Ayah Ibu Mu saat mengetahui semua aset keluarga Purnama di sita pihak Bank ? Apakah kau tak sayang pada ke dua orang tua Mu ? Kau tau ? Sekalipun mereka jahat pada Mu selagi kamu masih kecil hingga dewasa, kau tetap harus menghormati mereka loh.. Karena tak bisa mengubah kenyataan bahwa mereka adalah orang yang membuat Mu berada di Dunia ini ! " Ujar Resa yang kembali melirik tirai berwarna putih di belakang nya. Entah apa yang berada di belakang nya, seperti kejutan mungkin ?


"Cih, untuk apa menghubungi mereka hah ? Mereka berdua hanya dua tua bangka yang akan segera mati ! Di situasi saat ini, untuk menyelamatkan diri sendiri saja susah ! Masa iya harus nambah beban ? Kamu adalah seorang pengusaha sukses kan ? Tak mungkin Kamu tak mengetahui trik yang harus di gunakan dalam berbagai situasi bukan ? Ingat, seorang pengusaha tak boleh mengambil tindakan yang meragukan bukan ? " Dengan enteng nya Andre menjawab demikian, tak tau hal... Bahwa jawaban nya membawakan mala petaka bag nasib nya sendiri.


"Heeh... " Resa menampakkan Smirk di wajah nya. Hal itu sontak membuat Andre bergidik ngeri.


"Buka tirai putih nya ! " Perintah Resa dengan wajah yang tampak sangaaaat puasss...

__ADS_1


__ADS_2