
...(Satu minggu kemudian)...
...(Di pagi hari)...
Raisa masih tidur di kasur apartemen nya, yang telah ia tempati selama seminggu penuh. Selama seminggu lama nya, hp Raisa terus berdering. Dan panggilan itu tidak lain dan tidak bukan dari Yuli, Andre, Fitri, dan masih banyak lagi keluarga Purnama yang menelfon berulang kali, namun tidak di angkat sama sekali oleh Raisa.
Pertama, Raisa tak punya kewajiban lagi harus mengangkat telepon mereka dengan cepat. Ke dua, Raisa sudah beli hp baru dan tentu nya dengan nomor yang baru. Agar saat dia sedang chat, menelfon, atau pun lagi main hp tak ada gangguan. Sedangkan Hp raisa yang lama di biarkan di atas meja, terus berdering dan tak pernah di angkat raisa.
Raisa sengaja, agar emosi keluarga itu semakin menjadi dan membuat mereka mau tidak mau harus menyewa pembantu atau bekerja sendiri. Raisa tau, pasti mereka berpikir Raisa sedang tinggal di rumah Resa, sehingga tak ada yang mencari raisa di apartemen nya ini.
Dan sekalipun mereka mau mencari raisa, mau di cari di mana ? Mereka saja tak pernah mengenal raisa lebih dekat, tentu tak akan tau raisa nongkrong di mana, bermalam di rumah siapa, karena pada dasar nya, sahabat dan orang orang yang sayang dan peduli pada Raisa sangat banyak.
"Eemmm.... " Gumam Raisa dan merenggangkan tubuh nya, lalu raisa kembali menarik selimut sehingga membungkus diri nya lagi.
"Karena tadi malam hujan, suhu di pagi hari jadi dingin sekali... Makin bagus deh, bangun nya jadi makiiinn adem.. " Senyum raisa tak tertahankan, karena memang seminggu ini diri nya menjalani hidup layaknya orang normal.
"Oke sekarang waktu nya bangun, harus sarapan.! "
Raisa pun bangun dan masuk ke kamar mandi untuk menyikat gigi dan mencuci wajah nya. Setelah keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil untuk mengeringkan wajah, raisa mengintip hp lama nya yang kini ada di atas meja.
"Hem... 200 panggilan tak terjawab, pesan masuk yang angka merahnya sudah lebih dari 1.000.. Hahaha, lihat lah mereka. Seperti ayam yang kehilangan induk, pft.... Hahaha, tak aku sangka akhirnya saat yang kutunggu tunggu juga datang. Hahaha, " tawa renyah raisa dengan muka yang makin hari makin segar.
"Ting.. Tong.. " Bel apartemen yang berbunyi.
"Siapapun itu, dia mengganggu waktu pagi ku yang menyenangkan.! " Raisa pun berjalan dan membukakan pintu nya untuk tamu yang bertamu di jam segini.
*Klek.. * Pintu yang di buka.
"Selamat pagi sayang ~~ " Sapa resa dan langsung menyerobot masuk ke dalam, padahal belum di suruh.
"Masih pagi udah nongol aja, kamu masih waras ?? " tanya raisa sambil menutup pintu.
"Udah enggak lagi sa, semenjak aku ketemu sama kamu, urat waras aku udah putus. " Jawab resa sambil meletakkan tiga tas belanja, dan gitar nya.
"Syukurlah kamu sadar diri. " Raisa pun pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Karena dia sudah lapar, dan hanya karena untuk membuka pintu tadi, niat masak nya terjeda. Beruntungnya tidak hilang.
"Baju untuk manggung bentar sore udah kamu beli sa ? " tanya resa.
"Udah... Dari kemarin malah, soalnya Dika juga lagi belanja, jadi bareng bareng deh. "
__ADS_1
"Baguslah, warna nya sesuai kesepakatan kita kemarin kan ? "
"Iya, warna pink kan ? "
"Raisaaaa... " Keluh resa.
"Apaaaaaa ??? " Tanya raisa ikut menarik perkataan nya.
"Masa warna pink ? Perasaan kemarin udah sepakat warna hitam deh. "
"Kamu gak usah panik res, aku juga udah beliin buat kamu setelan baju warna pink lengkap dengan aksesorisnya. Jadi gak usah pikirin mau beli di mana lagi. " Jawab raisa yang kini sibuk menaruh roti tawar dan telur mata sapi di atas piring.
"Warna apapun boleh sa, inti nya jangan warna pink yaah ? " Bujuk resa yang kini mengambil alih membuat susu, sehingga raisa dapat duduk du meja.
"Gak bisa res, udah aku beli soalnya. "
*Tak... * Resa meletakkan dua gelas susu.
"Aku bakal lakuin satu permintaan kamu, tapi jangan warna pink ya ? " Resa mulai tawar menawar.
"Hem... Gimana yaah, oke lah. Kita bakal pakai warna hitam, kali ini aku ngalah deh "
"Padahal aku juga beli baju warna hitam kemarin loh res, kamu kok gampang banget di tipu ? Hahaha, "
"Kamu kalo lagi becanda gak kelihatan sih, jadi ending nya kaya gitu lah. " Jawab Resa.
"Oke, kalo gitu setelah kita abis manggung.. Kamu temani aku pergi ke wahana permainan yaah ? Aku mau naik rollercoaster, mau coba semua yang ada di wahana dekat jalan Blue Sky . Mau kan ? "
"Oke, itu permintaan kamu yang aku janji tadi yaah. Jadi gak ada lagi permintaan aneh aneh yang harus aku penuhi kaya Silvia. "
"Em.." Jawab raisa dan kembali memenuhi mulut nya dengan roti yang sudah di panjang dengan mentega.
"Oia, Rumah Sakit tempat lisa bekerja juga di dekat Blue Sky kan ? " Tanya resa.
"Iya sih, jaraknya hanya 500 meter dari wahana. Mungkin di bangun dekat rumah sakit, biar kalo terjadi sesuatu yang membuat banyak korban luka luka, bisa langsung di larikan ke rumah sakit. " Jawab raisa yang ikut berpikir.
"Bisa jadi sih, oia habis sarapan kuta langsung siap siap yaah. Perjalanan nya kan jauh, biar masih ada waktu buat istirahat kalo udah sampai. "
"Siap laksanakan. " Jawab Raisa dan mereka berdua pun lanjut sarapan, dengan ke dua gitar mereka yang di simpan bersebelahan.
__ADS_1
...(Anggap aja ada dua gitar dengan warna yang sama lagi bersebelahan, Author depresot cari foto dua gitar yang bersebelahan dengan warna yang sama gak dapet dapet๐ข๐)...
Resa mewarnai gitar nya sama seperti milik raisa, hanya khusus untuk acara panggung kali ini. Setelah itu berjanji akan langsung mengganti warna, karena resa tak mau raisa merasa tak enak hati atau terganggu. Padahal raisa merasa biasa biasa saja.
...๐ธ...
...๐ธ...
...๐ธ...
...๐ธ...
...๐ธ...
...(Jam satu siang)...
"Gila... Cuma siap siap doang sampai jam satu ? Waah, gak abis pikir aku.! " Keluh resa lagi yang kini ada sudah ada di dalam mobil bersama Raisa.
"Anjirre.. Bukan nya kamu yang tidur nya sampai jam 12 siang yaah, makanya kita nya baru bisa berangkat jam satu ? " Sambung Raisa, karena merasa kali ini jelas bukan salah dia.
"Kan kamu bisa bangunin sayang, "
"Udah aku bangunin, kamu bilang lima menit lagi.. Lima menit lagi.. Terserah kamu lah, aku malas bangunin kamu. Soal nya kamu kaya SENGAJA banget biar aku kesal sampai kebakar jenggot.! "
"Yaah setidaknya kamu beneran gak ada jenggot sa, kan kalo engga bisa agus dagu kamu yang putih indah itu. "
"Nyetir gak ?? Nyetir sekarang gak ? Makin di bilangin makin punya jawaban yang bikin kesal, kamu itu kebiasaan negur silvia tanpa sadar diri sama sekali...!! "
"Kan kita berdua saudara yang sedarah sa, jadi wajar lah. " Jawab resa lagi.
"Udah aku naik mobil aku sendiri aja deh. " Raisa pun ancang ancang ingin melepaskan sabuk pengaman nya.
"Iya iya iya iya.... Becanda sa, kamu mah sering bawa perasaan kalo lagi kaya becanda. Sedangkan kalo kamu sama silvia mau becanda sampai aku mati kesal pun kalian tetap nyosor aja... " Protes resa.
"Sumpah, aku naik gojek aja deh. " Sambung raisa lagi.
"Oke.. Oke... Aku jalan ni. "
__ADS_1
Resa pun langsung menghentikan candaan nya, dan menjalankan mobil. Karena sudah puas melihat banyak nya perubahan raut wajah raisa yang beragam.