Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 121.


__ADS_3

"Whatever ! " Selain malas bergerak, Silvia juga sedang malas berdebat sehingga hanya memutar bola mata nya saat menjawab Noa yang tak mau pindah tempat duduk. Kepala nya terlalu sakit untuk berpikir kalimat apa yang akan dikeluarkannya, jika memulai perdebatan dengan Noa.


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...


...❀...


"Sekuat apa diri Mu ? " Tanya Noa di saat sudah tidak ada bahan obrolan lagi.


"Dalam hal apa ? " Tanya Silvia yang jika dilihat-lihat, sangat tidak bersifat seperti beberapa saat yang lalu saat pertemuan diri nya dan Noa di pagi hari.


"Alkohol ! Maksudku, seberapa kuat jika kau meminum Bir atau Wine atau minuman lain nya yang mengandung kadar alkohol. ? " Tanya Noa yang sepertinya merasa bahwa inilah timing nya yang tepat, untuk Dia dan Silvia dapat berbicara seperti manusia pada umumnya.


"Em... Bagaimana ya ? Jawab nya Aku juga tak tahu, yang pasti aku dapat meminum 10 botol minuman apa saja dengan kadar alkohol yang sangat tinggi ! " Jawab Silvia yang berkata dengan sangat jujur.

__ADS_1


"Wow, kau hebat sekali ! Lalu Apakah tak bisa lebih dari sepuluh botol ?"


"Entahlah... Yang Aku tahu saat aku mencobanya dulu, Aku akan masuk ke rumah sakit karena keram perut dan palingan aku akan berada selama satu minggu di dalam ruang rawat, dengan pengawasan yang sangat ketat. Di mana kak Resa dan kak Raisa akan selalu menekan untuk tetap diam di dalam ruang perawatan, dan lagi itu sangat memuakkan ! " Jawab Silvia sambil memincingkan mata nya, karena mengingat diri nya yang hanya bisa berdiam diri di dalam ruang rawat saja.


"Apakah kau sedang senggang saat ini ? "


"Jika dipikir-pikir iya ! "


"Maukah kau menemaniku minum alkohol ? " Tawar Noa dengan memasang wajah paling keren.


"Tidak... Tidak bisa ! Brayen akan menjalankan kemoterapi dalam dua jam lagi, jika kau minum alkohol, Aku khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi pada si kecil Brayen Ku ! " Jawab Silvia penuh penolakan.


"Hahaha... Jika kau tak mau seperti itu, Bagaimana jika aku ubah cara Bicaraku? "


"Bagaimana kalau Aku berkata seperti ini ? Silvia Apakah kau mau aku menemanimu meminum alkohol? "


"Tunggu dulu, apa bedanya dengan perkataan mu di awal? "


"Beda lah. Perkataan Ku di awal merujuk pada Aku dan Kamu akan sama-sama minum minuman beralkohol, tapi perkataan Ku yang kedua, merajuk pada Dirimu sendiri yang akan meminum alkohol . Dan Aku hanya sebagai teman atau orang yang menemanimu jika kau mabuk, Aku akan membawamu pulang ke apartemen atau ke Villa milik Resa ! " Jawab Noa dengan penuh penjelasan yang sistematis dan logis.


"Aku tak mau minum. Jika Aku minum, Aku tak bisa menahan diri untuk berhenti meminumnya hingga mencapai 10 botol. sedangkan sebentar lagi Brayen akan menjalankan kemoterapi nya. Aku ingin dan aku mau Aku selalu berada di manapun Brayen berada. Walaupun memang bukan tepat di sampingnya, Aku ingin melihatnya. Aku ingin memastikan bahwa Brayen baik-baik saja, Aku ingin menjadi orang pertama atau kedua yang mengetahui bahwa Brayen selamat dan berhasil dalam menjalani kemoterapi nya kali ini. " Jawab Silvia yang menolak ajakan Noa dengan alasan yang sangat logis juga.


"Kamu sangat perhatian pada anak itu yaah. Aku jadi iri, dia bisa mendapatkan cinta dan kasih sayang Mu seperti itu ! "

__ADS_1


"Kamu iri dengan anak kecil ? Apakah kau tidak punya orang tua? "


"Bukan.. Bukan seperti itu. Maksudku Aku iri Brayen mendapatkan cinta kasihmu, cinta kasih dari seseorang yang bernama Silvia Aditya, bukan cinta kasih dari seorang ibu, dari seorang kerabat, atau lain sebagainya !" Jawab Noa yang menolak mentah-mentah pernyataan dari Silvia.


"Apakah dirimu Sungguh kekurangan kasih sayang, sehingga kau harus iri dengan anak yang menderita penyakit leukimia ? Jika seperti itu, maka kau juga mengidap lah suatu penyakit berbahaya seperti kanker, leukimia Atau penyakit-penyakit lainnya yang dapat membuatmu dalam waktu beberapa saat saja, menjadi satu-satunya orang yang disayangi oleh kerabat jauh, sekalipun yang bahkan tidak pernah kau temui mukanya selama ini.


"Mendengar masukan dari Mu, aku jadi semakin ingin mencobanya. Apakah Kamu memiliki formula untuk sebuah penyakit berbahaya ? "


"Ya Aku punya formulanya, caranya cukup gampang dan simpel. Kamu pergi lah ke jalan tol yang ramai, lalu berdirilah di tengah-tengah zebra Kross yang berada di tengah lalu lintas, lalu matilah. Dengan begitu dalam sekejap kau akan mendapatkan kasih sayang ! "


"Wow Aku rasa itu bukan formula mendapat penyakit berbahaya. Aku rasa itu cara untuk mati, bukankah tadi kau mengatakan untuk mengidap penyakit langkah ? Kenapa Kamu menyarankan untuk Aku langsung mati dalam hitungan beberapa menit? "


"Aku rasa Kamu tidak harus merepotkan banyak orang dengan penyakitmu, setidaknya langsung saja mati agar orang-orang hanya menangis untukmu dalam waktu beberapa hari saja. Setelah itu mereka Langsung kembali pada aktivitas normal mereka. Dan kembali untuk menjalani hari-hari yang membosankan atau yang Bahkan menyenangkan, tak ada yang tahu dan Aku juga semakin tak tau apa yang sedang Aku katakan pada Mu ! "


"Ah Jika seperti ini aku tak tertarik lagi untuk menerima formula itu ! "


"Benarkah ? padahal formula dan saran ku ini sangat jarang didapat orang loh. Kamu adalah orang pertama yang mendapat saran dariku dan sayangnya kau menyia-nyiakan itu begitu saja. "


"Jika tawaranmu adalah hal lain maka aku akan mengiyakan nya. Seperti mengajakku menikah atau menjadikan aku sebagai ayah sambung dari Brayen. Tapi melihat dirimu yang hanya memberikan formula tentang bagaimana cara untuk mati, Aku rasa cukup sampai disini saja. Aku masih mau hidup dan Aku masih ingin menjadikan seoang gadis sebagai milik Ku. "


"Kamu ingin menjadi Ayah sambung dari Brayen ? Aku tahu kau suka bercanda bersama Kak Resa, Kak Raisa, Kak lisa, Kak Dika dan Kak Erna, tapi menurutku ini bukanlah saat nya untuk bercanda. Brayen bukan Anak Ku, buat apa kamu menjadi Ayah sambung dari Brayen ? Brayen memiliki orang tua yang lengkap, masih ada Lusi yang bernafas, masih ada Nando yang menjaga nya di ruang rawat itu, apakah sesuatu bermasalah pada otak Mu Noa ? "


"Silvia, Kamu pikir aku bodoh ? Jika Nando adalah ayah kandung dari Brayen, maka semenjak empat hari yang lalu, Nando pasti dengan kerelaan dan kesungguhan hatinya, Dia telah mendonorkan sum sum tulang belakangnya pada Brayen. Jika hingga detik ini dia belum memberikan sumsum tulang belakangnya pada Brayen, hanya ada dua kemungkinan. Pertama, Nando bukan Ayah kandungnya Brayen. Kedua, Brayen adalah anak yang jatuh dari langit begitu saja ! " Ujar Noa dengan tampang yang sangat serius !

__ADS_1


"Dari kedua kemungkinan itu, menurut Mu manakah yang lebih berkemungkinan besar ? Sudah pasti dengan pilihan pertama kan ? Bahwa Nando bukanlah Ayah kandung dari Brayen, jika Nando bukanlah Ayah kandung dari Brayen, sudah pasti Lusi bukanlah Ibu dari Brayen. Karena Aku tahu betul Bagaimana Nando mencintai Lusi. Sampai di sini, hanya ada satu kemungkinan ! Silvia, Brayen adalah anak Mu ! Benarkan ? " Perhitungan dan penjelasan dari Noa terlalu masuk akal, sehingga membuat Silvia bingung harus berekspresi seperti apa !


__ADS_2