Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 39


__ADS_3

Setelah memakan semangka di teras lantai dua, Ayah raisa memerintahkan agar Resa, Raisa, dan silvia tidur siang. Karena sekalipun ini liburan, menjaga kondisi tubuh tetap prima adalah prioritas utama.


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...(Jam empat sore)...


"Tok... Tok... Tok... " Pintu yang di ketuk.


"Sa... Raisa.. Bangun sayang, udah sore.. Raisa, ayah masuk yaah. "


...Klek... Pintu pun di buka. ...


"Raisa... Hei, sa... Bangun sayang. " Kata surya sambil menggoyangkan badan raisa.


"Lima menit lagi Ayah... " Kata raisa masih memejamkan mata.


"Ih jangan gitu dong, lima menit kamu itu kaya lima jam. Pokok nya ayah gak akan percaya sama lima menit kamu itu. " Kata surya tegas, karena raisa pernah tertidur selama lima jam, dan tak jadi ke sekolah.


"Iyaa.. Raisa bangun ni. " Raisa pun bangun dengan rambut berantakan, dan muka khas bangun tidur nya.


"Sekarang bangunin silvia, suruh dia mandi terus kamu juga harus siap siap. Kita bakal makan malam di luar. "


"Eh ? Kita bakal makan dimana ayah ? " Raisa yang mulai berdiri dan memegang tangan ayah nya sebagai tumpuan.


"Di restoran langganan kita sayang, kamu masih ingat kan ? "


"Ah, yang biasa kita kunjungi waktu masih ada ibu kan ? Waah asik, raisa bakal siap siap sama silvia, ayah tenang aja. " Kata raisa antusias dan mulai menggoyangkan badan silvia.


"Ayah keluar dulu yaah, masih ada anak laki yang harus ayah bangunin. "


"Good luck dad... " Kata raisa karena tau, kalo resa itu susah bangun kaya silvia.


"Ahh, you make me frustasi. " Jawab surya karena memang susah membangunkan resa.


"Hahaha.. " Tawa raisa pun menggema, dan saat pintu tertutup, kepala raisa langsung pusing seketika. Rasa yang sama seperti waktu itu.


"Ugghh.... " Dengan wajah pucat raisa mulai mencari tas nya, dan langsung menuangkan semua isi tas nya.


Raisa langsung mengambil pil berwarna merah, dan menelan nya dengan cepat. Raisa pun menyandarkan kepala nya di samping kasur, dan masih duduk di lantai. Pil yang dia minum akan bereaksi, dan setelah satu menit rasa pusing di kepala raisa pun menghilang.


Karena tak mau silvia melihat wajah nya yang rada pucat, raisa memutuskan untuk mandi duluan. Setelah mandi baru akan membangunkan silvia.


...๐Ÿ’Š...

__ADS_1


...๐Ÿ’Š...


...๐Ÿ’Š...


...๐Ÿ’Š...


...(20 menit kemudian)...


Setelah selesai mandi, wajah cerah sudah di dapati oleh raisa kembali. Raisa membangunkan silvia, dan silvia dengan semangat 45 langsung patuh, karena ini menyangkut makan.


Saat raisa masih menggunakan beberapa riasan, silvia telah selesai bersiap siap dan turun duluan ke bawah. Karena dia ingin bermain dengan Vino, anjing berwarna putih yang ada di rumah raisa dari raisa TK.



Raisa hanya menggelengkan kepala, saat silvia yang notabene nya adalah anak muda, tapi tidak memedulikan penampilan. Seperti pakaian atau celana apa yang ada di bagian atas, maka itulah yang di pakai. Silvia tak suka terlalu ribet dalam berpenampilan, itu makan waktu.


...๐Ÿ’…...


...๐Ÿ’…...


...๐Ÿ’…...


...๐Ÿ’…...


...๐Ÿ’…...



Raisa hanya memakai pakaian yang tidak terlalu mewah atau anggun, dan celana jins panjang berwarna hitam.


Raisa turun dari tangga, dan yang dia lihat pertama adalah silvia yang sedang kejar kejaran dengan Vino.


"Ayah sama resa dimana sil ? "


"Em ? Mereka berdua belum keluar juga kak, silvia juga heran. "


"Kenapa tanyain aku ? Kangen yaah ? " Kata Resa yang sedang menuruni anak tangga dengan kemeja jins abu abu, dan celana jins berwarna hitam.



"Hem.. Lumayan lah yaah, " kata raisa yang sedang menatap resa dari atas sampai bawah.


"Apa ? Hanya lumayan ? Padahal aku sudah bersiap berjam jam.. " Protes resa.


"Cih, palingan kamu cuma siap 30 menit aja kan ? Berjam jam yang kamu maksud itu, waktu yang kamu pakai untuk tidur. Kamu pikir bisa nipu aku apa ? " Kata raisa sambil membuka kulkas dan mengambil air minum.


"Setidaknya aku berusaha yaah. " Kata resa yang jiga ikut minum dari botol bekas raisa.


"Berusaha buat tidur kan ? "

__ADS_1


"Cih, cuma gitu doang dipermasalahkan. Kaya anak kecil aja, "


"Yaah setidak nya dengan kamu sadar diri kaya gini, udah berguna banget untuk memajukan kesejahteraan bangsa indonesia. " Jawab raisa dan membuat resa salah menelan air, dan membuat silvia tertawa terbahak bahak sambil memeluk vino.



"Ternyata kalian semua sudah selesai bersiap siap yaah, bahkan sedang bercanda ria. Apa kalian menunggu ayah terlalu lama ? "


"Enggak kok om. " Jawab silvia dan resa.


"Enggak ko ayah, oia ayah pasti tadi masih miting dari laptop kan ? Jadi makan waktu, " kata raisa.


"Iyah, padahal ayah udah selesai siap dari tadi. Tapi karena ada masalah penting, ayah harus adain rapat darurat. " Jelas surya.


"Oia, malam ini biar resa yang nyetir yaah om. "


"Gak usah res, om yang bakal mengemudi malam ini. Kamu pasti udah capek karena nyetir sepanjang hari tadi, jadi sekarang gantian sama om yaah. "


"Tapi... " Kata resa tak enak hati .


"Oke gak ada tapi tapian, sekarang udah jam 18:30, waktu nya berangkat. Untung aja udah boking tempat tadi, kalo engga pasti gak kebagian kursi. " Kata surya yang berjalan duluan ke arah garasi mobil.


"Kamu mau duduk di depan sama om surya kan sa ? Biar aku narik silvia buat duduk sama aku di belakang. " Bisik resa.


"Iya, makasih ya res. Umach, " Ucap raisa di akhiri dengan mencium pipi resa, dan langsung berlari menggandeng tangan ayah nya yang sudah lumayan jauh.


Sedangkan resa masih mematung di tempat sambil memegang pipi yang di cium raisa, untung tak ada yang melihat. Jika tidak, maka selusin penjelasan harus di katakan.


"Kak ?? Kaka ? KA Resa ? " Teriak silvia menyadarkan resa.


"Eh ? Kenapa sil ? " tanya resa.


"Pakai nanya kenapa lagi... Ayo jalan, om surya sama kak raisa udah masuk kedalam mobil. Dari tadi bengong mulu, gak makan atau gimana sih ? Heran deh sama kaka. " Kata silvia yang langsung berlari masuk ke dalam mobil, resa pun ikut berlari dan masuk ke dalam mobil.


"Kalian berdua main kejar kejaran lagi yaah ? Kok lama banget baru masuk mobil. " Kata surya.


"Tau nih kak resa, bukan nya jalan malah bengong di tempat. Untung silvia panggil, kalo engga, pasti masih berdiri di dalam rumah sampai sekarang. " Jelas silvia.


"Kamu kenapa res ?? Lambung kamu nyeri lagi atau gimana ? " tanya surya.


"Eh ? Enggak kok om ! Cuma.. Cuma.. " Kata resa menggantung perkataan nya, karena dilema harus berbohong atau tidak pada om surya.


"Cuma ? " Tanya om surya lagi.


"Kalo om surya nanya kak resa terus, kita kapan jalan nya om ? Silvia udah lapar. " Kata silvia sehingga om surya pun memilih untuk menginjak pedal gas, dan menjalan kan mobil.


Karena merasa terselamatkan, resa pun menghembuskan nafas lega. Dan reaksi itu di lihat oleh surya dari kaca mobil, setelah itu karena raisa hanya tertawa, akhirnya om surya mengerti situasi dan menampakkan smirk di wajah nya.


"Dasar anak muda ! " Batin surya.

__ADS_1


__ADS_2