Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 76


__ADS_3

"Dasar... Sekarang dia gampang nangis yah ! Cengeng banget deh... " Kata Noa sambil menggelengkan kepala nya. Dia juga menyunggingkan senyum di ujung bibir, karena merasa lega menyerahkan Raisa pada orang yang tepat.


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...


...❀...


Resa langsung menelfon Andro, menyuruh Andro mengurus surat izin rumah sakit untuk perpindahan Raisa, membersihkan Jet yang akan di pakai, dan melakukan hal hal yang di perlukan saat ini. Andro langsung mengiyakan perintah dari Resa, dan Resa langsung menuju tempat di mana Keluarga nya berada yaitu di depan ruangan rawat Raisa.


Ternyata di sana Lisa dan Dokter Doni juga masih ada, mereka semua yakin bahwa Resa punya rencana sendiri, berhubung perkataan Resa tadi saat Noa menghampiri nya.


"Res... Gimana ? Apa ada jalan keluar nya ? " Tanya Surya.. Dia benar benar berharap jawaban dari Resa tidak mengecewakan ekspektasinya.


"Ada Om.. Tapi... "


"Katakan saja Res.. Untuk saat ini, kita semua sudah siap dengan kemungkinan terburuk sekalipun ! " Sambung Risa yang tau Resa masih ragu mengatakan pembicaraan nya dengan Noa barusan.


Resa melihat semua orang yang berdiri di hadapan nya, mereka semua mengangguk yakin bahwa mereka akan mendengarkan perkataan Resa.


"Raisa bisa di selamatkan ! Tapi kita harus mengirim nya ke rumah sakit tepat Noa berada do Belanda ! Di sana alat alat medis nya lebih canggih dan lebih lengkap, sehingga dapat menjamin keselamatan Raisa saat operasi berlangsung. Dan lagi, Noa sendiri lah yang akan mengoperasi Raisa bersama dengan tiga Profesor spesialis sel kanker. Keselamatan Raisa benar benar bukan agan agan kita lagi, bahkan kemungkinan hidup nya 50%. Memang untuk operasi lain jika hanya 50% sangat meragukan, tapi ini adalah operasi sel kanker, jadi 50% bukan angga yang dapat di abaikan. Bagaimana ? Apa ada yang punya pendapat lain ? "

__ADS_1


"Aku rasa tak apa ! Asal Raisa dapat selamat ! 50% ? Tak apa, kata teman ku.. Operasi Sel kanker adalah operasi yang jumlah persentase keberhasilan nya tak pernah lebih dari 20% ! " Jawab Dika dengan tatapan yakin.


"Berapa pun besaran nominal persentase keberhasilan nya, Aku yakin Raisa dapat siuman kembali. Karena Raisa itu adalah wanita yang kuat. " Sambung Erna tak kalah yakin dari Dika.


"Silvia setuju sama yang kak Dika sama Kak Erna sampaikan. Kita semua tau bagaimana kuat nya Kak Raisa selama ini kan ? "


"Kalo seperti yang kamu katakan, 50% adalah persentase keberhasilan paling meyakinkan selama aku menjabat sebagai seorang Dokter Res. Aku percayakan Resa pada kawan mu itu ! " Ujar Lisa dengan wajah selesai berpikir mempertimbangkan situasi.


"Saya rasa ini adalah satu satu nya jalan keluar terbaik buat kita semua. Maaf kan saya yang tidak bisa menolong Nak Raisa sampai detik ini ! " Sambil sedikit membungkuk, Dokter Doni meminta maaf atas ketidakmampuan nya. Karena tak tega melihat Kakek nya memberi hormat sendiri, Lisa juga ikut membungkuk.


"Apa yang Anda katakan Dokter Doni ? Anak saya dapat bertahan selama tiga bulan penuh selama ini berkat Anda kan ? Jangan berkata seperti itu, Saya merasa bahwa Saya lah yang telah merepotkan Anda. Terima kasih untuk semua nya ! " Surya yang merasa kurang enak hati langsung mengatakan isi hati nya dan ikut membungkuk mengucapkan terimakasih.


"Sudah sudah.. Saya rasa keputusan kita sama kan ? Maka mari kita bersiap untuk pergi ke Belanda. " Ujar Risa untuk menghidupkan suasana.


"Ah, Resa belum mengatakan semua nya yaah. "


"Dampak setelah selesai operasi adalah, Raisa kehilangan seluruh ingatan nya. "


Semua nya berkata tak apa, semua nya akan baik baik saja, dan mereka yakin sekalipun Raisa hilang ingatan, mereka akan memberitahu semua hal yang telah mereka jalani bersama selama ini. Karena hilang ingatan tidak ada yang permanen bukan ?


Resa merasa bersyukur bahwa keluarga, teman, dan kenalan nya lebih kuat dari pada diri nya Yang masih merasa takut sampai detik ini, jika Raisa melupakan diri nya dan seluruh kenangan yang sudah terukir.


Semua orang langsung bubar karena ingin menyiapkan barang barang mereka yang akan di gunakan di Belanda nanti. Risa, Ayah nya Resa dan Silvia yang akan menyediakan jet pribadi milik nya. Sedangkan Jet pribadi untuk Raisa hanya khusus di isi oleh alat alat medis dan beberapa perawat saja termasuk Lisa.


Sebelum mereka bubar, mereka memberikan kekuatan dan dukungan kepada Resa untuk kuat. Semua akan baik baik saja, percayakan saja pada Raisa. Dia pasti akan mengingat semua nya, Karena Raisa adalah anak yang keras kepala bukan ? Resa pun sadar dan mempercayakan semua nya pada Raisa.


* * *


...[Satu jam kemudian ]...

__ADS_1


Rajang pasien milik Raisa sudah berada di dalam jet pribadi dengan segala macam alat medis yang tak bisa di lepaskan. Para perawat dan juga Lisa duduk di dekat ranjang, selalu mengecek keadaan Raisa setiap sepuluh menit sekali.


Sedangkan Resa dan yang lain nya berangkat menggunakan Jet pribadi milik Ayah nya, dan sama sama memanjatkan doa agar semua nya di lancarkan tanpa hambatan sedikit pun.


* * *


...[ Satu jam kemudian lagi ]...


Jet pribadi Milik Raisa sudah mendarat di gedung paling atas rumah sakit, yang biasa nya di gunakan untuk mengirim pasien gawat darurat menggunakan helikopter. Alat alat media langsung di lepaskan, dan ranjang Raisa di masukan ke dalam lift.


Memberikan nafas buatan dari alat tidak membuat para perawat mengeluh. Mereka bahkan berharap agar tak ada reaksi kejang kejang dari tubuh Raisa.


Saat sudah sampai di lantai lima, pintu lift langsung terbuka dan Noa beserta tim nya sidah stand by di depan pintu lift yang baru terbuka.


"Selanjutnya serahkan pada ku ! " Ujar Noa.


Perawat lain nya langsung lepas tangan dan mempercayakan Pasien pada Noa.


"Aku akan mengantar Raisa sampai ke ruangan nya. Bukan kah dia masih memerlukan waktu 30 menit, untuk menstabilkan keadaan nya yang baru lepas dari alat medis ? "


"Baiklah... Memang wanita dari indonesia itu keras kepala semua yaah ! " Ujar Noa sambil tersenyum, karena mengingat seorang gadis yang spesial di hati nya berasal juga dari indonesia.


"Terima kasih.. Aku anggap itu pujian ! " Dengan ketus nya Lisa menjawab Noa, dan perhatian nya terus berpusat pada Raisa.


Perawat yang lain langsung naik kembali ke lantai paling atas, dan di pulangkan kembali ke indonesia.


Resa dan yang lain nya baru tiba dan langsung menuju ke ruangan yang Lisa beritahu lewat chat. Resa sempat menelfon Noa, menanyakan keberadaan nya masih di indonesia atau sudah di belanda.


Namun Noa langsung menjawab bahwa dia sudah ada di depan ruangan yang di tempati Raisa, Noa menjelaskan bahwa dia sudah terbang duluan ke Belanda, saat Resa dan yang lain nya masih sibuk menyiapkan penerbangan mereka. Karena Noa tau, di situasi seperti ini.. Resa tidak dapat memikirkan semua nya secara terperinci seperti biasa nya.

__ADS_1


__ADS_2