
" Hem ? Tak apa ! Di atas Lusi sudah di temani oleh sahabat nya. Dan sahabat nya ini sudah menemani Lusi sejak Anak Ku masuk rumah sakit, tak pernah sekali pun Dia pergi jauh dari sisi Lusi . Dan lagi, Anak Ku juga sangat akrap dengan diri nya. "
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
"Syukurlah Lusi punya teman di atas sana. Pantas saja Kamu tidak tampak khawatir sedikit pun, padahal dulu saja saat mengejar cinta Lusi, Kamu tidak akan membiarkan satu pria pun untuk mendekati nya ! "
"Tentu saja Aku akan seperti itu. Kamu juga tau kah, bahwa Lusi adalah gadis yang tidak hanya memiliki paras yang cantik, tapi sikap keibuan nya membuat Ku ingin Dia yang menjadi Ibu dari anak anak Ku ! "
"Cih, mau Kamu.. Mau Resa.. Sama saja ! Pada ngebucin. Gak pikir apa Aku yang masih jomblo ini ? " Gerutu Noa.
"Maka nya cari cewe terus nikah aja sana. Nikah kilat juga gak apa apa, pasti secara perlahan juga Kamu bakal jatuh cinta kaya novel novel gitu.. " Kata Nando memberi masukan.
__ADS_1
"Aku tak mau seperti itu. Aku tak mau jika nanti kalau gagal saling mencintai, yang ada berujung perceraian. Aku gak mau juga jadi Duda tau ! "
"Mending kita hentikan percakapan ini deh. Malu kalau di dengar karyawan Cafe Noa ! Apalagi tampang Kamu yang kaya gini, yang ada orang bakal berpikir bahwa Kamu sedang modus saat ini, biar dapat mangsa baru ! " Ujar Nando yang sudah duduk di dalam cafe, pada meja dan kursi untuk dua orang.
Alunan musik lembut yang sangat cocok dengan suasana dan jam saat ini, membuat Nando dan Noa serasa ingin tidur saja.
"Jadi, apa yang ingin Kamu bicarakan Noa ? " Tanya Nando yang sudah selesai memesan dua minuman pada seorang pelayan tadi.
Noa pun tidak langsung menjawab, dia melepas masker yang sedari tadi menutupi wajah tampan nya, dan membuat mata para pelayan wanita terbelalak karena terlalu memesona.
"Apakah ada sesuatu di wajah Ku ? " Tanya Noa akhir nya.
"Tak ada ! Kamu hanya terlalu tampan saja Noa, jadi menjadi pusat perhatian ! " Jawab Nando sambil menyeruput minuman yang baru saja di bawakan oleh pelayan.
"Sudahlah.. Saat ini katakan saja apa yang ingin Kamu katakan ! Aku yakin Kamu tidak bisa katakan di depan rumah sakit karena ini berhubungan dengan rumah sakit kan ? "
"Kamu benar sekali. Aku ingin bertanya, apakah alat medis di rumah sakit itu sangat lengkap ? Karena anak Mu masih berusia dua setengah tahun, akan sangat sulit jika melakukan penerbangan ke negara Belanda atau pun negara lain. Ingat yaah, bukan nya kamu gak mampu sewa pesawat atau pun meminjam jet pribadi milik Resa, hanya saja saat ini sangat tidak memungkinkan. " Kata Noa dengan wajah serius.
"Yang Aku tau bahwa rumah sakit ini sangat lengkap Res. Memang tidak selengkap di rumah sakit yang ada di Belanda, hanya saja menurut informasi yang Aku dapat dari beberapa dokter di sana, mereka mengatakan alat alat medis mereka sudah lengkap. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa tak ada alat medis yang dapat mengangkat sel kanker seperti yang ada di Belanda ! " Jawab Nando dengan sangat yakin.
"Baiklah Kalau seperti itu. Tunggu sebentar ! " Ujar Noa dan langsung menelfon Dokter Vinsen yang ada Di Belanda.
__ADS_1
Dalam pembicaraan, Noa meminta agar Dokter Vinsen menggunakan kekuasaan nya agar Noa dapat bekerja selama paling tidak tiga empat bulan ke depan, di rumah sakit Moonlight. Karena penyakit Leukimia adalah penyakit yang setelah melakukan kemoterapi pun harus berada dalam masa pengawasan. Sangat memakan waktu memang.
Dokter Vinsen tentu saja bertanya banyak pada Noa, karena membuat alasan agar Noa di ijinkan bekerja di sana selama jangka waktu yang telah di katakan tentu saja mudah. Hanya saja, Dokter Vinsen harus tau pasti bahwa Noa benar benar tidak bermain main di sana. Pemikiran Dokter Vinsen tidak salah, Karena mengingat kelakuan Noa selama dalam masa pengawasan nya, itu sangat meragukan.
Namun bukan Noa nama nya jika tidak dapat membujuk Dokter Guru nya itu ! Dia benar benar memiliki seribu satu alasan dan sangat meyakinkan, sehingga dalam waktu dua puluh menit, Noa sudah memiliki hak untuk memeriksa beberapa pasien dan dapat dengan bebas melakukan apa saja selama mengambil keputusan.
Sebutan Dokter Genius bagi Noa, membuat diri nya tidak susah agar bisa bekerja di rumah sakit. Karena tidak di perbolehkan, seorang Dokter tanpa ijin yang pasti memeriksa pasien. Hal itu lah yang membuat Noa harus meminta bantuan Dokter Guru nya.
* * *
Beberapa saat kemudian...
"Sudah beres ! Sekarang Aku sudah resmi menjadi Dokter yang menangani pasien balita yang menderita Leukimia dan beberapa penyakit yang rentan pada anak yang baru lahir hingga berumur lima tahun. Sekarang kita sudah bisa masuk ke dalam rumah sakit, dan Aku sudah punya hak sebagai dokter !" Kata Noa.
Nando merasa sangat senang, dan mereka pun memutuskan untuk beranjak ke rumah sakit yang berada di seberang jalan. Tentu nya setelah membayar Bill, dan sepanjang Noa lewat tatapan kagum dari banyak nya pelayan wanita tak bisa di utarakan dengan kata kata. Semakin ke sini, Noa semakin tak menyukai diri nya yang terlahir tampan. Padahal itu keinginan banyak pria bukan ?
* * *
Setelah itu, Noa melaporkan diri nya pada Profesor penanggung jawab sementara di rumah sakit, dan langsung bisa bekerja. Noa berjalan bersama Nando ke ruang rawat anak Nya, yang berada di ruang VVIP yang berada di lantai empat.
Saat Nando dan Noa keluar dari lift yang baru saja terbuka, Nando dan Noa melihat Lusi sedang berdiri di dekat jendela dengan sahabat wanita yang terus memijat tengkuk nya. Tentu saja Nando langsung merasa panik dan menghampiri kedua wanita itu.
"Lusi.. Eh Kamu kenapa sayang ? Kenapa kalian berada di luar ? Sil.. Ada apa dengan Lusi ? " Tanya Nando yang melihat Lusi yang tampak sangat lemas dalam rengkuhan nya.
__ADS_1
"Gak tau juga Nando. Tadi waktu Aku lagi fokus liatin Brayen, Lusi langsung lari ke toilet dan memuntahkan makanan yang dia makan tadi malam. Setelah itu Aku juga panik, dan karena Lusi ingin menghirup udara segar, Aku membuka jendela yang ada di lantai empat dan membiarkan dia menghirup udara segar semau nya dia. Tapi karena wajah nya tampak pucat, Aku mengoleskan minyak obat di tengkuk nya. Sebaiknya Kamu bawa Lusi untuk melakukan pemeriksaan deh Nando, karena gelagat nya Lusi seperti sedang berbadan dua saat ini.! " Ujar gadis yang di panggil dengan sebutan *Sil* oleh Nando tadi.
Nando pun menyimak dengan seksama apa yang di sampaikan oleh sahabat Lusi itu. Tanpa memperhatikan ada Noa yang kini sedang diam dan membatu di tempat.