Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 33.


__ADS_3

Saat raisa sudah keluar dari rumah sakit, raisa mulai berjalan di trotoar. Dan kabar buruk nya, langit mulai gelap, dan tak menunggu lama, setetes demi setetes air hujan mulai turun dan menjadi hujan besar.


Raisa tetap berjalan bagai zombi di sepanjang trotoar, tak panik, tak pusing mencari payung atau tumpangan. Raisa tetap berjalan di tengah kesepian yang hamba.


Bagaimana tidak, saat ini tak ada seorang pun yang sedang berjalan di trotoar menggunakan payung atau pun berlari. Tak ada satu pun kendaraan yang lalu lalang atau lewat, kali ini... Raisa seperti di tinggal kan oleh dunia !


Karena sudah mencapai titik frustasi yang teramat sangat, raisa mulai berjalan di tengah jalan raya, dan mulai menangis.


"LUCU... HAHAHA... LUCU SEKALI... HAHAHA... APAKAH AKU TAK PANTAS UNTUK BAHAGIA ? PADAHAL TINGGAL SEDIKIT LAGI AKU DAPAT BERCERAI DENGAN ANDRE SI MANUSIA BRENGS*K ..! PADAHAL TINGGAL SEDIKIT LAGI AKU SUDAH BISA HIDUP BAHAGIA BERSAMA RESA, AYAH, DAN LAIN NYA. HIKSSSS..... APAKAH SESUSAH ITU UNTUK TERWUJUD ?? HIKSS... APAKAH ITU SEMUA CUKUP MENJADI DONGENG DAN KHAYALAN SAJA ?? HAHAHA... HAHAHA... DASAR BODOH, DARI AWAL... DONGENG YAAH TETAP DONGENG.! AKU YANG TERLALU BERLEBIHAN DALAM BERHARAP, HIKSS... HUWAAAAAA.... "


Tangis raisa pun pecah di penghujung teriakan nya, raisa sudah lelah, capek, ingin sekali dia mendapatkan waktu yang sangat panjang, agar dapat mewujudkan keinginan nya satu per satu.


"YA TUHANNN..... AKU TAU KAMU TAK AKAN MEMBERIKAN COBAAN YANG MELEBIHI KEMAMPUAN UMAT MU, TAPI... UNTUK DIRI KU, AKU RASA INI SUDAH BERLEBIHAN... AKU SUDAH TAK SANGGUP LAGI. ! DUA BULAN ? HIKSSS... AKU HANYA PUNYA WAKTU DUA BULAN SAJA BERSAMA RESA ? APAKAH HARUS SESINGKAT ITU ? HIKSSS.... AKU GAK MAU MATI... HIKSSSS... GAK MAU... AKU GAK MAAUU... HIKSS... AKU GAK MAU MATI.... AAAKUUUU GAAAKKKK MAUUUU MATIIII..... AAARRRRGGGHHHHHH.... "



Teriak raisa melepaskan kekesalan nya, kesedihannya, rasa ketidakadilan, dan semua rasa yang dia tampung selama ini. Dan di penghujung teriakan nya, raisa pun langsung membaringkan tubuh nya di atas jalan, dan mulai menangis sambil menengadahkan wajah nya ke atas sambil menutup mata. Jelas, karena saat ini sedang hujan.


...๐Ÿ’...


...๐Ÿ’...

__ADS_1


...๐Ÿ’...


...๐Ÿ’...


...๐Ÿ’...


...(Satu jam kemudian)...


Raisa sudah sampai di depan rumah nya, ah lebih tepat nya rumah andre. Dan tentu nya dalam keadaan basah kuyup, yang bahkan saat naik taxi tadi, supir taxi yang mengemudi hanya bisa menggelengkan kepala nya. untungnya supir yang tadi adalah seorang cewek.


Saat raisa baru masuk ke dalam rumah, keadaan rumah sangat ramai. Ah, lebih tepatnya panik. Raisa berusaha mencari tahu, dan ternyata fitri yang terjatuh dari tangga.


Andre langsung menggendong fitri yang saat ini dalam keadaan pucat pasih, keringat dingin, gemetaran, dan pendarahan yang tak kunjung berhenti. Andre dan Yuli langsung naik ke mobil, dan menuju rumah sakit.


"Karena kamu gak ngepel lantai dengan benar, fitri jatuh dari atas tangga lo. Ini adalah 25 anak tangga, kamu pikir dia akan baik baik saja.? " Kata salah seorang dengan nada tinggi.


Keempat orang lain nya juga mulai menghujani raisa dengan makian dan berbagai kata kata kasar lain nya.


Karena marahnya mereka semua , membuat kepala raisa sakit dan membangkitkan emosi yang belum raisa keluarkan selama ini. Dan mereka juga dapat menjadi tempat pelampiasan raisa saat ini, dan itu adalah hal yang bagus. Raisa mulai berteriak dan balik marah pada mereka berlima.


"BAGAIMANA MUNGKIN LANTAI INI MASIH BASAH ? KALIAN PIKIR DI RUMAH INI MASIH MENGEPEL DENGAN KAIN YANG DI BASAH KAN ? HEH, ANDRE SENDIRI YANG MEMBELI ALAT PEMBERSIH RUMAH BERMINGGU MINGGU YANG LALU SAAT TAU FITRI SEDANG HAMIL. ALAT ITU SEPERTI ALAT SEDOT DEBU, TETAPI SEKALI DI JALAN KAN BUKAN CUMA DEBU YANG TERHISAP, TAPI LANTAI JUGA IKUT DAN HASIL NYA DUA KALI LIPAT DARI PADA PEL LANTAI SEBELUMNYA. APAKAH KALIAN BERLIMA TINGGAL DI KAMPUNG ? KALIAN SELALU MENGHINAKU DENGAN KATA KAMPUNGAN DAN SEJENISNYA, TAPI NYATANYA ? KALIAN LAH YANG KAMPUNGAN. ANDRE JUGA TAU KALAU INI BUKAN SALAH KU, KARENA ALAT YANG DIA BELI SUDAH MENJADI BUKTI YANG SANGAT JELAS. APAKAH KALIAN SUDAH MENGERTI ? KALAU KALIAN BERLIMA TIDAK MENGERTI, AKU JUGA TIDAK PEDULI . "

__ADS_1


Kata raisa panjang ร— lebar seperti kebiasaan nya saat sedang kesal dan marah marah. Kelima orang yang di marahi oleh raisa langsung shock dan tercengang. Lantaran selama ini, mau di hina dan ditertawakan seperti apapun, raisa tak pernah melawan apalagi balas marah. Raisa yang selama ini mereka tau adalah raisa yang bagaikan boneka, yang bisa mereka permainkan dan buat seenak nya.


Saking kaget nye, dua orang dari mereka sampai gemetaran. Karena dari tatapan raisa yang tadi, tak ada rasa takut sedikit pun. Hal itu lah yang membuat dua orang gemetaran, dan tiga lain nya shock tak terbantahkan.


...๐Ÿ’...


...๐Ÿ’...


...๐Ÿ’...


...๐Ÿ’...


...๐Ÿ’...


Saat sampai di kamar, raisa memutuskan untuk membersihkan diri nya. Saat selesai mandi, raisa baru ingat bahwa di dalam tas nya ada pil dan vitamin yang tak boleh terkena air. Syukurlah saat raisa membuka tas nya, ternyata ke tiga obat nya itu aman karena di bungkus kantong kresek. Dan saat beberapa detik kemudian, raisa baru sadar lagi bahwa tas nya anti air.


Karena raisa tak lapar, dia langsung meminum pil sebelum tidur, seperti yang di katakan lisa tadi. Kata nya juga, tak masalah jika tidak makan atau dalam proses diet. Karena bahan yang terkandung di dalam pil tidak dapat membahayakan saraf dan organ yang lain.


Setelah meminum obat, raisa pun langsung menghempaskan badan nya di atas kasur, dan tertidur tanpa memikirkan apapun. Karena sudah cukup sepanjang hari ini, dia menangis dan memikirkan nasib nya yang tak kunjung membaik.


Sedangkan di saat yang sama, di sisi lain lebih tepatnya di rumah sakit. Ada andre dan Yuli yang sedang panik akan keadaan fitri, karena wajah fitri yang terus pucat padahal sudah di beri obat bius agar tak merasa sakit dan dapat tertidur.

__ADS_1


Bukan cuma andre dan yuli saja yang khawatir, ada ayah nya andre, beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah dengan yuli dan ayah nya andre, yang saat ini berdiri di depan ruang UGD.


Dari sekotak kaca yang menampakan kegiatan di dalam ruangan UGD, para dokter dan suster sedang berlari ke sana ke mari karena situasi yang seperti ini. Beruntungnya, telah di suntikan cairan untuk menghentikan pendarahan. Kalau tidak, mungkin saja fitri sudah MATI saat ini.


__ADS_2