
"Apakah kamu bisa melacak seseorang untuk ku ? " Noa juga pun tak mau bertele tele lagi, dia langsung masuk ke inti pembicaraan. Karena ini bukan saat untuk diri nya menjelaskan secara berbelit belit.
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
"...... " Orang yang sedang di telfon itu mengangkat satu alis nya, dan memutar otak nya untuk cepat berpikir.
Noa adalah orang yang suka bercanda dan terbilang memutar mutar penjelasan jika ingin meminta tolong seperti biasa nya. Namun jika kali ini dia langsung to ro point, berarti ini masalah genting kan ?
"Apakah orang yang ingin kamu cari membawa ponsel nya ? "
" Ya ! "
"Ponsel nya masih menyala atau sudah mati ? "
"Aku yakin 100% kalau ponsel nya masih aktif, karena sudah Aku telfon berkali kali, dan telepon ku tidak di angkat dan Dia pasti langsung menekan tombol merah. Seperti nya dia tak mau mengangkat telepon dari ku. " Jelas Noa.
"Apakah kamu bermasalah dengan seorang gadis Noa ? "
"Yah... " Jawab Noa dengan lesu nya.
"Kamu tidak menghamili nya dan menyuruh nya menggugurkan anak nya kan ? "
__ADS_1
"TENTU SAJA TIDAAAK ! " Jawab Noa yang sedikit berteriak karena merasa frustasi dengan situasi saat ini, dan lebih frustasi lagi saat mendengar pertanyaan yang terbilang Random dari Sam teman nya ini.
" Kirim kan nomor nya pada ku Noa ! Aku akan melacak nya dalam kurun waktu paling lama lima menit ! "
"Kamu benar benar bisa melacak gadis itu dengan nomor telepon nya kan ? Kamu bukan ingin merebut nya dari ku kan ? "
"Aahh Bacot ! Kalau mau cepat cepat ketemu sama Gadis itu maka kirimkan nomor telepon nya. Jika kamu yakin ingin menemukan nya dengan kemampuan mu sendiri, maka lakukan lah. Karena lebih baik aku bermain Game dari pada membantu Mu ! "
...*Tuuuttttt.... *...
Panggilan pun berakhir. Noa langsung memberikan nomor Silvia pada Sam dan menanti kan hasil dari Sam.
"Silvia.. Kamu tu sebenarnya kenapa sih ? " Gumam Noa dengan nada lesu nya, karena kalau mau jujur, Noa sangat lelah hari ini. Otak nya yang di paksa serius dalam kurun waktu tiga jam, tak bisa membuat diri nya dapat berpikir dengan baik kali ini.
* * *
...[ Empat menit kemudian ]...
...*Ting.. *...
* * *
...[ Sepuluh menit kemudian ]...
Noa sudah sampai ke tempat yang di kirim Sam tadi. Yaitu di pantai yang jarak nya cukup jauh dari mini market. Entah dengan apa Silvia pergi ke sana, tapi yang jelas Silvia pasti tidak pergi dengan jalan kaki.
Noa pun berlari ke tanda titik merah seperti sedang menuju suatu tempat dengan bantuan google maps. Tapi karena Sam sudah menyetel nya, Noa di permudahkan dengan cara yang simpel.
Tak makan waktu lama, dalam tiga menit Noa sudah sampai di bebatuan yang berjarak 20 meter dari pinggir pantai. Bebatuan yang ukuran nya cukup besar tapi berhamburan cukup banyak di tepi pantai, yang bertujuan untuk di gunakan sebagai tempat duduk untuk para pengunjung. Yaah walaupun lebih banyak di gunakan oleh orang dewasa karena tempat dan struktur dari bebatuan besar sangat berbahaya bagi anak kecil.
Tak membutuhkan waktu lama, Noa langsung dapat menemukan Gadis dengan rambut yang di uraikan ke belakang, baju kemeja pendek berwarna biru, dan celana yang hanya setengah paha saja sedang duduk dengan sangat indah di atas batu dan memandang ke arah laut.
Entah mengapa Noa langsung merasa tenang karena setidaknya dia sudah menemukan Silvia yang dia cari dari tadi.
__ADS_1
Noa langsung berjalan mendekat walaupun harus berhati hati karena yang dia pijaki adalah bebatuan yang bentukan nya tidak rata seperti jalan raya.
"Silvia.. " Panggil Noa.
Orang yang merasa nama nya di panggil pun merasa sedikit terkejut sampai ke dua bahu nya terangkat, dan mencoba melirik ke belakang dengan tangan yang sedang memegang botol bir.
Yang Noa harapkan adalah, Silvia merasa panik dan menjelaskan apa yang terjadi pada diri nya. Noa bahkan sudah mempersiapkan diri sebagai tempat curhatan Silvia. Namun pada kenyataan nya selalu menghancurkan Ekspektasi yang di bayangkan.
"Eh Kak Noa, mau bir nya juga ? " Tawar Silvia sambil menggoyangkan botol bir nya, dan meneguk bir itu cukup banyak.
...*Glukk.. Glukk... Glukk... *...
"Aaahhhh.... Alkohol emang paling the best ! Iya kan Kak Noa ? " Tanya Silvia yang seakan sedang menikmati dunia nya sendiri, dan tidak memedulikan apa yang terjadi di sekitarnya. Setidak nya untuk saat ini saja Silvia ingin menikmati waktu nya sendiri, tanpa harus tampil so imut di depan keluarga nya.
"..... " Noa langsung menyerngitkan kening nya, dia merasa kesal dengan Silvia saat ini.
Noa pun langsung duduk tanpa di tawari duduk, walaupun tempat itu bukan tempat pribadi milik Silvia sih... Noa langsung merebut botol bir yang ada di tangan Silvia, dan meneguknya sampai habis. Yaah, kisaran nya tinggal lima kali tegukan sih.
Melihat Noa yang mengambil Bir nya tidak membuat Silvia merasa kesal atau apapun. Malah Silvia mengambil sebotol bir lagi di kantong kresek, membuka tutup botol nya dengan alat yang dia beli tadi, dan lanjut meminum dua teguk.
Noa yang baru saja selesai meminum bir itu dengan lima kali teguk merasa kesal dan merebut botol bir dari tangan Silvia lagi.
"KENAPA KAMU MEMINUM BIR INI SIH ? MEMANG KADAR ALKOHOL NYA HANYA SEDANG SAJA, TAPI TETAP AKAN MEMBUAT KAMU MABUK KARENA TAK PERNAH MEMINUM ALKOHOL SAMA SEKALI 💢💢💢💢 ! " Noa mulai melontarkan perkataan nya dengan nada suara yang di tinggikan, karena entah kenapa dia merasa kesal dengan hal ini.
"Entahlah... " Jawab Silvia sambil menyindik kan bahu nya. Tangan Silvia kembali mengambil botol bir yang tersisa satu, membuka tutup botol nya, dan kembali meneguk lagi.
"JAWAB AKU GADIS NAKAL !💢 " Kali ini Noa mendesak agar Silvia menjawab perkataan nya dengan memegang dagu Silvia cukup kuat. Noa berharap setidaknya Silvia berkata sesuatu bahwa dia sadar akan kesalahan nya kek, atau curhat kek, nangis juga boleh sih, tapi kenapa Silvia bahkan tidak menunjukkan tanda tanda sedikit pun sih ?
"Tch.. " Silvia mendecakkan lidah nya, dia menepis tangan Noa sekuat tenaga dan seakan tak suka karena ada yang mencampuri urusan nya. Apalagi di saat saat seperti ini !
Yang Silvia mau, Di saat seperti ini hanya Dia, waktu, dan suasana hening saja yang ada. Bukan pertanyaan yang di tanyakan oleh seseorang yang mempunyai tempat berbeda di hati Silvia. Hal itu membuat Silvia merasa terusik dan merasa tak nyaman !
"Bir ini sangat rendah alkohol Kak Noa ! Jadi tak usah khawatirkan aku " Jawab Silvia akhir nya.
__ADS_1
"💢💢💢 " Noa masih menatap kesal ke arah Silvia, namun Silvia tidak merasa terbeban akan hal itu.
"Coba Kak Noa berpikir, apakah Aku terlihat mabuk setelah meminum sembilan botol bir ini ? " Tanya Silvia sambil menatap Noa dengan satu alis yang di naikkan.