Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 36


__ADS_3

"Jangan pegang pegang juga dong. " Kata raisa sambil menggosok bagian tangan yang di sentuh oleh andre.


"Apa ? " kata andre dengan mata yang lagi lagi terbelalak.


"....... " Raisa hanya diam dan terus menggosok tangan nya.


"Ada apa dengan mu hari ini ? Kenapa kamu begitu sentimental ? Apakah hari ini kamu sedang berakting menjadi bunga putri malu ? " Kata andre dengan smirk merendahkan.


"Bukan urusan mu, dan aku akan berlibur di rumah ayah ku selama enam hari penuh. Aku harap kalian dapat menyewa pembantu untuk beberapa hari, tapi kalo kalian dapat bertahan di rumah yang penuh debu dan sangat berantakan bagai kapal pecah, silahkan lakukan. Dan aku tidak berjanji, akan membersihkan rumah saat aku kembali nanti. Karena aku akan menjalani hari yang sangat sibuk, " kata raisa dan melanjutkan menarik koper nya.


Andre lagi lagi heran dengan raisa, sejak kapan raisa berani berkata tak sopan seperti tadi ? Sejak kapan raisa merasa terganggu jika di pegang ? Dan sejak kapan tatapan mata nya berubah, dan tak seperti dulu lagi ? Semua pertanyaan itu terus berputar di kepala andre, sampai sampai andre lupa dengan tujuan awalnya datang ke rumah.


"Kalo kamu ingin berlibur selama enam hari di rumah ayah mu, tidak perlu sampai membawa dua koper juga kali ! Gak masuk akal sama sekali, " kata andre dengan wajah panik. Entah apa yang dia takutkan.


"Aku dan ayahku akan menghabiskan waktu yang menyenangkan. Jalan jalan, dan lain sebagai nya. Dengan kenyataan itu, aku harus membawa semua baju ku. Karena aku paling menjaga setiap penampilan ku saat keluar rumah, entah itu baju, celana, rok, dan berbagai macam aksesoris. " Jelas raisa sambil mengangkat kedua kopernya saat menuruni tangga, dan raisa akui kopernya sangat berat. Sampai sampai raisa menggelengkan kepala nya, karena tak menyangka baju nya sebanyak itu.


"........ " Andre hanya diam dan terus melangkah mengikuti raisa tiga langkah dari belakang.


"Dan berhentilah menanyakan pertanyaan yang tak berguna, aku juga manusia yang memerlukan liburan. Ahh, agar kamu dapat mengerti, anggap saja aku sedang ambil cuti pulang kampung, seperti setiap pembantu pada umum nya. " Kata raisa.


"....... " Entah kenapa andre tercengang dengan perkataan raisa, dan sedikit merasa bersalah.


Saat andre baru ingin membuka mulut untuk mengatakan sesuatu, ucapan nya tak jadi keluar karena klakson mobil resa telah berbunyi. Karena saat andre masuk rumah tadi belum menutup gerbang, silvia dan resa dapat masuk dengan sangat gampang.


"Kak Raiiisaaaaaaaa โ€(*ยดโ–ฝ`*)โ€ " Teriak silvia dan langsung masuk ke pelukan raisa, karena raisa telah membuka kedua tangan nya lebar lebar.

__ADS_1


"Aaahh... Aaaaaa... Aku kangen banget sama kak raisa. Eeemmmm, rasa rindu ini harus di bayar dengan bakso 10 mangkok loh. " Kata silvia sambil terus mengusap wajahnya di leher dan dada raisa, dan melihat hal itu berhasil membuat resa cemburu.


"Gak usah gosok wajah kamu di badan nya raisa juga kali, kamu kira kamu anak kecil. " Kata resa sambil menarik silvia.


"Ih kak resa iri kan sama silvia ? Pasti iri kan ? Iya kan ? Ckck, dasar anak muda. " Ledek silvia yang sama sekali tak tau bahwa umur nya lebih muda dari resa dan raisa.


Resa hanya bisa menggelengkan kepala nya, dan memilih menarik ke dua koper raisa ke mobil yang saat ini terparkir di pinggir jalan.


"Astaga sa, kamu mau liburan atau pindah rumah sih ? Bisa bisa nya kamu bawa dua koper, dan lagi semua nya berat berat lagi. Isi apaan si sa ? Batu ? Kayu mentah ? Atau dosa kamu yang menumpuk~ " Ledek resa dengan wajah jahil nya.


"Sembarangan, kamu kira dosa aku sebanyak dua koper itu apa ? " Jawab raisa tak terima.


"Lalu sebanyak apa sa ? "


"Yah gak tau sih, inti nya pasti lebih banyak dari pada dua koper itu. Orang dari kecil sampai sekarang tiap napas aja dosa aku bertambah. " Jawab raisa sama jahilnya.


"Mengapa saat resa yang memanggil raisa dengan panggilan *sa* saja, raisa tak marah maupun protes ? Apakah karena persahabatan mereka berdua ? " Batin andre mengepal jemari nya.


Lalu karena tak di sapa atau di pedulikan sedikit pun, andre mulai kesal dan berbatin lagi.


"Apakah mereka tak menyadari bahwa aku ada di sini? kenapa mereka seperti tidak menganggap, dan tidak peduli dengan ku sama sekali ? Ucapin apa kek, selamat pagi atau menyapa biasa aja gak bisa kah ? Apa karena resa dan adik nya berasal dari keluarga kaya yang sudah berdiri lama di atas ku.? Hmpth, dasar sombong. " Batin andre dan berbalik masuk ke dalam rumah dengan raut wajah kesal.


Sampai andre masuk ke dalam rumah pun, resa, raisa, dan silvia tak menoleh ke belakang sekali pun. Mereka bertiga terus berjalan, menunggu resa memasukan dua koper raisa ke bagasi, dan naik bersama sama di ke atas mobil.


...๐Ÿ“...

__ADS_1


...๐Ÿ“...


...๐Ÿ“...


...(Di dalam mobil)...


Resa duduk di kursi pengemudi, karena sudah menjadi suatu keharusan dan kewajiban nya sebagai kaka dan sebagai kekasih yang baik. Sedangkan silvia dan raisa duduk di kursi belakang sambil terus bercerita tiada henti, dan terus tertawa jika itu sesuatu yang konyol dan lucu.


Bahkan saking rindu nya silvia pada raisa, silvia terus menggandeng tangan raisa dan duduk menempel seperti perangko. Yaah, karena hal inilah raisa maupun silvia tak memakai sabuk pengaman. Dan resa harus mengemudi lebih hati hati, karena jika menginjak rem tiba tiba, kepala raisa dan silvia bisa menabrak benda apa saja yang ada di depan maupun samping.


"Kak raisa.. Kak Raisa... Sekarang silvia mau pacaran loh. "


"Benarkah ? Sama siapa ? " Tanya raisa yang ikut antusias.


"Kan baru ada kemauan, jadi belum dapat yang cocok sama sekali kak raisa. "


"Memang di sekolah kamu gak ada cowok yang sesuai selera kamu gitu ? "


"Gak ada kak... GAK ADA SAMA SEKALI !!! Hmpt, silvia mau nya itu yang kaya Oppa Oppa korea kak... "


"Aahhh... Kalo kamu mau yang seperti itu, seperti nya kamu akan menjadi perempuan yang tak akan menikah dan pacaran sampai berumur 50 tahun deh. Aisss, masa iya kamu mau sama yang beda negara, beda bahasa, beda perasaan pula. Dan kalo kamu suka nya sama Boyband yang biasa kaka liat di iklan, kaka rasa bukan cuma kamu deh yang suka sama mereka. Pasti ribuan wanita di dunia ini suka sama dia. " Kata raisa masuk akal.


"Huhhh... Kak resa juga ngomong kaya gitu, aisss... Apakah silvia tak akan mendapat pacar saat duduk di bangku SMA ? "


"Pasti dapat kok, kalo kamu nya mau buka hati buat teman teman cowok di sekolah kamu. "

__ADS_1


"Gak mau... Anak anak cowok di sekolah aku itu suram semua kak, mending bahas yang lain aja deh. Soalnya kak resa udah ketawain aku dari tadi. " Kata silvia sambil melirik resa dengan mata ekornya.


Dan itu semakin membuat suasana di dalam mobil semakin asik dan hidup.


__ADS_2