
"Kenapa lampu-lampu rumah dan berbagai cahaya di bawah sana nampak sangat indah? Apakah mereka berniat untuk mengambil alih kedudukan yang dimiliki oleh bintang selama ini ? " Ujar Raisa yang memang sangat amat merasa kagum dengan pemandangan ini.
...♧...
...♧...
...♧...
...♧...
...♧...
...♧...
Raisa terus saja melontarkan kalimat-kalimat yang ada di kepala nya saat melihat pemandangan pemandangan dari atas bianglala. Tempat duduk mereka berdua terus menghantar posisi Resa dan Raisa ke puncak tertinggi dari bianglala yang berbentuk seperti roda itu. Lalu saat Raisa sedang berceloteh panjang lebar tentang indah nya pemandangan yang dia lihat, tentang bagaimana Raisa dapat membandingkan suatu pemandangan ini dengan pemandangan di tempat lain, Resa menarik tangan Raisa, dan berbicara dalam jarak yang cukup dekat. Saking dekat nya Resa dan Raisa dapat merasakan hembusan nafas masing-masing.
''Ada.. Ada apa Res ?'' Tanya Raisa yang merasa sangat gugup, karena wajah Rea berada tepat di hadapan nya saat ini.
''Aku tidak tahu bahwa lampu-lampu di setiap rumah ini mengambil alih pekerjaan yang dilakukan oleh bintang setiap malam, yang Aku tahu, malam ini ada kejutan yang ingin di berikan bintang kepada mu!'' Jawab Resa sambil memiring kan kepala Raisa ke arah langit.
Raisa yang sedari tadi hanya fokus melihat kebawah kini menatap langit malam ini yang di taburi dengan banyak nya bintang, memang awalnya Raisa langsung terpukau dengan banyaknya bintang yang ber taburan di angkasa, lalu dua detik kemudian.... Terjadilah hal yang membuat Raisa lebih terpukau lagi.
__ADS_1
Kembang api meluncur ke atas, walaupun memang logikanya kembang api itu tak akan sampai ke langit, tapi gumpalan yang bercahaya itu meletus di ketinggian yang telah ditentukan dan berpencar, menjadi titik-titik berkilauan yang berhamburan ke mana-mana. Lalu titik titik yang kecil itu meledak saat telah berbagi menjadi beberapa bagian lagi, dan Raisa seakan melihat bunga yang sedang bermekaran di langit, apalagi dengan latar belakang langit hitam, itu sangat amat menakjubkan.
Suara yang dihasilkan oleh kembang api memekak kan telinga siapa saja! Taburan bunga yang berhias di langit malam, membuat Raisa sangat amat takjub. Raisa merasa, bahwa dia sangat amat beruntung hari ini, karena mungkin saja di taman ini hanya hari ini saja diadakan pertunjukan kembang api.
Warna-warna yang berbeda yang dipantulkan dari kembang api yang terus melesat jauh ke atas, membuat Resa maupun Raisa tidak mau memalingkan wajah nya dari mana pun.
Tentu saja bukan hanya Resa dan Raisa saja yang terpaku dengan indah nya kembang api malam itu, banyak juga orang orang yang sedang berada di ruang lingkup taman bermain langsung mengabadikan momen itu dengan handphone masing-masing.
Lalu saat bunga yang dihasilkan oleh kembang api itu semakin hilang karena memang dia tidak abadi, meluncur lah satu kembang api yang meroket ke angkasa. Tapi ada perbedaan nya, sangat amat berbeda, kali ini kembang api itu tidak menghasilkan taburan bunga seperti tadi. Yang ada hanya terukir beberapa huruf di langit malam.
Raisa merasa seperti bahwa ini adalah sesuatu yang sangat amat menakjubkan, namun mata nya seketika terbelalak saat mengeja kata-kata yang berada di langit. Setelah selesai membaca kata-kata itu, Raisa sontak menoleh kepada Resa.
Bagaimana tidak, kata yang dibaca oleh raisa yang terpampang di langit adalah...
..."Raisa, will you marry Me ?"...
Only like this ! Kalimat yang berhasil membuat wajah Raisa bersemu merah, dan matanya pun berair.
Perkataan Raisa tidak bisa dilanjutkan lagi, Dia hanya bisa memanggil nama Resa karena, saat ini Reza sudah bertekuk lutut, dan memegang sebuah koyak hitam yang berisi cincin dengan hiasan batu berlian diatas nya
__ADS_1
"I will ask you again.. Raisa Will you marry Me?" Ujar Resa dengan senyum tulus yang terukir di wajah nya
Raisa sontak menutup mulutnya, dan Raisa juga baru sadar, bahwa bianglala tidak lagi berputar, melainkan telah berhenti saat posisi tempat duduk mereka sudah berada di paling Puncak. ini semua sudah direncanakan, Raisa saja yang tidak menyadarinya karena sibuk untuk memikirkan banyak hal Setelah sembuh dari sakit. Entah itu tentang masalah mantan suami nya, tentang Fitri si pelakor, dan masalah Silvia yang belum Dia tahu sampai saat ini, tapi terus saja membuat dia gelisah
"Hei ? Aakah Aku akan ditolak? " Tanya Resa karena Raisa tidak memberikan jawaban sama sekali, Resa takut Kalau-Kalau Raisa membuang cincin nya dan lebih memilih untuk rujukan dengan mantan suami nya yaitu Andre Purnama. Siapa tahu kan ?
"Hiksss.." Bukan jawaban yang diberikan oleh Raisa, malahan Raisa memberikan tangis nya.
"Hei, apakah ada yang salah dengan perkataan Ku? Kamu sudah melamar Aku saat Kamu baru bangun dari koma Mu saat itu, tapi Kamu juga sudah memberi Kesempatan agar Aku dapat melamar Mu secara resmi. Karena bukan laki-laki nama nya jika perempuan yang melamar duluan, dan bukan Aku namanya jika aku ingin menikahi Mu karena Kamu yang mengajak nya duluan. Di mana Harga Diri Ku sebagai laki-laki, Jika Aku yang dilamar oleh Mu? Padahal Aku sudah menantikan momen ini untuk seumur hidup. Jdi Apakah ada yang salah dengan keputusan Ku hari ini? Apakah timing-nya kurang bagus? Apakah harus mengurus masalah Silvia dulu ? Apakah Aku harus digantung lagi? Katakan padaku, kali ini butuh berapa lama lagi, agar aku dan kamu dapat keluar seperti ini dan agar aku dapat memiliki persiapan yang cukup untuk melamarmu?"
Resa mencoba memberikan semua yang ada di dalam isi kepala nya, dia sangat-sangat berharap lamaran nya tidak ditolak melainkan diterima. Lalu saat Resa Sudah mulai sedikit kehilangan kepercayaan diri, Raisa langsung memeluk Resa sambil berkata
"I don't know about everything ! But Resa, Yess... This is My Answer Res... Tentu saja Aku mau menikah dengan Mu dodol ! Tak ada penolakan darik Ku dan Aku tidak keberatan sama sekali, Apakah jawaban ini kurang? " Jawab Raisa dengan suara bergetar nya karena merasa sangat amat bahagia.
Resa terdiam satu detik, lalu menampakan senyum yang sangat amat lebar. Dengan sigap Resa langsung melepaskan badan Raisa yang sedang memeluknya, Lalu memasangkan Cincin Di Jari manis nya. Betapa romantis nya situasi saat itu !
Selah cincin dipasang di jari manis Raisa, tentu saja mereka berdua langsung bertatapan dan berciuman. Ciuman yang awal nya lembut makin lama kian menuntut dan seperti menguras nafas yang ada. Debaran jantung yang makin bergejolak pun tak dapat di kontrol lagi.
Mereka bercumbu dan saling memuaskan hasrat masing-masing, Raisa dengan rasa bahagia nya dan Resa dengan rasa yang lebih bahagia lagi.
Alangkah baik nya jika saat ini Ada fotografer atau seseorang yang memotret momen-momen yang terjadi ini. Itu yang ada di pikiran Raisa. dia mau agar setiap momen hari ini dapat diabadikan dalam bentuk foto !
__ADS_1
Tak tahu saja bawa Resa telah menyewa 10 fotografer untuk memotret kegiatan mereka sedari tadi. Dan jika di dalam Bianglala, tentu Tak Ada fotografer, tapi ada CCTV yang kameranya telah dipercanggih agar semua hal yang terjadi di dalam dapat direkam dengan baik dan dapat dijadikan sebagai bentuk foto.
...Penuh kesiapan bukan?!...