
karena Resa ingin menempati janji nya, Resa menyuruh Raisa untuk berdandan atau mengubah penampilan nya. Tak usah yang menor menor atau yang harus memukau. Cukup dengan rapi dan bersih saja, sudah menjadi suatu daya tarik bagi Resa, tapi bukan Raisa namanya jika tidak memperhatikan fashion yang Dia pakai.
...¤...
...¤...
...¤...
...¤...
...¤...
...¤...
Raisa selalu sangat amat teliti dalam memilih pakaian atau busana yang dia pakai. Raisa memang sangat fashionable, dan hal itu membuat Resa kesusahan mencari akal, agar Raisa tidak menjadi pusat perhatian kemanapun dia pergi.
__ADS_1
Kecantikan yang dimiliki oleh Raisa, keanggunan yang terpancar jelas dari tubuh nya, dan senyum menawan yang selalu dia tebarkan apa pun yang dibicarakan, membuat siapa saja pasti akan lulu saat melihat Raisa. Oh, dan itu selalu saja membuat Resa hampir frustasi.
"Berapa lama lagi Kamu akan berdandan Raisa Putri ? Aku rasa tadi, tadi Aku hanya berkata bahwa akan memberikan Kamu waktu 30 menit, tapi sekarang sudah lewat satu jam. Jika seperti ini, Aku tak bisa janji bahwa saat Kamu membuka mata nanti keesokan pagi nya, kamu belum berada di indonesia. Jadi jika kamu ingin cepat-cepat menemui Silvia, per singkat lah waktu Mu agar Kita dapat keluar sekarang ini juga. Setidaknya, kita berdua dapat menikmati suasana yang ada di paris ini. Anggap saja ini adalah liburan ter singkat kita berdua."
Karena tak mau Raisa berdandan lebih cantik, membuat Resa berpikir, lebih baik jika Raisa menjadi orang yang menghargai waktu. Karena melihat Raisa yang baru saja selesai meratakan fondition di wajahnya , sudah terlihat jelas kecantikan yang terpantul di cermin...
"Resa... Aku memang mengiyakan bahwa Aku akan bersiap-siap selama 30 menit. Tapi Aku adalah seorang wanita, pikirkan lah juga Aku di dalam otak, bahwa membawa Aku yang dapat bersiap-siap dalam jangka waktu yang pendek adalah sesuatu yang mustahil ! Jika Kamu ingin pergi terlebih dahulu, maka pergilah. Kamu tinggal sherlock, atau memberi tahu alamat di mana Kita akan bertemu nanti, anggap saja aku akan menyusul Mu. karena jika dilihat lihat, Kamu sudah sangat kebelet ingin pergi sekarang juga !"
Jawab Raisa yang memang seperti nya Dia harus sangat keras kepala dalam hal ini, dia akan berdiri di samping Resa. Pria yang tidak memakai make up berlebihan di wajah nya, namun tetap nampak sangat jelas bahwa dia tampan walaupun tanpa goresan make-up.
Tentu saja Raisa tak mau ada perempuan-perempuan yang kecentilan pada Resa atau perempuan-perempuan yang lebih cantik dari Raisa dan berniat untuk menggoda Resa. Padahal setelah melewati banyak nya tahun bersama Reza, seharusnya Raisa sudah tahu bahwa sampai dunia berubah menjadi jajar jenjag atau segitiga siku siku pun, Resa hanya tetap mencintai Raisa.
Namun sepertinya anggapan itu tak akan berlaku di hadapan Raisa, jika Raisa melihat wanita lain menatap lekat lekat terhadap Resa. Itulah yang Raisa pikirkan, tanpa pernah mengetahui bahwa Resa juga sedang berpikir hal yang sama terhadap diri nya.
30 menit kemudian, Raisa benar-benar sudah selesai bersiap-siap. Dia dengan penampilan elegan nya, berjalan dengan penuh keanggunan menggandeng lengan Resa yang entah kenapa, kelihatan lebih tampan dan memesona hari ini.
__ADS_1
"Apa kah Kamu perlu untuk berdandan secantik ini Raisa? Apakah tidak ada dandanan yang lebih sederhana lagi, yang membuat wajah mu tidak tampak cantik ?" Protes Resa yang seperti nya tidak nyaman jika Raisa diperhatikan oleh banyak orang. Karena semenjak mereka keluar dari villa yang ada di paris, entah itu perempuan atau terlebih khusus nya laki-laki, semua mata tertuju pada Raisa dengan pipi yang ber sembuh merah.
"Harus nya Aku yang berkata seperti itu pada Mu Res. Apakah Kamu perlu untuk tampil setampan dan se menawan ini? Apakah diri Mu tak menyadari bahwa banyak nya mata wanita yang sedang tertuju ke arah sini, semuanya karena ada nya diri Mu? Jangan hanya menperhatikan diri Ku. Tapi sesekali coba lah bercermin, Kamu pasti akan menemukan jawaban yang paling sederhana dan memang yang paling masuk akal !"
Jawab Raisa yang tidak mau kalah, tidak mau jika menempatkan diri nya di sini adalah kesalahan nya. Apa salah nya memakai pakaian yang lebih elegan dari biasa nya? Apa salah nya tampil sedikit lebih cantik saat melihat pasangan nya tampak sangat tampan? Tentu saja tak ada salah nya, karena itu hal yang normal dan wajar jika Resa atau Raisa menjaga satu sama lain yang dianggap sebagai milik mereka sendiri.
Setelah perdebatan mulut antara Raisa dan Resa terjadi selama 5 menit, Resa dan Raisa masuk ke dalam mobil dan tancap gas. Pertama-tama, Resa mengajak Raisa ke sebuah restoran makan siang, karena memang ini sudah jam makan siang.
Setelah selesai makan, Resa membawa Raisa ke sebuah taman bermain. Aneh bukan? berdandan secantik itu, lalu dengan Resa yang se tampan itu, mereka berdua malah masuk ke dalam taman bermain? Taman yang berisi banyak sekali orang, banyak sekali pedagang pedagang yang sedang berjualan, dan banyak sekali mainan seperti roller coaster, dan permainan-permainan yang melatih atau mengasah adrenalin ?!
Tapi tentu saja selain permainan permainan yang ekstrim seperti itu, juga permainan permainan yang lebih sederhana atau lebih dapat dinikmati, seperti duduk di atas tempat yang berbentuk kuda lalu mulai berputar-putar dengan satu tiang di tengah sebagai tumpuan nya, atau melempar beberapa gelang agar masuk ke dalam botol kaca yang didirikan, lalu jika gelang yang di berikan itu masuk ke dalam botol yang sedang didirikan, maka akan mendapatkan boneka atau hadiah-hadiah menarik lain nya. Dan tentu saja masih terlalu sangat amat banyak permainan yang sangat seru dan mengasikkan.
Resa dan Raisa seperti melupakan tentang silvia untuk beberapa saat atau beberapa saat depan nya. Wahana permainan, suasana taman bermain yang seperti ini, adalah sesuatu yang sudah didambakan oleh Raisa sejak dulu kala. Hal itu membuat Raisa tak mau melewati sedikit pun yang terjadi di dalam taman hiburan atau taman bermain ini.
Lalu tentu saja tidak menutup kemungkinan bahwa Resa dan Raisa mencoba hampir semua permainan yang ada. Yah walaupun tidak dapat disensor bahwa Raisa menolak mentah-mentah jika ingin menaiki roller coaster. Raisa lebih memilih untuk salto depan sebanyak seribu kali, dari pada harus menaiki roller coaster. Apakah roller coaster se menakutkan itu? Sampai sampai Raisa rela mempertaruhkan diri nya yang lebih baik melakukan salto depan sebanyak seribu kali?
__ADS_1