
Resa yang sadar akan kesalahan dan memang karena kelalaian nya selama ini, sehingga Raisa harus berjalan sendiri melewati kehidupan nya yang seakan penuh dengan semak belukar yang sangat banyak dan sangat tajam di segala tempat. Tak peduli jalan mana yang Raisa pilih, pasti ke dua kaki nya akan menginjak Semak belukar dengan duri yang sangat panjang dan tajam.
"Gue tau kalo lo pasti kecewa dan sangat amat kesal sama gue Noa, tapi tolong berilah gue jalan keluar saat ini. Kondisi Raisa sampai detik ini tak stabil sama sekali, dan gue butuh masukan lo sebagai seorang Dokter yang berprestasi dan Jenius ! " Resa pun memilih untuk mengesampingkan rasa kesal yang di luapkan oleh Noa. Karena saat ini yang lebih penting adalah keselamatan Raisa, walaupun itu sedikit mustahil bukan ??
"Hah.... Aku akan menurunkan ego ku untuk saat ini Res, dan ada sedikit kemungkinan Raisa dapat bertahan untuk dua bulan ke depan. Dan selama dua bulan itu, sudah lebih dari cukup untuk aku melakukan penelitian tentang penyembuhan sel kanker yang telah mencapai stadium akhir. " Noa yang sedari dulu memiliki pemikiran yang dewasa pun memilih untuk mengesampingkan ego nya, dan mengatakan secercah harapan untuk Resa.
"Katakan.. Apapun itu, aku akan melakukan nya, " ujar Resa dengan sangat yakin !
"Dengan kedudukan mu yang sekarang, tak mustahil bagi mu untuk mencari donor ginjal yang baru untuk Raisa ! Dan jika kamu sudah mendapatkan pendonor ginjal sekalipun, usahakan ginjal sang pendonor sudah ada tingkat kecocokan dengan tubuh Raisa. Agar tak ada masalah pada tubuh Raisa ke depan nya ! " Jelas Noa dengan pemikiran yang sangat masuk akal, dan itu menjadi hal utama yang harus di lakukan saat ini.
"Apakah mengambil kembali ginjal yang berada di tubuh Andre tak bisa ? Apakah hal itu sudah tak mungkin ? " Resa pun bertanya tentang hal yang terlintas di pikiran nya, mau menyalahkan Resa pun sudah tak bisa bukan ? Karena Resa memang tak ada Basick pada bidang kedokteran.
"Heh, apakah kamu pikir Raisa akan sangat bahagia mendapatkan kembali ginjal nya yang telah terkontaminasi dengan darah Andre ? Jangan kan Raisa, aku adalah orang ke dua yang merasa sangat jijik dan tak pantas ! " Noa pun menyatakan kebenaran yang memang ada di benak nya, karena bagi nya Andre sudah tidak termasuk dalam golongan manusia lagi.
"Hah ? Orang ke dua ? Lalu siapa orang pertama nya ? Raisa ? Atauu ??? " Resa pun bertanya tanya sambil memperhitungkan orang orang yang benar benar sayang pada Raisa. Lisa ? Dika ? Erna ? Om Surya ? Silvia ? Entahlah, terlalu banyak nama yang tiba tiba terlintas di benak nya.
__ADS_1
"Bukan kah jawaban nya sudah jelas Res ? Orang pertama itu tentu nya kamu dong ! Memang saat ini kamu bertanya untuk menjawab rasa penasaran di benak mu, tetapi menurut ku, kamu akan merasa lebih jijik saat logika mu telah kembali dan dengan sempurna menduduki pikiran mu yang sedang kalang kabut saat ini ! " Noa pun dengan suara yang sangat tegas menjelaskan hal ini pada Resa. Karena mau bagaimana pun, Noa telah mengenal Resa dari SMP - Kuliah bukan ?
"Hahaha... Ternyata saat ini pikiran ku benar benar sedang mengambang di udara yaah ! " Resa pun meremehkan diri nya sambil menampakkan senyum kecut di wajah nya.
"Tenanglah.. Aku tau kamu begini karena saat ini Raisa benar benar sedang butuh penanganan cepat.. Res, walaupun aku sempat marah marah sama kamu tadi, aku tetap tau kok.. Kalo cinta kamu ke Raisa itu, beribu ribu kali lipat di banding cinta aku ke dia. Jadi tenang lah, saat ini orang yang harus selalu berpikiran dingin adalah kamu Res. Bukan orang lain, tapi KAMU ! " Noa pun menekan kan perkataan nya di akhir kalimat, agar Resa dapat sadar dan berpikir logis lagi. Karena saat ini, Resa adalah satu satu nya alasan Raisa untuk tetap hidup dan berjuang dari cobaan nya saat ini.
"Haaahh.. Aku rasa kamu sudah pantas dan sangat pantas menjadi orang tua ! Karena nasehat mu sudah melebihi papa mama ku saat ini ! " Ujar Resa dengan suara khas jahil nya.
"Hahaha.. Aku tau kamu itu kuat Res, jadi aku mohon dari sini.. Jadi lah kuat demi Raisa, karena aku juga akan berjuang di sini demi dia. Dan kalo kalian berdua udah bisa nikah nanti, jangan lupa orang pertama yang harus tau aku yaah ! Gak boleh orang lain, harus Noa Gasoya yang berada di Belanda saat ini. Oke ? " Sikap Noa yang jahil seperti Resa pun sudah kembali lagi, dan tentu nya saat ini hal itu dapat menjadi satu tambahan energi untuk Resa
"Sudah cukup ! Sampai di sini saja perbincangan kita, karena aku akan melakukan pendalaman materi dan memasukan berbagai unsur untuk pengobatan Kanker. Aku matikan sambungan telepon ini, By...! "
Pembicaraan pun berakhir, Resa sudah mematikan sambungan telepon nya sebelum Noa selesai berpamitan dengan sopan ! Dan hal ini berhasil membuat Noa yang berada di Belanda terbakar emosi, bahkan Noa mulai mengumpat dengan bahasa kasar nya, dan Resa yang sudah bisa membayangkan emosi Noa dengan wajah yang tergolong tampan itu pun mulai tertawa kecil dan berjalan ke arah mobil yang dia parkir kan di jalanan yang gelap tanpa lampu penerang jalan.
Beruntung nya, tak ada orang yang berniat jahat untuk mengambil mobil Resa. Karena Resa tidak mengunci mobil nya sama sekali.
__ADS_1
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
Resa yang sudah berada di dalam mobil pun mulai menghubungi Surya, ayah nya Raisa. Menjelaskan secara singkat namun padat, dan hal itu berhasil membuat Surya beranjak dari ruang kerjanya dan langsung menuju ke rumah sakit di mana Raisa di rawat.
Jangan kan Surya, Papa dan Mama Resa yang berada di paris, saat di kabari bahwa Raisa masuk rumah sakit saja, mereka berdua langsung terbang dengan Jet pribadi mereka menuju ke indonesia. Dalam hal ini, Raisa benar benar memiliki banyak orang yang sangat amat sayang pada nya.
Saat Resa sedang sibuk menghubungi Andro dan membahas tentang pendonor ginjal dan sebagai nya, Dika dan Erna telah sampai di rumah sakit, karena di hubungi Lisa tadi.
__ADS_1
Terlalu banyak yang menaruh garapan agar Raisa dapat bangun dan sembuh, tapi apakah itu memungkinkan ? Apakah harapan mereka dapat terjadi ? Ataukah mereka akan terluka oleh harapan yang terlalu berlebihan ? Entahlah..