Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 122.


__ADS_3

Perhitungan dan penjelasan dari Noa terlalu masuk akal, sehingga membuat Silvia bingung harus berekspresi seperti apa !


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...


...❀...

__ADS_1


"Dengan alasan apa lagi jika Kamu ingin mengelak Silvia ? Seperti saat Aku mengatakan perkataan yang tadi pagi membuat Mu menampar Ku. Yang aku tahu, reaksi Mu tadi pagi benar-benar seperti seorang maling yang senang Ketangkap basah. Kamu sangat ketakutan saat Aku mengatakan bahwa Brayen sedang dalam keadaan sekarat, hanya orang tua kandung lah yang dapat merasakan rasa khawatir yang lebih dari Nando dan Lusi rasakan. Aku bisa membedakan itu Silvia, Aku masih sehat, Aku masih waras, Aku belum buta, sesuatu tidak terjadi pada otakku dan Aku sangat peka dengan situasi situasi seperti ini. "


"Dengan hal seperti ini, semuanya menjadi masuk akal ! Jika kamu mengatakan bahwa kamu tetap bukan Ibu dari Brayen, maka aku hanya bisa mengatakan beberapa perhitunganku yang lain. ! " Ujar Noa serius, dan tak terbesit sedikit pun di pikiran Silvia bahwa saat ini Noa sedang bercanda.


"Pertama, jika Brayen adalah anak dari Luci dan Nando, mereka berdua akan langsung tahu saat tadi pagi Lusi mengalami mual-mual. Mereka berdua seperti tidak pernah mengalami yang namanya masa kehamilan, atau masa memiliki istri yang sedang hamil. Nando tidak tahu bahwa ciri-ciri yang seperti ini adalah saat istrinya sedang hamil, ataupun Lusi yang tidak tahu jika dia mual-mual selama satu minggu belakangan ini lah tanda-tanda bahwa diri nya sedang berbadan dua. Sedangkan diri Mu Silvia, Kamu sangat ahli, Kamu sangat pandai dalam hal ini. Kamu mengetahui dengan pasti, bahwa jangan sampai Lusi sedang hamil ketika melihat gelagat nya yang makin aneh ! "


"It.. Itu karena Aku banyak belajar tentang materi terakhir di bangku kelas tiga SMA ! " Jawab Silvia yang merasa jawaban nya pasti dapat menyangkal seluruh pernyataan Noa yang telah di ujat kan sedari tadi.


"Kamu bukan siswa dari Jurusan Kedokteran, kamu juga bukan siswa yang mempelajari bagian biologi tentang kehamilan dengan sangat amat terperinci ! Malah yang Aku tahu, nilai biologi Mu sangat amat rendah dalam kelas ! Nilai biologi Mu itu pun yang sering membuat Resa khawatir Kamu akan menghabiskan hari libur Mu dengan Remidial saja. Dengan demikian, bagaimana bisa diri Mu dapat mengetahui semua hal-hal yang berkaitan dengan kehamilan ? Jika tak pernah belajar akan hal itu, hanya ada satu jawaban yaitu Kamu sudah menjalani atau kamu sudah mengalami hal seperti itu saat sedang mengandung Brayen. "


Dia hanya bisa diam menatap Noa, dan seolah menyuruh Noa Untuk Mengerti bagaimana perasaannya dan cukup hanya untuk diam saja saat ini. Tidak usah ikut campur, cukup diam saja atau cukup menjadi orang asing bagi satu sama lain. Silvia tak mau mengungkit hal ini, belum saatnya .


Dia sudah berjanji pada Resa dan Raisa bahwa dia akan menceritakan semua nya pada kedua Kakak nya dalam 3 hari lagi. Jika dia mengatakan nya hari ini pada Noa juga, maka Silvia merasa seperti dia mengingkari sebuah janjinya. Padahal kalau mau mengikuti logika nya tak masalah sama sekali jika Silvia mengatakan hal itu sekarang, asalkan dalam tiga hari nanti Silvia benar-benar menyampaikannya pada Resa dan Raisa. Itu pun menyampaikan kenyataan yang benar-benar terjadi dan yang sebenarnya.


Silvia masih diam dan Hal itu membuat Noa merasa yakin bahwa perkataannya tepat sasaran, sungguh mulus bidikan nya kali ini.

__ADS_1


"Silvia Apakah kesadaran Mu masih ada ? Atau sudah menghilang saat mengetahui bahwa kebenarannya sudah Aku ketahui ?


"Aku masih di sini, Aku tidak kehilangan kesadaran Ku sama sekali sekalipun kau sudah mengetahui kebenaran nya. Lalu tak ada sesuatu yang menjadi jaminan agar aku dapat menyukai Mu atau agar aku dapat menjadikan Mu sebagai ayah sambung dari Brayen. Saat ini Brayen sudah menjadi anak sah yang masuk dalam kartu keluarga milik Nando dan Lusi. Kalau Kamu mau menjadi Ayah sambung Brayen, maka nikahi saja Lusi agar Brayen dapat menjadi anak Mu ! "


"Apakah Kamu tidak sayang pada Brayen ? Apakah Kamu tidak kasihan pada Brayen yang akan tumbuh sebagai anak tanpa seorang ayah ? "


"Apa kau bodoh ? Aku sudah katakan tadi, bahwa Brayen berada dalam kartu keluarga milik Nando dan Lusi. Dengan kata lain, Dia sudah memiliki ayah dan ibu yang akan menemaninya dari saat dia kecil hingga tumbuh dewasa. Tak akan ada panggilan anak haram, Tak akan ada panggilan Anak Tanpa Ayah atau anak tanpa Ibu, Brayen yang sekarang dan saat ini benar-benar hidup di tengah keluarga yang lengkap sekalipun tanpa Aku di sana ! " Jawab Silvia merespon perkataan Noa.


"Silvia Aku tahu Kamu mengatakan nya dengan sangat yakin, tapi apa Kamu tahu netra Mu sudah memerah ? Tinggal beberapa kata dari Ku saja atau beberapa kata dari mulut Mu, Aku yakin 100% bahwa kau akan menangis. Jangan salahkan Aku karena bukan Aku yang membuat diri Mu menangis ! "


"Apakah aku pernah menyalahkan Mu atas semua yang telah Kamu lakukan pada Ku Noa ? " Tanya Silvia yang menurut perkiraan Noa, pertanyaan ini bukan lah pertanyaan biasa saja. Ada maksud lain, ada beberapa makna tersirat dari pertanyaan Silvia yang satu ini.


"Silvia Aku sangat ingin menanyakan hal ini semenjak dirimu mengubah ekspresi Mu saat di hadapan ku dan di hadapan keluarga Mu ! Apakah Kamu punya masalah dengan Ku ? Jika Kamu tak ingin melakukan atau menunjukkan ekspresi Mu yang sebagai anak kecil yang lugu kepada Ku, dengan alasan Silvia yang lunggu, polos, dan ceria itu sudah mati bagi Noa sejak saat umur 17 tahun. Jika kita mengkaji lebih dalam, Silvia saat dirimu berumur 17 tahun, Bukankah saat itu dirimu baru saja mengandung ? Apa mungkin... Apa mungkin, Brayen dan kehamilan Mu waktu Kamu berusia 17 tahun ada hubungannya dengan diriku ? " Cetus Noa Akhir nya.


Saat mengatakan hal itu, Noa merasa bahwa seperti nya Dia tak perlu mencari tahu lagi lewat detektif atau sejenis nya. Karena daya analisa nya yang mengambil beberapa kemungkinan dan perkataan dari Silvia, telah membuat Nya hampir mendapat kan jawaban yang diinginkan Diri nya selama ini.

__ADS_1


"Ada hubungan dengan diri Mu ? Yang benar saja.. Jika kamu sedang membual, pikirkan lah bualan-mu itu masuk akal atau tidak. Kehamilan ku saat Aku berumur 17 tahun waktu itu, tak ada hubungannya dan tak ada sangkut pautnya dengan diri Mu. Waktu itu benar-benar satu kebetulan diri Ku dengan pria yang Aku temui di bar ! " Jawab Silvia yang sangat amat berharap dirinya tidak ketahuan bahwa sedang berbohong. Semoga saja perkataan nya ini dapat menghentikan perkataan Noa, dan membuat kepekaan Noa melemah.


__ADS_2