
"Aku gak bisa tenang. Kalian berdua masih mending, lah aku ? Uuurrggggghhh, punya bos yang ngasih kerjaan gak ngotak sama sekali.." Teriak erna sambil meneguk bir.
"Maka ceritakan lah sahabat ku, biar kita semua tau... " Kata lisa yang memang saat ini sudah sangat amat kepo.
"Kalian tau kan kalo aku bekerja dengan CEO yang aku bilang sangat tampan.? " Tanya Erna.
"Ya yaa.. Karena kamu selalu memuji nya dari saat hari kerja pertama sampai hari kerja ke dua. Sedangkan untuk seterusnya, kamu terus mengumpat tiada henti. " Jelas Dika dengan sangat semangat.
"Yaah yang itu.. Hari ini, dia menyuruhku untuk mengerjakan proposal bisnis dengan perusahaan liar negeri. Lalu dia bilang biar dia yang urus saat presentase, karena ini sangat mendadak dan tak ada waktu. Tapi kalian tau ? Saat memasuki ruang meeting, dia dengan senyum khas nya malah berkata Sekretaris ku sudah menguasai seluruh isi proposal, biar dia yang menjabarkan dan menjelaskan nya. Kalian tau ? Saat itu aku benar benar berpikir untuk membunuh nya, bahkan aku sampai sudah membeli pisau lipat dan ku taruh di tas ku. Sungguh aku akan membunuh nya jika bertemu di luar kantooorrrr...!!! " Teriak erna sambil beberapa kali terisak.
"Lalu kenapa kamu tidak berhenti kerja saja erna ? Bukankah kamu sangat menderita ? " Kata lisa memberi masukan.
"Aku juga ingin nya seperti itu lisss, tapi.. Aku telah menandatangani kontrak kerja untuk 10 tahun. Huuwaaaaa " Curhat erna pun di akhiri air mata.
"Lalu sudah berapa tahun terlewat erna ? " Tanya Dika.
"Baru lima tahunnn... Aku sungguh masuk ke dalam lingkaran iblis. Ibuuuuu... " Teriak Erna saking kesalnya.
"Tunggu ? Berarti kamu sudah berhasil mempresentasikan nya dengan mulus kan ? " Tanya Raisa.
"Justru karena aku tidak bisa mempresentasikan nya dengan baik, gaji ku di potong, dan bonus bulanan ku hangus menjadi debu. Aku juga di paksa untuk kerja lembur, tapi karena kalian mengajak ku makan malam, aku memilih untuk datang dan meninggalkan pekerjaan ku. Terserah mau di pecat atau apa, aku sudah siap mental untuk mencari pekerjaan lain. " Jelas Erna dengan prinsip yang sudah teguh.
"Semangat... " Kata ke tiga sahabat nya.
..."........ "...
..."........ "...
..."........ "...
..."........ "...
Mereka berempat terdiam sejenak, dan tiga orang lain nya memandang raisa. Seakan berkata, bukan kah sekarang giliran mu untuk curhat ?
"Hahaha, aku turut prihatin dan kasihan akan nasib kalian. Tapi nasib ku sudah tak sama dengan dulu lagi, sedikit lagi aku akan bebas. " Kata Raisa yang jelas membuat Lisa dan Erna kaget sampai menjatuhkan daging ayam mereka.
__ADS_1
"Apa maksud mu sa ? " Tanya lisa dan erna.
"Aku akan menceraikan Andre setelah aku dan resa menampilkan lagu di konser reunian kampus satu minggu lagi . " Kata raisa yang langsung membuat lisa dan erna berdiri dan memukul meja kuat kuat !
"APAAAAAA ?????? " Teriak Lisa dan Erna bersamaan, sedangkan Dika hanya lanjut meminum bir nya seakan tak peduli.
"Dika, kenapa reaksi kamu biasa aja ? " Tanya lisa.
"Kamu udah gak peduli lagi sama raisa yaah ? " Sambung Erna.
"Sembarangan.! " Jawab Dika sambil melempar tulang ayam ke arah lisa dan erna..
"Aku tidak kaget sama sekali, karena.. " Dika pun menggantung perkataan nya.
"Karena ? " Tanya Lisa dan Erna tak sabaran.
"...Karena aku yang mengurus surat perceraian mereka ! Kalian lupa apa kalau aku bekerja di bidang hukum ? " Jawab Dika menyelesaikan perkataan yang dia gantung tadi.
"Curang...!! Masa iya kamu hanya kasih tau Dika sih sa ? Kamu gak menganggap aku dan erna yaah ? " Kata lisa tak terima.
"Bukan.. Bukan begitu guys, kalian ini terlalu banyak drama deh. Kan aku mau kasih kejutan ke kalian berdua, dari dulu kan kalian berdua ingin sekali membunuh andre. Aku tak bisa merahasiakan ini dari Dika, karena dia adalah sahabat sekaligus orang yang sudah bekerja lama di bidang hukum. Jadi aku dapat mempercayai nya, entah lagi dengan cetakan nama nya. " Jelas raisa panjang ร Lebar.
"Selamat yaah sa.. Kita ikut senang.. Senang bangettttt.... " Kata lisa dan erna bersamaan, dan langsung memeluk raisa kuat kuat.
"Hei aku juga ikut dong. " Sambung Dika dan ikut memeluk tiga sahabat nya itu.
Setelah itu mereka bertiga lanjut minum sampai benar benar teler, yaah benar bahwa mereka bersenang senang sekaligus melepaskan penat yang menumpuk selama ini.
Mereka berempat adalah orang dewasa, yang sudah mengetahui keras nya dunia, yang sudah mengetahui apa itu susah nya bertahan di era saat ini.
Banyak yang ingin cepat cepat dewasa, tapi banyak juga yang ingin kembali ke masa kecil mereka, masa di mana mereka tidak harus memikirkan harus mendapat nilai yang bagus. Harus Kerja dimana ? Gaji yang di dapat ? Tanggungan yang di pikul ! Dan masih banyak lagi. ..
...๐...
...๐...
__ADS_1
...๐...
...๐...
...๐...
...(lima jam kemudian)...
Ke empat orang ini sudah teler di atas meja. Mata mereka sudah tak sanggup untuk melihat cahaya lampu lagi, mereka berempat tidur dengan meletakkan kepala mereka di atas meja.
Bibi nya Ernan hanya bisa menyelimuti ke empat gadis ini, karena tak bisa menggendong mereka ke kamar. Dan karena kamar di rumah nya hanya dua, dan sudah pasti tak bisa memuat empat orang.
Bibi nya erna hanya bisa menghubungi ke dua orang tua nya erna, karena hanya nomor mereka yang ada di handphone nya. Sedangkan bibi nya erna tak bisa menghubungi kerabat dari Lisa, Dika, dan Raisa. Karena tak mempunya nomor keluar nya mereka, dan jika ingin mencari di hp mereka percuma.
Karena mereka bertiga memasang pola, pin, dan sidik jari di hp mereka masing masing. Alhasil, satu satu nya yang bisa di lakukan oleh bibi nya erna adalah membersihkan kaleng kaleng dan botol botol bir, beserta dengan tempat tempat menaruh ayam dan makanan lain nya.
Setelah itu, bibi nya erna menutup kedai nya dan ikut tidur di meja lain, agar saat keempat gadis itu bangun, tak ada yang protes karena bibi tidur di kamar dan tak mengajak mereka.
Yaah walaupun mereka berempat sudah dewasa, saat mempermasalahkan masalah kecil seperti ini pasti bibi akan kalah debat.
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
.... ...
...(Jam empat pagi)...
Di saat suhu ruangan bertambah dingin karena perubahan suhu yang turun drastis. Dan Raisa terbangun karena merasa tak nyaman, sudah sangat lama dia tidak minum sebanyak ini. Jadi kondisi tubuh nya tak bisa di samakan dengan yang dulu.
Dengan kepala yang masih pusing, raisa mengambil tas dan hp nya, lalu membangunkan bibi untuk pamit pulang. Karena raisa sudah membuat janji dengan resa, jadi tak mungkin jika resa harus datang menjemputnya dalam keadaan mabuk. Raisa tak mau hal itu terjadi.
__ADS_1