
"Ckck.. Emang nya pikiran kamu enggak apa ? "
"Iya juga sih, Hahaha"
"Hahaha... Hahaha... Hahaha... " Tawa resa dan raisa di tengah ruangan itu sampau memegang perut mereka.
"Udah udah.. Kalo kita ketawa mulu, kapan ngomong nya.! " Kata resa memegang ke dua pipi raisa, sehingga dalam ruang lingkup pandangan mereka berdua hanya wajah saja.
"Iya iya... Dugaan aku itu tentang fitri yang hamil. Karena tadi pagi dia muntah muntah, jadi aku feeling aja sih, pas dia chat bilang dia hamil dan banggain diri nya di chat tadi, gue biasa aja sih. Soalnya menurut gue itu hal yang wajar, sekarang lo gak bakal kebakar jenggot karena penasaran lagi res. " Jelas raisa pada resa.
"Lo yakin sa ? Lo gak kenapa kenapa kan ? Sakit hati atau iri gitu ? Lo baik baik aja kan ? " kata resa panik, karena resa tau perasaan raisa pada andre, padahal perasaan raisa untuk andre sudah tak ada lagi.
"Hahaha, emang nya sekarang gue lagi pura pura bahagia gitu ? Resa, look into my eyes. Tell me what you see, Is there sadness? " tanya raisa.
"Nothing, no lies in your eyes. " Jawab resa serius sambil menatap mata raisa dalam dalam.
"Hem.. Begitulah, tak ada lagi kebohongan di mata ku. Tak ada lagi pura pura bahagia, gue akan menjadi gue yang dulu. Gue yang paling lo kenal res, lo gak keberatan kan ? " kata raisa sambil mengusap tangan resa yang memegang ke dua pipi nya.
Hal itu membuat resa salah tingkah dan bingung mau bahagia atau tidak, karena saat ini benar benar di luar dari perkiraan nya.
"Gue gak lagi bermimpi kan sa ? Atau mungkin lagi melamun gitu ? "
"Ya enggak lah res, sini gue cubit pipi lo biar lo sadar. "
"Aaahhh... " Kelu resa saat raisa mencubit punggung tangan nya.
"Kata nya mau cubit pipi, kok malah punggung tangan sih sa ? Emang gak terlalu sakit sih, tapi perih sa.. " Kelu resa dengan muka lucu nya.
"Hahaha, soal nya tangan kamu yang paling dekat sih.. " Jawab raisa yang tetap memegang ke dua tangan resa.
"Sa... Em, Lo udah kasih lampu hijau ke gue kan ? Atau kali ini gue yang terlalu berpikiran terlalu jauh lagi ? Please, kasih tau gue.. " Kata resa dengan nada rendah.
"Em, bisa di bilang gitu res. Tapi satu hal yang harus kamu tau res, aku gak ngomong kaya gini supaya kamu luluh dan ujung ujung nya cuma jadi pelampiasan aku karena gak dapatin andre atau apapun itu . Kali ini, aku benar benar jujur res,... " Kata raisa balas menatap mata resa dalam dalam dengan senyum sumringah di wajah nya.
__ADS_1
Resa hanya terpaku dan hanya bisa terdiam di posisi nya saat ini. Bahagia? Senang ? Sedih ? Penantian yang terbalaskan ? Atau perasan apapun itu, semua nya sedang bercampur aduk menjadi satu saat ini. Sehingga resa pun bingung harus memasang ekspresi seperti apa, lalu...
"........ " Resa yang hanya diam pun, akhirnya menjatuhkan bulir air mata yang membasahi pipi nya yang berada tepat di bawah mata nya.
"Res... Kamu kenapa ?? Anjiirrrr... Cuma gara gara aku ngomong kaya gitu aja kamu nangis ? Waah, aku merasa bersalah banget tau gak ? Cup... Cup.. Cup... Diam yaah, nanti aku beliin permen deh. " Bujuk raisa yang kelabakan.
"........ " Kemudian resa menunduk, lalu...
Resa langsung memeluk raisa erat erat, pelukan resa kali ini benar benar berbeda dari pelukan sebelum nya. Debaran jantung nya tak tertahan kan saat dada nya yang bidang menyentuh dada raisa. Benar benar menyatu, tak ada celah sedikitpun antara dada resa dan raisa.
Resa membenamkan wajah nya di leher raisa, dan menghirup wangi yang terpancar dari tubuh wanita itu. Kali ini raisa tidak menolak atau terkejut, raisa malah balas memeluk resa dan meletakkan tangan nya pada punggung resa yang bidang dan berotot.
"Debaran jantung kamu kedengaran loh res. " Kata raisa tepat di telinga resa
"Debaran jantung kamu juga kedengaran loh sa. " Kata resa tak mau kalah.
"Hem... Aku tau itu, " jawab raisa sambil mengusap punggung resa.
"Percayalah sa, aku benar benar ingin memeluk mu setiap saat. Aku ingin mencium hidung mu, pipi mu, kening mu,bibir mu, semua anggota tubuh mu. Aku ingin bersetubuh dengan mu layak nya suami istri, percayalah... Jadi, jika aku dapat menahan semua itu, berterima kasihlah pada Yang Maha Esa. Karena Berkat Dia, aku dapat menekan semua hasrat ku, dan dapat berdiri di samping mu tanpa melakukan hal hal yang aku pikirkan. " Kata resa jujur dari lubuk hati nya yang paling dalam.
Hal ini juga baru di ketahui raisa, raisa sempat syok bukan karena pikiran resa yang vulgar. Tapi raisa terkejut karena resa dapat menahan semua itu demi nya dan sangat amat menghormati nya, pengakuan kejujuran seperti ini juga baru pertama kali di alami raisa dalam hidup nya.
"Kamu gak marah sama pemikiran aku sa ? "
"Ngapain marah res ? Wajar kok, kan aku emang cantik dan sexy. Jadi wajar kalo kamu sampai punya pemikiran kaya gitu. "
"Apaan sih, padahal badan kamu gak sexy sexy amat deh. " Jawab resa sambil tersenyum malu.
"Astaga... Aku benar benar ingin mencium nya saat ini, tapi karena baru di beri lampu hijau, aku takut raisa bakal rasa gak nyaman... " Batin resa penuh perlawanan.
"Res... " Panggil raisa dengan lembut.
"Kenapa sa ? " tanya resa polos.
"Kalo udah kaya gini, kita udah boleh ciuman kan ? Atau terlalu cepat ? " kata raisa malu malu.
Resa langsung melepaskan pelukan nya dari raisa, dan memandang wajah raisa dengan serius.
__ADS_1
"Kamu beneran gak apa apa kalo aku cium sekarang sa ? Gak keberatan kan ? " Kata resa.
"Gak keberatan sih res, tapi... "
"Tapi ?? " tanya resa tak sabaran.
"Tapi aku belum pernah ciuman sebelum nya res, pasti bakalan kaku banget deh... Kamu gak keberatan ? " kata raisa malu malu, sambil menghindari tatapan resa.
"Dengan senang hati aku bakal ajarin kamu sa,"
"Emang udah berapa kali kamu ciuman sama cewe lain hah ? " tanya raisa sinis.
"Eh..? Gak pernah.! Aku cuma banyak nonton video, tutorial, sama banyak baca buku. Serius, tapi aku janji bakal kasih kamu sensasi yang nikmat. " Kata resa.
"Em.... " Jawab raisa dengan pipi dan telinga yang sedikit memerah.
Satu tangan resa langsung memegang dagu raisa dengan lembut, dan mengecup bibir raisa dengan ritme yang lambat dan menikmati setiap kecupan.
Raisa hanya mengikuti ritme saja, karena itu yang di katakan resa tadi.
"Buka mulut kamu sa, jangan terlalu besar. Pas pas aja, " kata resa dengan suara yang terdengar menggoda dan wajah yang menggoda.
Raisa pun menurut, dan resa langsung masuk dan menikmati setiap sisi mulut raisa, setiap sudut, semua nya di sentuh resa dengan lidah nya.
Memang awal nya lidah raisa sangat kaku, tapi lama kelamaan, raisa seakan meleleh dan semakin menikmati setiap gerakan dengan resa. Bahkan saat raisa balas menggerakkan lidah nya, resa sempat kaget dan membuka mata.
Raisa pun ikut membuka mata dan menatap mata resa penuh kenikmatan, mata raisa seakan mengatakan resa agar jangan berhenti.
Resa langsung memejamkan mata nya, dan kedua tangan nya memegang kepala dan pinggang raisa dengan erat, sedangkan raisa hanya melingkarkan tangan nya di leher resa, dan mulai menikmati setiap detik berciuman dengan resa.
"Em... Hpmth.... Ha... Hah.... Hmpt... "
Suara kecupan dan ciuman mereka berdua benar benar melengking dan memenuhi ruangan itu.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Setelah sepuluh menit berciuman, Mereka berdua pun terlelap dalam tidur yang tenang. Resa dan raisa pun masih lanjut berpelukan sekitar lima menit lama nya, setelah itu mereka melepaskan pelukan satu sama lain, duduk bersampingan, raisa yang meletakkan kepalanya di atas bahu resa, dan resa yang meletakan kepala nya di atas kepala raisa.
__ADS_1
Tangan yang terus bergandengan, senyum bahagia di wajah masing masing. Pendingin ruangan yang sudah di aktifkan, lagu dengan ritme yang lembut masuk ke pendengaran resa dan raisa, yang membuat pikiran dan perasaan tenang.
Dan yang terakhir, jendela yang di buka sepenuh nya, karena sekalipun sudah ada pendingin ruangan, udara sejuk tetap di butuh kan resa dan raisa. Mereka berdua benar benar tertidur di timing yang pas, dan suasana sekitar yang sagat amat mendukung.