
...(Saat makan)...
"Sa, ini ayah tadi masukin telur puyuh juga loh. Dimakan yaah, " kata ayah surya sambil memberikan telur nya di piring raisa.
"Makasih Yah, emang ayah terbaik. " Kata raisa yang langsung makan dengan lahap nya.
Resa yang mendapat satu telur puyuh di mangkuk nya juga ingin memberikan nya pada raisa, tapi sayang karena tangan silvia lebih cepat dalam hal makanan.
"Kok kamu ngambil punya kaka sih ? "
"Punya kaka apa nya ? Sekarang kan udah masuk ke mulut nya silvia, emang kaka mau makan yang udah di kunyah gitu ? "
"Ihh.. Dalam hal ini aku kalah sama kamu sil. "
"Oia res, kamu juga bakal nginap di sini apa gimana ? " tanya om surya, agar meja makan tidak di penuhi dengan perkelahian. Karena dari dulu, yang selalu bikin ribut saat makan adalah silvia.
"Resa juga bakal nginap di sini om, selama enam hari penuh. "
"Gimana kalo ada rapat darurat atau hal mendadak di kantor ? "
"Maka akan resa selesaikan secepatnya, dan pulang ke sini agar dapat berlibur bersama. " Kata resa bersungguh sungguh.
"Kamu tak berubah juga yaah, " kaya om surya sambil meminum sup.
"Kalo silvia gimana ? " kali ini raisa yang gantian bertanya.
"Kalo silvia lagi libur selama seminggu kak raisa, soalnya sebelum ujian akhir, sekolah mewajibkan untuk mendinginkan kepala. " Jawab silvia sambil memegang paha ayam nya.
"Baguslah, kalo gitu liburan kali ini akan menyenangkan. " Kata raisa.
"Silvia, jagalah sopan santun saat makan di rumah orang. " Kata resa.
"Rumah orang ? Maaf ya kak res, tapi ini bukan kali pertama aku makan di rumah ini. Dan om surya juga gak masalah tuh, kaka aja yang seksi repot. "
__ADS_1
"Kalo di bilangin itu dengar, jangan nyaut mulu. " Kata resa sambil mengambil kulit ayam goreng, yang sudah silvia simpan di pinggir piring, untuk di makan saat semua nasi dan lauk pauk habis.
"Lohh kok di makan sih kak res ?? Itukan punya silvia.. " Rengek silvia.
"Punya kamu ? Emang kamu suka yaah makan sesuatu yang udah di kunyah orang ? Kalo mau kaka bakal taro kembali loh. " Jawab resa dengan senyum jahilnya.
"Kaka jadi orang kok dendaman sih ? Gak seruuu tau gak ? " Kata silvia bersungut-sungut, tapi hal itu tidak menjadi alasan untuk berhenti makan. Silvia justru makan semakin lahap.
"Karena di rumah om hanya ada tiga kamar, jadi resa tidur di kamar tamu. Sedangkan silvia satu kamar sama raisa, gak keberatan kan ? "
"Gak om... " Jawab silvia, sedangkan raisa hanya mengangguk saja. Karena masakan ayah nya yang sudah lama tak dia rasakan, membuat raisa tak bisa beralih ke pembicaraan, dan terus makan dengan lahap. Hal itu di ketahui dengan baik, oleh resa dan surya ayahnya.
...๐...
...๐...
...๐...
...๐...
...๐...
"Biar raisa aja yang nyuci piring nya, ayah duduk lagi aja. " Kata raisa yang kini sedang beberes piring kotor di atas meja.
"Silvia juga bakal bantu kak raisa " Sahut silvia dan ikut menyusun piring piring dan alat makan lain nya yang sudah di pakai.
"Gak papa ayah, gak usah liat raisa kaya gitu. Raisa bukan anak TK lagi loh Yah, mending ayah sama resa potong semangka yang ada di kulkas deh. Kan siang siang pasti seger kalo makan semangka. " Kata raisa dan membawa piring bersama silvia ke dapur untuk di cuci.
Saat raisa dan silvia sedang si dapur, om surya dan resa sedang memotong semangka sesuai dengan perkataan raisa tadi. Bahkan langsung membersihkan biji biji dari setiap potongan semangka.
"Yeeeiiiii semangka... " Kata silvia girang sambil berlari dan ingin mengambil satu.
"Eit " Resa langsung mengangkat dulang ke alas kepala nya, sehingga silvia tak bisa menjangkau ketinggian itu.
__ADS_1
"Di mana raisa ? " kata resa.
"Aku di sini res, kamu kok angkat dulang semangka nya sih ? Mau ngapain ? " tanya raisa yang sedang mengeringkan tangan dengan tisu.
"Silahkan ambil satu, " resa pun mempersembahkan dulang itu pada raisa, raisa pun mengambil satu buah semangka dan langsung di makan.
"Silahkan di ambil semangka nya om, " kata resa yang kini menyerahkan dulang ke om surya.
"Drama banget kamu res, " kata om resa sambil mengigit semangka nya.
Setelah itu resa menyimpan dulang di lantai, mengambil satu potong semangka, dan duduk di lantai seperti raisa dan om surya.
"Loh kok aku nya gak di kasih sih ? " Protes silvia.
"Ambil sendiri lah, manja banget. "Jawab resa jahil.
"Hmpt... " Silvia pun langsung memegang dua potong, duduk di lantai dengan emosi, dan mengunyah semangka dengan kecepatan penuh. Sehingga pipi nya mengembung seperti tupai yang memasukan kacang ke dalam mulut nya.
"Hahaha... Hahaha... Hahaha.. " Om surya, Raisa, dan Resa pun tertawa lepas. Ini benar benar liburan yang menyenangkan, dan akan menjadi liburan yang akan di nantikan enam hari ke depan.
Siang siang setelah selesai makan, memakan buah semangka sebagai pencuci mulut, duduk di teras lantai dua tanpa alas apapun di lantai, angin sepoi sepoi yang menenangkan, suasana sekitar halaman yang masih asri karena banyak pepohonan dan di kelilingi dengan hal lucu, itulah hal sederhana yang tak bisa di dapat banyak orang dengan uang.
"Oia Ayah, dimana bibi ira ? Ayah udah pecat bibi apa gimana ? " tanya raisa yang saat ini mengambil satu potong semangka lagi.
"Ayah gak mecat bibi kok, ayah cuma meliburkan bibi selama enam haru aja. Karena kamu mau datang, jadi biar kaya dulu lagi. Semua keperluan kamu ayah yang kerjakan, gak papa kan ? Atau kalo kamu rindu juga sama bi ira, ayah bakal suruh bi ira buat datang besok. Rumahnya kan gak jauh dari sini. Dan bi ira juga pasti sangat amat rindu sama kamu, jadi gimana ? "
"Emm, terserah papa aja sih. Yang penting liburan kali ini raisa harus barang ayah terus. Valid no debat no protes, " jawab raisa.
"Kalo gitu besok baru ayah kabarin, oia sil. Makan nya pelan pelan aja, karena air dari buah semangka itu terus mengalir dari mulut kamu. Gak kasian sama kaka kamu yang dari tadi bersihin pakai tisu ? "
"Enggak... " Jawab silvia yang masih ngambek akan candaan resa tadi, sedangkan resa sedang kelabakan membersihkan air semangka yang keluar dari mulut adek nya.
"Kamu makan nya yang benar dong, nanti kena baju kamu loh.. " Tegur resa yang tak habis pikir kelakuan adik nye yang semakin tak terprediksi.
__ADS_1
๐ฅฐ