Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 26


__ADS_3

Saat raisa masuk ke kamar nya, ternyata di dalam kamar mama nya andre sudah stand by dan langsung melayangkan tangan ke arah pipi raisa.


..."Tak"...


Kali ini bukan bunyi tamparan, tapi bunyi tangan yang di tahan. Yaah, raisa menahan tangan mama mertua nya itu tanpa rasa takut dan tanpa berkedip sedikit pun. Hal itu membuat mama mertua nya kaget dan syok untuk pertama kali nya.


"Berani berani nya kamu menahan tangan ku ? " kata yuli sambil menghempaskan tangan raisa kuat kuat.


"Aku pikir siapa, ternyata mama mertua ku yang dari dulu memiliki gangguan jiwa. "


"APA KAMU BILANG ? " teriak yuli geram.


"Ah, bercanda. Hanya bercanda saja, jadi ada keperluan apa sampai nyonya Yuli datang ke kamar ku ? "


"Kemana aja kamu seharian ini hah ? Gak ada satu pun pekerjaan yang kamu lakukan, hanya main di luar gak jelas. Kamu pikir kamu itu masih anak muda ? Yang masih harus memiliki waktu bermain ? Sadar diri dong, kamu itu udah di gaji loh. "


"Heh, gaji yang kalian berikan pada ku itu sebesar 5 juta. Sesekali, cobalah untuk menyewa pembantu jaman sekarang. Mengerjakan pekerjaan yang sangat banyak dan tiada ujung di rumah ini, setara dengan 5 juta per hari.! "


"..... " Yuli terdiam seribu bahasa.


"Cih, kalo kamu bicara macam macam lagi... Aku akan menyuruh andre untuk memutuskan kerja sama dengan ayah mu, dan akan membuat kamu dan ayah kamu melarat di jalanan. " Ancam yuli, karena sudah mendekati kata kalah debat dengan raisa.


"..... " Raisa hanya diam dan memandang yuli dengan tatapan benci dan benar benar muak.


Yuli yang merasa sudah menang langsung berjalan dengan angkuh nya melewati raisa, dengan muka bangga. Saat pintu hampir tertutup, mata yuli dan raisa bertemu.


"Kalo bukan karena kamu mengancam ayah ku, apakah kamu pikir aku akan kalah debat dengan mu ? Atau apakah kamu pikir kamu masih dapat berjalan dengan angkuh nya di depan ku ? "


"Klek... " Saat perkataan raisa selesai di katakan, pintu pun tertutup dan raisa langsung mengunci pintu nya dari dalam.


"Hah, aku ingin membersihkan diri. "


.......

__ADS_1


.... ...


....... ......


...(Setelah habis mandi)...


Raisa yang sudah membersihkan make up nya, memakai krim malam untuk wajah dan beberapa krim untuk merawat kulit, setelah itu langsung merebahkan tubuh nya di atas kasur nya yang empuk.


"Oia, urusan nya monik kan belum selesai. " Kata raisa dan langsung mengambil hp nya.


Raisa membuka kontak hp nya, dan menelepon seseorang.


"Halo.. " Sapa seseorang dari seberang sana.


"Ah, selamat malam bibi. Ini raisa, yang pernah bantu bantu di rumah nya monik. "


"Eh, non raisa toh. Ada perlu apa sama bibi ? Mau bibi buatin puding coklat yang non raisa suka waktu itu ? "


"Eh enggak bi, raisa mau minta tolong. Bibi bisa gak kirin nomor hp nenek nya monik. Tapi nenek dari pihak ayah nya aja yaah, jangan yang dari pihak ibu nya. "


"Ada sedikit keperluan, bisnis bi... Bisnis... " Kata raisa.


"Yaudah, nanti bibi kirim no nya di WhatsApp yaah. "


"Oke makasih bi, maaf mengganggu malam malam. "


"Iyah nda apa apa non. "


Panggilan pun berakhir, dan pesan pun masuk dari WhatsApp. Raisa langsung menghubungi nomor yang di kirim oleh bibi yang bekerja di rumahnya monik, dan percakapan antara raisa dan nenek nya monik pun terjadi.


Memang awal nya sempat ada kecurigaan dari pihak nenek nya monik, tapi karena raisa berkata jujur dan sampai mengatakan beberapa patah kata yang tak bisa di bantah oleh pihak nenek nya monik, akhir nya ucapan terima kasih pun di dapat raisa.


Tanpa menunggu lama lama, kakek dan nenek nya monik langsung menuju rumah nya andre, dan menjemput monik di sana.

__ADS_1


Perdebatan antara lili mama nya monik dan mama mertua nya pun terjadi, sampai akhirnya monik membisikan sesuatu di telinga mama nya.


"kalo mama gak mau lepasin monik untuk tinggal di rumah nya kakek nenek, monik bakal kasih tau ke papa kalo mama sering bawa cowok lain ke rumah "


Begitulah yang di bisikan monik, sehingga mau tidak mau lili menyetujui untuk membiarkan monik tinggal di rumah mama mertua nya.


"Nama monik akan pindah ke KK aku dan suami ku, agar saat kamu dan anak ku bercerai, aku dan suami ku tak perlu repot repot lagi untuk memindahkan nama monik dan mengurus gampang mengurus semua keperluan monik. " Kata nenek nya monik, dan dengan monik yang di gendong kakek nya, mereka langsung keluar dari rumah nya andre.


Raisa yang sudah menunggu di depan pagar pun tersentum manis saat menlihat monik yang menangis bahagia, karena keinginan nyabdapat terwujud malam itu juga.


"Kakek... Nenek... Itu kak raisa, yang bantuin monik. pasti kak raisa pakai sihir deh, jadi keinginan monik cepat terkabul. " Kata monik sambil menunjuk ke arah raisa.


Kakek dan nenek nya monik pun berjalan ke arah raisa, dan terkagum saat melihat ternyata raisa adalah gadis yang sangat cantik. Bukan cuma wajah nya, tapi hati nya juga.


"Terimakasih nak, berkat mu aku dan istri ku dapat menikmati masa tua di temani oleh cucu kami yang lucu nan imut ini. "


"Sama sama kek, ini semua raisa lakuin karena monik yang minta kok. Jadi jangan terlalu berterima kasih, "


"Kamu gadis yang sangat baik nak, tak pastas menghabiskan sisa umur di rumah dan keluarga yang tidak baik seperti ini. Apakah kamu masih mau bertahan ? " kata nenek nya monik.


Raisa menampakkan senyum masam di wajah nya, dan berkata...


"Saya bertahan karena keadaan, kalo nanti keadaan nya sudah bisa saya tangani... Saya sendiri yang akan menceraikan andre nenek, jadi... Terima kasih karena sudah peduli dengan saya... "


"Ais anak muda, hanya seperti ini saja kamu berterima kasih ? Cepatlah tuntaskan yang sedang kamu kerjakan dan usahakan, karena tak ada yang tau tentang hidup ini. Siapa tau besok kita akan mati ?! Atau mungkin beberapa jam lagi, menit, atau pun detik. Jadi pergunakan lah waktu untuk hal hal yang membuat mu bahagia, karena itu adalah suatu kewajiban untuk setiap manusia. " Kata nenek nya monik dengan tatapan hangat.


Setelah itu, kakek dan nenek nya monik langsung berjalan ke arah jalan raya, karena sedari tadi sopir mereka menunggu di sana.


Monik terus melambaikan tangan nya pada raisa sampai masuk ke dalam mobil, saat melihat mobil yang di naiki monik sudah menghilang di panggung jalan, raisa langsung berbalik dan masuk lewat pintu belakang.


Setelah sampai di kamar nya, raisa langsung merebahkan badan nya dan mulai menatap langit langit kamar dengan pandangan yang mulai buram dan kantong mata yang mulai terasa berat.


Saat mata raisa sudah tertutup, otak nya masih aktif berpikir. Raisa memikirkan beberapa kenangan, dan hal apa saja yang ingin dia lakukan bersama ayah nya, almarhuma ibu nya, dan banyak pikiran lain nya.

__ADS_1


Raisa terus berkhayal, entah sampai di mana kesadaran nya hilang.. Raisa pun tak tau ! Intinya, saat ini raisa sudah terlelap sambil memeluk bantal guling nya.


__ADS_2