Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 101.


__ADS_3

Walaupun Resa marah marah, logika nya masih berjalan, dan Resa sadar bahwa tender dengan Amerika ini pasti akan membawakan keuntungan yang sangat banyak. Bahkan Resa berkesempatan menunjukkan kemampuan nya di negara lain. Siapa tau Resa dapat menjalin kerja sama dengan berbagai pengusaha besar, dan bisa membangun kantor cabang yang berpengaruh di sana.


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...


...❀...


Setelah selesai berbicara dengan si kembar, Resa masuk lagi ke dalam ruangan tempat dia bekerja dan ruangan tempat Raisa terbaring. Dia ingin mengecup kening dan pipi Raisa, dan ingin berpamitan untuk pulang ke Vila. Karena Resa saat ini benar benar membutuhkan istirahat.


...*Klek* Pintu yang di buka....


Resa masih menutup kembali pintu dan langsung mengangkat wajah nya. Lalu seketika penglihatan Resa melihat sesuatu yang lain ! Sesuatu yang lain itu sontak membuat pergerakan Resa terhenti, badan nya seakan kaku sepenuh nya.


__ADS_1


Di jendela, berdiri seseorang dengan perawakan yang Resa kenal dengan sangat jelas. Mata nya yang berkedip..



Bibir nya yang berwarna buah cery meskipun sedang tidak sehat...



Untaian rambut yang berterbangan karena tertiup angin membuat wajah nya dengan mata tertutup terlihat seperti suatu maha karya.



Dengan lidah yang seakan kaku, atau seperti seorang bayi yang baru belajar berbicara, Resa mengusahakan sebisa nya untuk angkat suara !


".... Sa... " Panggil Resa dengan suara yang nampak bergetar.



"...... " Raisa masih diam menatap ke arah Resa. Sedangkan Resa yang tidak melihat perubahan atau respon lain dari Raisa langsung merasa takut dan perlahan tangan nya tergenggam dengan sangat keras karena menahan emosi nya sekuat tenaga.


".... Res.... Resa.... " Sebut Raisa dengan suara yang terbata bata.


Resa yang nama nya di panggil langsung melihat ke arah Raisa lagi. Dan Resa melihat dengan sangat jelas, Netra Raisa sudah penuh dnegan liquid bening yang berserakan di mana mana. Bahkan sangat deras malah, hal itu membuat Resa merasa bersyukur akan sesuatu.. Jika Raisa menyebut nama nya, berarti Raisa tidak kehilangan ingatan benar ?

__ADS_1


Tak melihat reaksi dari Resa, membuat Raisa mencoba melangkah dengan keadaan kaki yang masih lemas, namun tetap Raisa paksakan. "... Res... Hikss.... Resaaa...... " Panggil Raisa dengan isak tangis.


Resa langsung berlari ke arah Raisa dan langsung menangkap tubuh Raisa yang jatuh dan hampir mengenai lantai. Raisa yang merasa diri nya sudah akan mengenai lantai sontak memejamkan mata nya nya kuat kuat dan saat menyadari tidak ada yang terasa sakit, Raisa membuka mata dan didapati lah diri nya sudah berada di pelukan Resa.


Resa sontak melonggarkan rengkuhan nya, karena melihat Raisa ingin bergerak. Tatapan mereka berdua bertumbukan dalam jarak yang sangat dekat, lalu ke dua tangan Raisa terangkat dan memegang ke dua pipi Resa.


"Ugghh.... Res... Hikss... Kamu beneran Resa kan ? " Dengan linangan air mata yang terus mengalir, Raisa memberikan pertanyaan yang membuat Resa menampakkan smirk di wajah nya.


"Seharusnya Aku yang berkata sepertu itu Sa ! Seharusnya Aku yang bertanya seperti itu sambil mengelus pipi Mu seperti ini ! " Jawab Resa sambil benar benar mengelus pipi Raisa dengan penuh kelembutan.


"Aaahh... Ini benar benar Resa ! Orang yang selalu menjawab tanpa melihat dan memperhitungkan situasi ! Orang yang selalu menjawab dengan seenak nya pada diri Ku dan bahkan lebih kelewatan pada orang lain. Aahhh, suara ini... Sentuhan dari tangan ini... Wajah ini.. Senyum ini... Dan wangi dari tubuh ini.. Uggghh, inilah yang Aku rindukan.. " Batin Raisa sambil menggigit bibir bagian bawah nya, dia berusaha menahan derai air mata nya, namun percuma karena mata nya tak mau menuruti kemauan nya


"Hiksss... Ressss... Huwaaaaa..... " Raisa langsung memeluk Raisa dengan sekuat tenaga yang dia miliki. Dia menghirup dalam dalam harum maskulin yang di pancarkan tubuh Resa. Raisa tak mau lagi menahan diri dan memendam semua nya seorang diri ! Kali ini dia ingin berbagi, karena tak ada orang atau keluarga, sahabat, dan kekasihnya yang merasa terbebani sedikit pun. Justru mereka akan merasa senang karena Raisa terbuka pada mereka.


"Saa... I miss you Sa... Syukurlah... Sungguh... suatu berkah kamu siuman dengan ingatan yang lengkap. Aku benar benar bersyukur akan hal itu ! " Ujar Resa sambil mengecup puncak kepala Raisa berkali kali. Resa memang menangis, namun tak sebanyak air mata Raisa. Entah Resa menahan atau sedang dalam mode tampil kuat di depan Raisa, inti nya Resa benar benar merasa senang yang tak bisa di gambarkan, karena Raisa dapat sadar kembali dengan ingatan yang lengkap.


Jujur saja, sekalipun Resa sudah tampil kuat di depan keluarga dan sahabat nya, sebenar nya dari relung hati Resa yang paling dalam Dia sangat ketakutan. Jelas, apalagi Dia sudah menyanggupi dan mengiyakan jika Raisa sadar tampa ingatan sedikit pun, dia akan merelakan Raisa pada Noa. Dan untuk pertama kali nya, Resa tidak mencerna situasi dan perkataan, yang di anggap Noa hanya sebagai ujian untuk membuat nya yakin bahwa Raisa berada pada orang yang tepat, atau memang hanya bercanda saja tanpa maksud tertentu.


Raisa masih terus menangis di pelukan Resa, dan Resa juga memeluk Raisa tak kalah kuat dan berkali kali mengusap rambut Raisa yang tidak di ikat. Resa juga terus mengecup kening dan puncak kepala Raisa, padahal selama Raisa terbaring di ranjang Resa terus melakukan hal yang sama. Entah kenapa Dia melakukan hal yang sama lagi, mungkin atau memang sudah pasti rasa nya berbeda kan ?! Karena ada sensasi tersendiri saat Resa mengecup Raisa dalam keadaan Siuman atau sadar !


Di tengah suasana yang sedang sedih sedih nya, Raisa justru menghancurkan suasana itu dengan berkata " ... Ress.. Aku pusing... "


Mendengar perkataan dari Raisa yang terdengar serak dan lemas, membuat Resa langsung sadar dan menggendong Raisa kembali ke ranjang pasien.

__ADS_1


Pundak tangan kiri Raisa tampak berdarah, karena tadi Raisa mencabut secara paksa selang infus karena ingin bangun dan berdiri. Raisa juga melepaskan selang O² yang terpasang di hidung nya, karena Dia ingin sekali menghirup udara dari jendela yang di buka itu. Melihat tirai jendela berterbangan ke sana ke mari membuat kaki Raisa yang masih lemas dapat berjalan.


Dan setelah sampai di jendela, Raisa mulai menutup mata nya dan menikmati angin yang menerpa wajah dan tubuh nya, serta menghirup oksigen yang lebih segar dan yang di rindukan oleh diri nya.


__ADS_2