
"Cih pelitttt.... "
"Aku adalah laki laki yang menjaga dan menepati janji loh Noa... " Cetus Resa dengan penuh kebanggaan dan percaya diri.
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
"Maka dari itu, Aku ingin meminta tolong pada Mu ! "
"Kamu pikir Aku akan mengiyakan begitu saja ? Terlalu banyak pekerjaan dan tanggung jawab ku, jangan menambah lagi ! Kalau mau mengurangi akan ku sambut dengan senang hati ! " Protes Noa yang sudah selesai mengerjakan semua hal yang harus di berikan pada tubuh Raisa di pagi hari.
"Aku titip Raisa ke Kamu Noa ! Tolong jaga dia selagi Aku pergi ken Indonesia ! Kalau ada hal buruk yang terjadi pada Raisa, segera lakukan tindakan apapun sekalipun tidak mendapat izin dari keluarga ku dan Om Surya. Kamu paham kan Noa ? " Tak menghiraukan ocehan Noa, Resa langsung menyampaikan keinginan nya. Dan Resa juga tau, bahwa Noa tak akan menolak nya sekalipun mulut nya berkata pedas.
"Hei.. Hei... Hei... Jadi kamu benar akan berangkat ke Indo ? " Noa mulai menghentikan pemikiran yang beranggapan bahwa Resa sedari tadi sedang bercanda.
__ADS_1
"Iya Noa ! Aku harus membereskan si bedebah itu sebelum Dia melakukan hal yang tidak tidak pada Raisa dan keluarga Ku ! " Cetus Resa penuh keyakinan.
"Tunggu.. Tunggu.. Tunggu.. Jangan bilang.. Mimpi kamu yang tadi, ada hubungan nya sama si bedebah itu ? " Tanya Noa yang sudah mulai Ngeh dengan pembicaraan.
"....... " Resa tak berkata apa apa dan hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Haaahh.... " Noa menghembuskan nafas panjang sambil memegang kening nya yang mendadak sakit.
"Baiklah... Pergilah ke Indonesia, lebih cepat lebih baik. Karena jika itu adalah Andre, Aku yakin mimpi Mu takutnya akan terjadi bagaimana pun cara nya ! "
"Em.... Maka dari itu Aku katakan sekali lagi... Jaga Raisa baik baik ! " Untuk yang ke dua kali nya, Resa meminta dengan sangat amat tulus pada Noa. Padahal Noa adalah sahabat terpercaya nya, tapi masih sangat meragukan di situasi saat ini.
"Resa.. Kamu meragukan kemampuan Ku ? " Sambil mengangkat satu alis mata nya, Noa bertanya dengan perempatan yang muncul di kening nya.
"Bukan.. Bukan... Aku bukan nya meragukan kemampuan Mu, hanya saja.. Aku takut terjadi hal buruk pada Raisa saat Aku tak ada di sini... " Jelas Resa yang kembali mengingat saat dulu setiap Raisa berada dalam bahaya, Dia akan datang paling akhir atau menjadi orang yang datang di waktu yang tidak tepat.
Kemudian Resa langsung mengangguk dan mendekati ranjang pasien milik Raisa. Resa mengecup kening Raisa cukup lama, karena mereka berdua akan berpisah setelah selama beberapa bulan ini selalu berada di satu ruangan yang sama, meskipun Raisa tak sadarkan diri.
"Sa... Aku pamit dulu yaah.. Kamu baik baik di sini, jangan membuat Noa kelabakan dan bingung mengambil keputusan saat Aku tak ada, mengerti ? Hehehe.. Anak pintar... " Ucap Resa sambil tersenyum dan mengelus pipi Raisa yang masih tampak cabi walaupun sudah terbaring selama beberapa bulan.
"CEPAT LAH PERGI KE INDONESIA SIALAN ! BISA BISA NYA KAMU PAMER KEMESRAAN DI DEPAN SEORANG JOMBLO ? KAMU SANGAT TERKUTUK RESS !! " Kata Noa sambil menyipitkan mata nya. Dia sungguh merasa menjadi satu satu nya Mahluk yang tidak seharusnya berada di ruangan itu.
"Maka nya cari PACAR bego ! Jangan hanya temenan aja.. Gak capek apa prenjon mulu ? " Tanya Resa sambil menjulurkan lidah nya mengolok Noa.
Noa seakan ingin berteriak namun sayang karena dia harus menahan suara nya di ruangan yang mementingkan ketenangan bagi Raisa yang saat ini sedang terbaring.
__ADS_1
Resa yang selalu saja merasa puas saat membuat Noa emosi tersenyum bangga dan keluar dari ruangan itu. Lalu meninggalkan Noa yang tengah sibuk mengatur nafas karena tak baik untuk kesehatan jika merasakan emosi yang berlebihan.
* * *
Setelah itu Resa tidak pulang ke Vila, dia hanya mengabari keluarga dan Surya bahwa ada meeting yang sangat penting di Indonesia, dan ada terjadi beberapa masalah yang cukup besar di perusahaan pusat sehingga Dia harus pergi ke sana.
Semua orang merasa ini hal wajar dan menyuruh Resa untuk fokus pada pekerjaan nya dan jangan terlalu khawatir pada Raisa. Karena sekarang nyawa Raisa tidak terancam sama sekali, hanya tinggal mengunggu Raisa siuman saja !
Semua orang memang beranggapan seperti itu namun tidak bagi Risa yang peka pada situasi. Dia langsung bertanya pada Resa apakah ada masalah lain ? Karena beberapa saat yang lalu Andro baru saja memberitahu bahwa semua nya berjalan dengan sangat baik dan tak ada gangguan apapun..
Hal ini lah yang membuat Resa menjelaskan secara singkat namun yang merangkum semua inti nya, Bahwa dia akan membereskan Andre sebelum Andre menciptakan persoalan lain yang tak pernah mereka bayangkan sebelum nya. Dan Risa tidak keberatan sama sekali. Risa yang sejak dulu mengajarkan pada anak anak nya agar tidak sombong dan memakai uang dalam jumlah banyak pada hal yang tidak perlu, kini dengan yakin menyatakan...
"KAMU BOLEH MENGGUNAKAN UANG SEBANYAK YANG KAMU MAU SAAT BERADA DALAM FASE BERURUSAN DENGAN ANDRE ! BERAPA PUN ITU TAK MASALAH, INTI NYA LAKUKAN DENGAN CEPAT, TEPAT, DAN BERSIH ! PASTIKAN POLISI TAK HARUS TURUN TANGAN ! "
Lampu hijau dari Sang Ayah membuat Resa merasa semakin senang, karena dengan begini akan mempermudah rencana yang sesuai dengan kemauan dan permintaan Raisa.
Resa juga meminta pada sang Ayah agar merahasiakan hal ini dari keluarga, karena jika mereka tau.. Maka mereka semua akan kekeh ingin pergi ke Indonesia dan sama sama memberikan pelajaran pada Andre.
* * *
...[ 20 Menit kemudian ]...
Resa dan Lisa sudah berada di dalam jet pribadi, dengan Lisa yang sibuk memikirkan cara apa yang tepat saat melakukan *HAL ITU* pada Andre. Berbanding terbalik dengan wajah Resa yang sudah tidak menampakkan wajah ramah atau bahkan senyum sampul seperti biasa nya. Di dalam otak nya, Resa sedang sibuk merencanakan rencana B dan C atau bahkan rencana D sebagai cadangan. Karena untuk jaga jaga, saat menyerang musuh harus mempersiapkan banyak peluru bukan ?
"Tak perlu terlalu dipikirkan Res.. Aku percaya rencana Kamu pasti akan berhasil kok ! " Ucap Lisa yang sudah mendengar rencana penuh dari Resa tentang Andre ini.
__ADS_1
Lisa sudah tau karena ini adalah permintaan dari Raisa. Raisa ingin agar Lisa menjadi bagian dalam proses memberi pelajaran pada Andre, karena dari banyaknya kenangan pahit yang Lisa dan Raisa jalani, Lisa lah satu satu nya orang yang menjadi wadah sekaligus tempat Raisa menyimpan dan menutup rapat rapat rahasia milik nya, seperti ginjal yang di donor kan pada Andre, kanker stadium empat, dan sebagai nya.
[ Note : Maaf Otor baru Up malam ini, itupun hanya 1 episode ! Dari hari minggu paket otor abis😭, makanya gak bisa ngetik ! So malam ini baru bisa lanjut ngetik deh. Tapi tenang aja, besok abis kerja Otor bakal Crazy Up untuk kalian semua. Mungkin jam update nya jam 5/6 sore deh ! Udah itu aja info nya, See you next day Guys 😘❤ ! ]