Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 80.


__ADS_3

Resa selalu menyempatkan diri untuk datang ke kamar Silvia di penghujung hari ( Malam ), menyanyikan lagu pengantar tidur seperti nina bobo, atau membacakan dongeng sebelum tidur.


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...


...❀...


Saat Resa bersama Papa Mama nya, Surya, Lisa, Erna, dan Dika sudah tiba di Vila yang sangat besar dan mewah untuk istirahat, di sisi lain saat Resa dan yang lain nya sedang mengobrol dengan Tiga Profesor setelah selesai operasi tadi, terdapat dua orang yang sedang di sibukkan dengan dunia mereka sendiri. Yaah, orang itu adalah Noa dan Sivia.


...[ Di Mini Market yang jarak nya hanya 300 meter, sesuai dengan yang di katakan orang tua Resa tadi. ]...


Noa yang tidak mengganti baju sama sekali, wlaaupun menanggalkan jubah dokter nya, Noa masih mengenakan coat putih panjang yang senada dengan warna sepatu nya. Saat Noa turun dari mobil, dia langsung menyita perhatian yang ada di sekitaran mini market. Jelas, dengan wajah nya yang segitu tampan nya, tak mungkin tak ada wanita yang tidak tertarik pada nya, sekalipun hanya sebatas mengagumi.


Noa langsung masuk ke dalam mini market itu, menyusuri satu lorong demi lorong lain nya untuk menemukan Silvia yang kalau tak salah tadi memakai baju berwarna biru muda, celana yang hanya sepaha, dan rambut yang di uraikan ke belakang begitu saja.

__ADS_1


Karena tidak menemukan Silvia di lorong manapun, apalagi di tempat Snack berada, Noa langsung menuju ke bagian kasir.


"Maaf, apa anda melayani seorang gadis tadi ? " Tanya Noa dengan bahasa Belanda.


"Maaf Tuan, tapi sedari tadi saya melayani banyak gadis yang berbelanja ! Apakah tidak ada petunjuk lain ? " Dengan nada rendah dan sopan, sang kasir bertanya karena memang mendapatkan banyak clue lebih mempermudah untuk mengingat kan ?


"Ah kalau begitu, apakah tiga jam yang lalu ada seorang gadis dengan paras yang sangat cantik membeli banyak sekali snack dan minuman milk dalam jumlah banyak ? " Karena biasa nya Silvia seperti itu jika masuk ke mini market, Noa merasa yakin bahwa ini sudah menjadi petunjuk yang paling jelas untuk si kasir.


"Tiga jam yang lalu ? Gadis cantik ? Banyak snack dan minuman milk lainnya ? " Gumam si kasir yang berusaha mengingat.


"Tuan, tadi memang ada gadis dengan paras cantik yang datang berbelanja sekitar dua setengah jam yang lalu. Ciri ciri nya sama dengan yang Anda sebutkan ! Tapi ada satu perbedaan nya, gadis yang saya layani tadi tidak membeli snack atau minuman milk dalam jumlah banyak. Bahkan, yang dia beli adalah Bir atau alkohol dalam jumlah banyak. "


"Apa ? Tak mungkin, apakah kamu yakin ? "


"Haaah... " Noa menghembuskan nafas panjang, jelas yang terjadi saat ini membuat dia tak dapat berpikir dengan jernih.


"Ayolah Noa... Berpikirlah.. Silvia tak mungkin menjadi anak yang seperti ini ! Pasti ada Clue lain yang menyatakan bahwa gadis yang di maksud tante tante kasir tadi adalah dua orang yang berbeda. Ah iya, ada itu kan ? " Batin Noa.


"Dia bayar menggunakan apa ? Uang Cash ? Kartu atau apa gitu ? "


"Ah, mungkin jawaban ini dapat meyakinkan Anda. Pembeli tadi membayar dengan kartu Black Card ! Saya tak menyangka dapat memegang kartu itu walaupun hanya sekali di umur saya yang sudah kepala tiga ini ! "


"..... " Noa terdiam. Jawaban dari mba kasir tak bisa membuat dia menganggap bawah gadis yang sedang di bicarakan ini adalah gadis yang sama.

__ADS_1


Entah kenapa, Noa masih belum percaya. Dia mengambil Ponsel nya, membuka galeri yang terpampang banyak foto Silvia yang dia unduh dari IG dan media lain nya. Noa mencari foto silvia yang baru dia unduh tiga bulan yang lalu, yang tampangnya lebih mirip dengan saat ini.


Sambil menunjukkan foto Silvia, Noa bertanya " Apakah ini adalah Gadis yang anda layani tadi ? "


"Ya Tuan ! Tepat sekali ! Waah, sungguh cantik sekali gadis ini jika tersenyum ceria seperti di dalam foto. Sayang sekali saya tidak melihat nya secara langsung tadi. Jangan kan senyum, berkata terimakasih saja tidak.... " Jawab Si Mba kasir dengan sejujur jujur nya.


"..... " Noa terbelalak ! Jika sudah sampai di tahap ini, mau mencari Silvia ke mana ? Noa bingung.


"..... Malah tadi saya sempat khawatir, karena melihat gadis tadi membeli bir dalam jumlah banyak ( 10 Botol ) , dan kudapan kudapan yang seperti nya akan di makan untuk mendampingi minuman bir dengan wajah baby face nya, yang saya saja tak percaya bahwa dia sudah berumur 19 tahun dan kata nya tahun ini akan berumur 20 tahun. Jadi saya meminta identitas nya, dan dia menunjukkan KTP dari ponsel nya. dia sudah dewasa, jelas saya tak curiga dan memberikan nota belanja untuk nya. Saat saya bertanya lagi apakah dia sedang kumpul kumpul dengan keluarga besar, dia hanya sedikit kaget dan menganggukkan kepala nya. Jadi saya berpikir mungkin dia gadis yang pemalu sehingga tak bisa berbicara dengan saya orang baru. "


Mba yang menjadi kasir itu menjelaskan lebih dalam lagi, tampak jelas bahwa Silvia menjadi satu ingatan yang tak bisa di lupakan begitu saja. Mendengar penjelasan dari si kasir akhir nya membuat Noa percaya bawa jelas Silvia lah yang membeli Bir dalam jumlah banyak itu. Noa langsung sedikit membungkuk, mengucapkan maaf karena sudah memakai waktu si kasir tadi, dan mengucapkan Terima kasih karena sudah mau memberitahu nya tetang Silvia.


Noa langsung berlari ke dalam mobil nya, dan hal itu membuat si penjaga kasir terkagum kagum. " Dasar anak muda... Aisssh... Sekarang cara mengejar cinta mereka masing masing semakin Romantis yaah.. Tapi gadis tadi, sungguh cocok dengan pria tampan yang seperti nya pujaan hati nya. Wajah mereka berdua itu seperti di ciptakan untuk memperindah anak yang bakal jadi penerus dunia selanjut nya. " Bacot si kasir yang tak tau apa yang terjadi antara Noa dan Silvia, dan yang akan terjadi ke depan nya.


* * *


Noa sudah mulai mengemudi dengan kecepatan yang paling pelan, sambil terus menengok ke samping kanan dan kiri. Sungguh leher nya sudah sangat amat sakit karena melakukan hal yang sama. Sampai akhir nya Noa menyerah dan menghubungi kawan nya yang dia kenal di Belanda.


...*Drrrtt... Drrrtt... *...


"Ada apa ? " Tanya seseorang yang langsung to do point saat mengangkat telepon dari Noa. Tampak jelas bahwa dia mengetahui jika Noa menghubungi nya, berarti akan meminta tolong.


"Apakah kamu bisa melacak seseorang untuk ku ? " Noa juga pun tak mau bertele tele lagi, dia langsung masuk ke inti pembicaraan. Karena ini bukan saat untuk diri nya menjelaskan secara berbelit belit.

__ADS_1


__ADS_2