Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 97.


__ADS_3

" GUNAKAN OTAK MU SAAT MENGKAMBING HITAM KAN SESEORANG ! SELAMA INI SAAT KAMU MENGIYAKAN FITRI YANG MENGKAMBING HITAM KAN RAISA, AKU DAN ISTRI KU BERUSAHA MENGIKUTI KEMAUAN MU, DENGAN HARAPAN KAMU AKAN MENYADARI HAL INI SECEPAT NYA ! NYATA NYA, KAMU LEBIH LAMBAN DARI SIPUT ! "


Dengan sangat tegas, Ayah dari Andre menegaskan bahwa di sini Resa tidak bersalah sama sekali. Entah akting atau apapun itu, Ke dua orang tua Andre sudah tak mau lagi membenarkan setiap perkataan Andre.


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...


...❀...


"Sudahlah.. Hentikan obrolan kalian bertiga ! Aku rasa sampai besok lusa juga kalian masih akan terus menyalahkan dan berteriak, jadi lebih baik diam atau akan ku potong lidah kalian semua ! Biar hanya tersisa pasien pasien yang bisu ! " Ancam Lisa yang langsung membuat suasana menjadi tegang dan hening seketika.

__ADS_1


Karena tiba tiba hening, membuat si kembar Andro Andra hampir pecah tawa nya. Karena suatu keberuntungan jika ke empat orang yang seperti orang gila itu dapat diam di waktu yang bersamaan.


"Res... Mending cepat selesaikan ini deh.. Raisa masih nunggu Kamu loh ! " Ujar Andro sambil menatap mata Resa.


"Aku setuju ! Karena tak ada gunanya jika kamu menghabiskan waktu berharga Mu dalam menyaksikan pertengkaran keluarga yang tak tau apa genre mereka sebenar nya ! " Sambung Andra dan kemudian menatap Andre dengan tatapan menghina, dan juga smirk menjengkelkan nya.


"........ " Resa terdiam. Entah kenapa dia kebanyakan terdiam saat menginjak kan kaki nya di indonesia. Dan entahlah, Resa juga merasa itu hal yang wajar. Saat ini Raisa belum siuman, dan tak ada alasan bagi Resa untuk banyak bicara dan bertawa ria bersama yang lain. Resa seakan sedang menjalani hal yang di rasakan oleh Raisa. Hanya diam dan tidak berbicara, yaah tapi setidak nya Resa masih tetap berbicara saat hal hal penting sedang terjadi.


"Bawa keluar ke dua orang itu ! Buang mereka di mana saja, karena mereka sudah tidak punya rumah dan tempat untuk pulang. Terserah mereka mau hidup seperti apa, itu bukan urusan ku ! " Perintah Resa pada ke enam anak buah nya. Dan ke enam anak buah yang tadi bertugas menodongkan pistol pun langsung membawa orang tua Andre ke luar. Mereka sungguh patuh pada Resa, dan hal itu sudah menjadi hukum mutlak saat mereka di regrut oleh Resa sendiri.


* * *


Ke dua orang tua Andre sudah di evakuasi ke tempat lain.. Ah, atau mungkin ke pinggir jalan lebih tepat nya, meninggalkan Fitri dan Andre seorang diri di dalam ruang operasi itu. Yaah, walaupun secara logika mereka tidak sendiri, karena ada lima orang dokter selain Lisa, dan ada si kembar Andro Andra bersama Andre.


"Kau... Bukankah kau adalah sekretaris terpercaya ku ? Kenapa saat ini kau berdiri di samping Resa dengan penuh kebanggaan hah ? Kenapa ? Kenapa kau mengkhianati Ku sialan ?! "


"Sejak awal Aku memang tidak menaruh rasa setia Ku pada Mu ! Dan memang sejak awal Aku berada di sisi Mu karena rencana dari Resa dan Kaka ku. Keluarga Mu telah membuat kelurga Ku hancur. Perusahaan Kami Raib dalam semalam, Ayah dan Ibu ku mati karena bunuh diri dan serangan jantung karena terlalu frustasi dan patah semangat untuk mereka terus hidup. Ini adalah sebagian kecil dari apa yang harus Kau terima dan jalani ! So, selamat menikmati ! " Jawab Andra sambil menatap Andre dengan tatapan benci.


"Kau tau ? Setelah dari sini, ke enam anak buah Resa akan berpura pura bahwa Kamu berkata hal yang kasar tentang ke dua orang tua Mu, dan hal itu akan memicu serangan jantung pada Ayah Mu yang sudah di vonis oleh Lisa, bahwa sedikit saja emosi yang menyulut adrenalin, Ayah Mu akan menerima balasan yang sama seperti Ayah Ku waktu itu. Apa kau merasa puas Andre ? " Tanya Andro.

__ADS_1


"KENAPA KALIAN TAMPAK SANGAT KEJI PADA KELUARGA KU HAH ? HANYA PERUSAHAAN YANG SUDAH LAMA BANGKRUT KAN ? KENAPA JUGA HARUS MEMBALAS HAL ITU PADA KU, DASAR SINTING ! " Teriak Andre yang sudah merasa terancam dan di sudut kan.


"Tak usah berbicara dengan mahluk yang tak berotak itu Andro, Andra ! Dia tak akan berubah dan tak akan merasa bersalah sedikit pun. " Sambil menatap Andro dan Andra secara bergantian, Resa menghentikan mereka agar tidak berbicara dengan Andre yang di sebut nya dengan kata Mahluk. Andro dan Andra mengerti apa maksud Resa dan memilih mengangguk sebagai jawaban.


"Lisa, suntikan cairan itu pada tubuh nya ! " Perintah Resa yang sudah memberi lampu hijau pada Lisa.


"Akhirnya kesempatanku untuk balas dendam atas perbuatan Mu selama ini tercapai. " Ucap Lusa dan berjalan ke arah Andre dengan suntik yang tampak berisi cairan berwarna biru.


Andre langsung meronta ronta dan kekeh tak mau di suntik, namun karena di pegang oleh lima dokter pria yang lain, Andre benar benar tak bisa berkutik. Setelah menyuntik Andre, Lisa beralih ke arah Fitri dan menyuntik kan cairan yang sama. Selang beberapa menit, dampak yang di hasilkan dari cairan biru itu pun muncul.


Badan Andre dan Fitri sudah tidak bisa bergerak lagi, namun kesadaran mereka masih ada. Walaupun Lisa menampar mereka berdua secara bergantian dan berulang ulang, mereka berdua tetap tak merasa sakit namun mulut mereka masih dapat berbicara. Melihat reaksi itu sontak membuat Lisa menampakkan smirk bahagia di wajah nya.


"Seperti nya cairan buatan ku sudah berhasil dan dampak nya seperti yang Aku duga. Mereka tak akan merasa sakit walaupun organ dalam nya Aku bedah, dan hanya mulut mereka yang aktif melantunkan kata kata kasar... Aku sungguh seorang Genius.. " Puji Lisa pada diri nya sendiri dan tentu nya merasa bangga. Hal itu membuat Reda dan si kembar menatap datar ke arah Lisa, karena saat ini Lisa tersenyum layak nya nenek sihir saat berhasil membuat seorang putri memakan apel beracun nya.


* * *


"Oke, kita mulai operasi nya ! " Cetus Lisa dengan wajah yang masuk mode serius. Hal itu membuat Resa dan yang lain nya terheran heran, benar kah yang tadi tampak seperti nenek sihir adalah Lisa ?


Lisa mulai membedah perut milik Andre, namun karena Andre tidak lagi dapat merasakan sakit atau nyeri, itu bukan hal yang dapat menutup kemungkinan bahwa tetap terasa ngeri karena kesadaran Andre tidak menghilang seutuh nya dan dapat melihat pisau bedah membelah tubuh nya dan darah merah yang masih segar keluar begitu saja.

__ADS_1


"U.. Untuk apa Kamu membelah bekas operasi ginjal ku hah ? " Tanya Andre dengan wajah nya yang pucat seketika.


"Untuk mengambil ginjal Raisa yang di berikan pada Mu sembilan tahun yang lalu ! " Jawab Lisa dengan tanpa keraguan sedikit pun.


__ADS_2