
Wanita yang mengemudi itu langsung keluar dan menarik raisa keluar dari dalam taxi.
Hari sudah malam, apalagi ini adalah gang sepi yang jarang di lewati orang ! Kali ini, kepanikan berhasil menguasai seluruh pikiran raisa. Sehingga Raisa tak bisa berpikir jernih.
"Hei aku sudah datang, keluarlah.. " Kata wanita itu dan tiga orang wanita pun keluar dan menampakkan diri. Raisa langsung mundur tiga langkah ke belakang, dan tangan nya mulai gemetaran.
"Kenapa kalian membawaku ke sini ? Apakah kalian punya dendam pada ku ? " Tanya raisa dengan wajah yang mulai keringat dingin.
"Entahlah.. Pertama, kami berempat di bayar. Ke dua, kami berempat menyukai kak Resa. Ketiga, kami berempat benci melihat kedekatan mu dengan kak resa. Apakah alasan ini sudah cukup ? "
"Siapa ? SIAPA YANG MEMBAYAR KALIAN ? " Teriak Raisa.
"Entahlah... Siapa tadi nama itu cewek ? Em.. Fatra? Fatri ? Ahh... Fitri..! "
"....... " Raisa hanya bisa terdiam dan menatap ke empat orang itu dengan tatapan benci.
"Fitri ? Apa masalah mu pada ku ? Sungguh aku membenci mu.. AKU BENAR BENAR BENAR MEMBENCI MU !!! " Geram batin Raisa sambil mengepalkan tangan nya.
"Sudah.. Sudah.. Sekarang kami akan memukul mu sampai babak belur, maka tugas kami selesai dan dendam kami terbayarkan. "
Keempat orang itu langsung berjalan ke arah Raisa, namun karena raisa belum minum obat, kepala nya kembali terasa pusing bahkan hidung nya mulai mengeluarkan darah. Pandangan raisa mulai buram dan akhirnya kehilangan kesadaran.
"Hei, apakah dia sengaja ? "
"Entahlah, kalo kita pukul pasti dia bakal bangun. Jadi ayokk... "
..."Buuukkk.. "...
..."Pak.... "...
..."Plak... Plak... "...
Mereka berempat langsung menendang, menginjak, bahkan menampar pipi raisa empat kali di tempat yang sama sampai ujung bibir nya robek dan berdarah.
"Aiss... Dia beneran pingsang, tapi karena kita sudah menjalan kan tugas kita, ayok kita pergi dari sini. "
Keempat wanita itu langsung naik taxi yang tadi di naiki raisa, dan meninggalkan Raisa terkapar di atas tanah dalam keadaan pingsan begitu saja.
.......
__ADS_1
.......
.......
.......
.......
...(30 Menit kemudian)...
"Urrgg.. " Keluh Raisa yang baru sadar dan berusaha bangun dengan tangan nya sebagai tumpuan.
"Mereka berempat jelas memukul ku saat aku pingsan, dasar manusia manusia ANJ*NG...!!!! " Maki raisa di ujung perkataan nya dengan tatapan geram.
Mata Raisa langsung memindai keadaan sekitar, dan mencari gitar nya..
"Di mana gitar ku ? Gitar dari ibu ! " Raisa langsung menyalakan senter dari hp nya, dan mencari gitar nya.
Dan yaah, gitar nya di buang di got yang terdapat air bekas hujan kemarin. Raisa langsung mengambil gitar yang terbungkus tas hitam tempat penyimpanan gitar seperti biasa nya.
Raisa buru buru mengeluarkan gitar nya, dan syukurlah gitar nya tidak terkena air sedikit pun.
Raisa menahan taxi yang lewat, memberitahu alamat rumah andre, dan tibalah di rumah yang menjadi tempat dia menderita selama ini. Raisa turun tanpa mengucapkan terima kasih dengan senyuman seperti biasa nya. Bahkan raut wajah nya membuat pak supir pun hanya bisa menjalan kan mobil dengan cepat, agar raisa segera keluar.
...*Brak.! *...
Pintu taxi yang di tutup dengan kuat.
"Astaga.... Apakah dia anak geng motor ? Pasti dia baru habis berkelahi, lihatlah wajah nya. Untungnya dia sudah turun, Ya Tuhan... Cari uang gini amat.. " Pak supir pun langsung menjalan kan mobil Taxi nya menjauh dari rumah andre.
"Akhirnya, aku sampai di rumah bedebah sialan ini... Cuih... Menjijikan ! " Kata Raisa meludah, dan meremas surat perceraian kuat kuat di tangan nya.
Raisa langsung membuka gerbang, dan membiarkan nya begitu saja, karena dia akan keluar dari rumah itu setelah mendapatkan tanda tangan Andre.
"Klek" Pintu yang di buka.
Raisa langsung masuk dengan sepatu yang dia pakai tadi, tanpa membuka nya sama sekali.
Raisa langsung menyandarkan gitar nya di laci yang dekat dengan meja ruang tengah, dan menyimpan surat perceraian dengan andre di atas meja itu.
__ADS_1
"WOI..... GAK ADA ORANG KAH ? KELUAR DONG, GUE MAU NGOMONG...! "
..."PANG... PANG... PANGG... PANG. "...
Teriak Raisa kuat kuat sambil memukul dandang di dapur dengan sutel. Otomatis andre dan fitri pun turun karena kelabakan, karena keributan di tengah malam itu sangat amat mengganggu.
"Raisa ? Lo masih tau pulang rumah yaah ? Cuih, kenapa gak tinggal dan jadi wanita murahan aja di rumah Resa ? " Sindir andre dengan tatapan menghina nya.
"Kak Raisa... " Panggil fitri dengan suara lemah lembut nya.
"TANDA TANGAN ! " Kata raisa sambil membuang pena di atas meja, sehingga andre mengalihkan pandangan nya pada kertas yang ada di atas meja.
"Apa ini ? " Kata nya sambil mulai membaca kata demi kata di atas kertas putih itu.
"Surat perceraian ? KAMU MAU CERAI SAMA AKU ???? " Andre mulai menaikan nada bicara nya.
"JANGAN BEGO DEH ! KALO UDAH BACA YA UDAH, GAK USAH NANYA LAGI ! BUAT APA MENANYAKAN PERTANYAAN YANG SUDAH ADA JAWABAN NYA ?? " Sindir Raisa dengan wajah menghina nya, yang tak kalah dari wajah menghina andre sekeluarga seperti biasa nya.
"...... " Fitri hanya diam dengan perasaan senang yang luar biasa, karena akhirnya dia dapat memiliki andre seutuh nya, bahkan dapat menjadi istri nya.
"APA MAKSUD MU ? KARENA KAMU, HARI INI FITRI MENJADI BAHAN TERTAWAAN DI ACARA REUNIAN. DIA SAMPAI NANGIS DAN MEMBUAT KONDISI TUBUH NYA SEMAKIN MELEMAH, KAMU TAU GAK KAMU ITU PENYEBAB SEMUA KESIALAN YANG TERJADI ! " Teriak Andre sampai urat urat di wajah nya terlihat.
"LO BEGO APA GIMANA SIH ? PERASAAN PEMBICARAAN NYA LARI JAUH BANGET TAU GAK ? PERASAAN GUE LAGI NYURUH LO BUAT TANDA TANGAN, BUKAN CURHAT MASALAH DAN KEGIATAN FITRI HARI INI !!! " Teriak raisa dengan suara yang tak kalah melengking dari andre.
"Hiksss๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ๐ญ.. " Fitri pun mulai menangis.
Sungguh tak nyambung sama sekali, yang lagi di bahas apa, mereka balas apa... Apakah otak mereka masih ada ? Perasaan yang seharusnya mereka katakan adalah seputar surat perceraian ! Bukan masalah fitri atau siapapun itu !
"GAK NYAMBUNG SAMA SEKALI TAU GAK ! " Sindir raisa dengan wajah menghina seperti tadi.
"KAMU...!!! " Geram andre dan berjalan ke arah raisa.
Raisa sudah siap mau di tampar atau apapun, karena dia dapat menjadikan itu sebagai penyesalan seumur hidup andre karena telah menamparnya.
Namun....
..."BUUUUUNNNGGGGGG....!!!!!!!! "...
Suara benda yang di banting membumbung tinggi di ruangan itu, benda yang di banting itu hancur berkeping keping di hadapan Raisa. Suara dari senar gitar yang putus dan di paksa lepas dari posisi nya membuat telinga Raisa seakan gatal.
__ADS_1
Dan yaah, yang di banting oleh andre adalah gitar Raisa. Gitar yang menjadi peninggalan ibu nya, yang telah di jaga oleh Raisa selama bertahun tahun....