Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 103.


__ADS_3

"Yaah.. Di malam itu Aku yang membawa pulang gitar Mu Sa ! Karena Aku takut Kamu terlalu bersenang senang dan kehilangan Gitar peninggalan dari Ibu Mu. Aku bahkan pergi ke Apartemen / Studio lukis Mu untuk menyimpan gitar di lemari yang hanya bisa terbuka oleh sidik jari Milik Ku dan Milik Mu , sebelum Aku pergi ke rumah sakit untuk jagain Silvia ! "


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...


...❀...


"Tunggu.. Tunggu dulu... Apakah Kamu sedang melucu Res ? Kamu gak lagi becanda kan Res ? Sungguh ?? " Mendengar penjelasan dari Resa membuat Raisa ragu untuk percaya, karena takut nya Resa hanya bercanda atau hanya pura pura berkata demikian, agar kesehatan dari Raisa semakin membaik.


"Sa... Aku gak bohong loh ! Bentar Aku telfon Si kembar Andro Andra, biar mereka pergi ke studio lukis Mu untuk memperlihatkan Gitar berwarna biru itu ! " Karena melihat Raisa masih merasa ragu akan pernyataan Resa, Resa memilih untuk menunjuk kan fakta yang tak bisa terbantah kan saja. Karena itu lebih baik.


"..... " Raisa hanya diam dan menatap Resa lamat lamat. Dia ingin percaya pada Resa, tapi karena Dia melihat dengan jelas bahwa gitar biru itu di hancurkan tepat di depan mata nya, Raisa memilih untuk was was.. Agar tidak terlalu percaya dan ujung ujung nya sakit hati.


* * *


...[ Lima menit kemudian ]...


"Haaaahh... " Resa menghembuskan nafas panjang.

__ADS_1


" Kenapa Res ? " Tanya Raisa, karena melihat lima menit ini hanya hening dan tak ada percakapan sama sekali.


"Si kembar gak ngangkat telepon nya Sa ! Seperti nya mereka masih marah.. " Keluh Resa.


"Marah ? Kalian lagi marahan karena masalah apa sih Res ? Perasaan tadi suara Kamu lantang banget deh ! Berisik tau ! Untung aja Aku bisa akting, jadi bisa pura pura tidur. Kalau enggak kan Aku gak bisa kasih kejutan ! " Ujar Raisa sambil lanjut memakan buah anggur yang ada di tangan Resa. Dia tampak sangat menikmati buah anggur dari pada buah pisang dan buah lain nya.


"...... " Resa menatap Raisa dengan mata yang terbelalak ! Resa benar benar membulat kan mata nya, karena merasa kaget akan perkataan Resa.


Respon Resa jelas saja. Karena Raisa kenapa harus pura pura tidur coba ? Kesadaran Raisa yang di tunggu selama ini, adalah harapan semua orang, terlebih khusus nya Resa.


"... Sa ? Kenapa Kamu pura pura tidur ? " Dengan mata yang masih terbelalak, Resa seperti sedang meminta alasan logis dari si putri tidur *Raisa*.


"Ya Aku harus pura pura tidur Res.. Gak tau juga alasan nya apa, tapi Aku yakin bahwa membuat kejutan pada Mu dengan berdiri di samping jendela benar benar bagus dan tepat di timing seperti ini ! " Jelas Raisa tanpa keraguan sedikit pun.


Resa merasa seperti kurang puas akan jawaban dari Raisa, padahal jawaban apapun yang akan di keluarkan oleh Raisa adalah sesuatu yang benar. Lalu kenapa harus di perpanjang dan di jadikan permasalahan coba ?!


Resa langsung menyimpan nampan berisi buah yang dia pegang, dan dengan sangat cepat langsung mendekat serta langsung menangkup dagu Raisa dengan sedikit kasar mungkin ? Sambil berkata " Beritahu pada Ku Putri tidur ! Kapan dan mulai dari mana Kamu mendengarkan percakapan Ku ? Ah tidak, apakah Kamu sudah siuman dari kemarin ? Jawab Sa - Ah bukan... Jawab Putri tidur ! " Cetus Resa dengan pandangan mata yang seolah tak mau beralih ke arah lain.


".... " Resa masih diam dan menatap Raisa dengan tatapan yang sama. Dia seakan meminta penjelasan lebih.


"Hmpt.. " Raisa menggembungkan pipi nya dan memasang wajah kesal pada Resa karena tidak percaya masih meminta penjelasan yang tidak di butuhkan di situasi seperti ini.


"Aku sadar itu waktu kamu lagi berantem sama Si kembar Andro Andra ! Entah lah percakapan nya mulai dari mana... Masalah tender kah ? Emm dengan negara apa yaah ? Ah, Amerika! Sekarang udah puas ? "


"Lalu...? " Tanya Resa lagi ! Dia seakan tau bahwa masih ada sepenggal cerita yang belum Raisa sampai kan.


"Em... Lalu saat Aku tersadar, Aku masih belum bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan. Aku takut ini hanya bagian dari kehampaan dalam sebuah ruangan kosong tampa kehadiran apapun dan siapapun.. Lamat lamat Aku dapat kembali mendengar suara sekitar ! Dan betapa bahagia nya Aku saat mendengar suara Mu Res.. Lalu Aku mulai menggunakan otak ku untuk kembali berpikir, bahwa akan lebih bagus jika Aku tetap berpura pura tidur hingga Kamu keluar dari ruangan... "

__ADS_1


Raisa berhenti sejenak dalam bercerita ! Mata nya yang sedari tadi menghindari tatapan Resa, kini mencoba menatap mata Resa. Dari tatapan Resa, dia sedang menunggu kelanjutan cerita dari Raisa tanpa berbicara atau menyela perkataan Raisa.


"... Lalu saat Aku bangun, tangan ku yang terpasang selang infus sangat mengganggu penglihatan Ku ! Jadi Aku segera melepasnya secara paksa dan sambil tertatih tatih menjadikan dinding sebagai tumpuan, Aku tiba di samping jendela. Betapa segar dan sangat nikmat udara yang menerpa wajah Ku dan yang Aku hirup. Sesaat, Aku lupa bahwa Aku ingin memberikan Mu kejutan dengan duduk diam di atas ranjang. Aku terbuai dengan kesejukan dari udara yang membuat rasa gerah ku menghilang, hingga akhirnya Kamu masuk ke dalam ruangan. Sungguh, Aku bukan nya berpura pura tidak mendengar Mu. Namun Aku terbuai dengan sensasi nyaman yang Aku dapatkan dari Alam. Sehingga suara pintu saja tidak Aku dengar.. "


"Lalu kenapa Kamu dapat membuka mata Mu saat mendengar Aku memanggil nama Mu ? " Tanya Resa.


"Karena suara Mu bertabrakan dengan angin dan membangunkan Ku yang hampir saja tertidur karena kenikmatan alam. "Jawab Raisa tanpa ragu sedikit pun.


"Haaah... Sungguh Aku seperti kehilangan kendali jika melihat Mu seperti ini ! " Ujar Resa akhirnya.


Resa mulai semakin mendekatkan bibir nya ke arah bibir Raisa, tampak betul Dia sangat merindukan adegan ini.


"Maka Aku akan senang karena menunggu Kamu kehilangan kendali sejak tadi. " Ujar Raisa yang juga sudah siap menerima ciuman dari Resa.


Resa sedikit menyunggingkan senyum di ujung bibir nya saat mendengar perkataan Raisa. Tidak Dia sangka bahwa Raisa juga memiliki pikiran yang cukup liat.


Tinggal beberapa detik, bibir ke dua insan ini akan bertemu. Namun...


...*Klek.. * Pintu yang terbuka. ...


...*PRANGG.... * Nampan berisi buah jatuh dan menciptakan gema di dalam ruangan. ...


Dan hal itu membuat Ciuman Resa dan Raisa batal, karena mereka berdua harus melihat apa yang terjadi di depan pintu.


"KAK.... KAK RAISA UDAH SIUMAN ??? " Dengan mata yang terbelalak, Silvia bertanya dengan suara yang menusuk masuk ke dalam pendengaran Resa dan Raisa.


Resa dan Raisa belum merespon kekagetan dari Silvia, Resa justru mengucek rambut nya karena merasa frustasi..

__ADS_1


"Sial... Gagal karena Adek gue sendiri ? " Gumam Resa yang di dengar oleh Raisa.


Raisa tertawa pelan saat mendengat perkataan Resa yang sengaja di perkecil karena kedatangan Silvia, namun di sisi lain Raisa juga merasa sedikit kesal karena ciuman pertama setelah siuman itu gagal total dan seperti nya dapat terjadi dalam waktu lama.. Karena menurut perkiraan Raisa, sedikit lagi ruangan nya akan di penuhi oleh keluarga, Sahabat, dan orang orang yang khawatir dan dengan tulus sayang pada diri nya.


__ADS_2