
Setelah berfoto di taman bunga kemarin, kini tibalah hari di mana Raisa akan pulang kembali ke rumah purnama, atau lebih tepatnya rumah andre.
Suasana di rumah surya sedari jam empat subuh sampai jam tujuh pagi, sangat amat slow atau lemas. Tidak seperti biasa nya.
"Ayah... Ayah udah liatin Raisa dari tadi kaya gitu loh, bisa bisa wajah raisa bolong.. " Keluh Raisa yang saat ini sedang memakan Roti tawar yang sudah dia panggang tadi.
"Ayah mau lihat putri ayah sepuasnya, sebelum pergi lagi. Emang ada yang salah ?! "
"Hahaha, Raisa bakal rajin rajin main ke sini ayah. Ayah nantikan aja, nanti Raisa main ke sini lebih sering.. Mau sama Resa atau sama Silvia, Raisa pastinya bakal datang ayah... " Jawab Raisa sambil mengusap rambut ayah nya
"Bukan kah seharusnya ayah yang mengusap rambut kamu yaah ? Kaya kebalik, "
"Sesekali No problem kan ? Hahaha, " tawa renyah raisa terdengar di ruang makan itu.
Sedangkan silvia dan resa sedang sibuk membawa koper mereka ke bagasi mobil.
"Kamu gak beres beres pakaian kamu sa ? " Tanya sang ayah.
"Ya enggak lah. " Jawab raisa santai.
"Ko gitu ? "
"Baju raisa di simpan di sini aja ayah, biar pas raisa datang main ke sini lagi... Raisa gak perlu bawa koper dan beberapa aksesoris lain nya, atau ayah keberatan ? "
"Enggak.! Enggak sama sekali, tapi baju kamu kemarin itu ada dua koper lo sa, emang kamu mau pakai apa kalo udah sampai di sana ? "
"Gak papa ayah, baju raisa di sana masih banyak kok. Tenang aja... " Kata raisa dengan wajah serius, padahal dia sedang berbohong.
Kebohongan yang di sampaikan raisa berjalan mulus tanpa hambatan, Raisa memang sengaja membawa semua pakaian dan semua benda milik nya kembali ke rumah Ayah Surya.
Di kamar nya yang berada di rumah andre, sudah kosong melompong. Hanya menyisakan satu kasur, satu bantal kepala, dan satu bantal guling. Boneka panda berukuran besar saja sudah raisa bawa ke rumah ayah nya, apalagi pakaian dan aksesorisnya.
Raisa sengaja melakukan ini, agar lebih gampang saat keluar dari rumah andre. Sedangkan Ayah nya, Resa, dan Silvia..Rak ada yang menaruh curiga sedikitpun.
Entahlah, mari doakan yang terbaik. Agar rencana Raisa dapat berjalan dengan baik, dan mendapat HAPPY ENDING .!
...๐ธ...
...๐ธ...
...๐ธ...
...๐ธ...
__ADS_1
...๐ธ...
...(Jam 12 siang)...
Setelah selesai makan siang, surya mengantar kepergian Silvia, Resa, Dan putri nya Raisa.
"Jaga kesehatan di sana ya sayang ! Jangan lupa makan, istirahat yang cukup, jangan terlalu kerja berat di sana. Badan kamu jadi kurusan kaya gini. Pokok nya sering sering main ke sini yaah. " Kata Surya sambil memeluk raisa kuat kuat.
"Ayah juga jaga kesehatan di sini yaah, harus sehat sehat aja biar bisa nemenin Raisa sampai tua. Pokoknya harus yaah. " Kata Raisa sambil mengusap usap punggung ayah nya.
Setelah selesai berpelukan, silvia juga memeluk surya dan berpamitan, sedangkan resa hanya mengucapkan terimakasih dan beberapa patah kata sebagai sopan santun.
Setelah selesai, mereka bertiga menyalim tangan surya dan langsung berangkat. Resa sengaja membuka kaca mobil agar silvia dan raisa dapat melambaikan tangan ke arah om surya.
"Dadaaaahh Ayaaahh.. " Teriak raisa.
"Kalo udah panen buah anggur, jangan lupa panggil silvia yaah Om. " Teriak silvia yang selalu berbeda dari yang lain.
"...... " Surya hanya terdiam dan balas melambaikan tangan sambil tersenyum dan tertawa karena salam pamit dari silvia.
...๐...
...๐...
...๐...
...๐...
"Eh, kan waktu datang kamu udah duduk sama Raisa sil. Sekarang seharusnya giliran Raisa duduk di sebelah aku. " Protes resa.
"Ih gak mauu..!! Orang kak raisa aja gak masalah kok, Kak resa ni dikit lagi minta di tabok sama silvia yaah ? "
"Idih, padahal kaka ngomong nya baik baik loh. Kenapa udah sampai ke kata tabok ? Emang kamu sanggup gelud sama aku ? " Jawab resa yang tak mau kalah.
"Res... Mending kamu fokus menyetir deh, Kalo kita kenapa napa di jalan, kan gak lucu bikin ayah khawatir. " Tegus raisa karena memang ingin mendapatkan ketengan.
"Belainnnn teruusssss. " Protes resa.
Raisa dan Silvia pun tertawa terbahak bahak karena omelan resa itu tak bisa di rem sama sekali.
"Yaudah, kalo gitu besok kamu jemput aku yaah res. Besok aku mau ke Galery, kan besok lukisan aku udah di lelang. Kamu ada waktu buat temenin aku gak ? " Ajak raisa agar omelan resa dapat terhenti.
"Beneran sa ? Kalo untuk kamu apa sih yang enggak ? Besok aku masih bisa ambil cuti kok, kan mau temenin kamu ke Galery. Gak kaya seseorang, yang gak bisa temenin kamu dan HARUS KE SEKOLAH KARENA UJIAN.! " Kata resa penuh penekanan, dan singgungan ini khusus untuk adik nya.
__ADS_1
"Hmpt... " Silvia pun ngambek, dan membuat pipi nya mengembung.
Resa sebagai kaka pada umum nya, tentu nya merasa senang karena menang debat dari adik nya.
"Sil, jangan ngambek lagi yaah. Kita mampir ke toko baju buat shoping yaah, siapa tau mood kamu jadi lebih baik. " Bujuk raisa.
"Siapa yang bayarin ? " Tanya silvia masih ngambek.
"Aku yang bayarin sil, pakai kartu Black Card.. Gimana ? Masih mau ngambek ? " Tanya resa dengan smirk keagungan nya.
"Ini.. Ini karena silvia gak mau uang kaka mubasir yaah, kalo enggak juga silvia gak bakal mau maafin kak resa. " Jawab silvia yang sedikit gengsi, padahal merasa sangat amat senang. Shoping baju sepuasnya dan di bayar oleh kaka, adik mana lagi yang mau menolak kesempatan Emas seperti itu ?
...๐ธ...
...๐ธ...
...๐ธ...
...๐ธ...
...๐ธ...
...(Di tokoh baju)...
Karena Raisa dan Silvia sama sepertu wanita pada umum nya, jadi saat berbelanja pasti kelepasan. Seperti sudah berjanji hanya ingin membeli beberapa baju, tapi karena kepincut dengan model model terbaru... Sudah pasti tanpa berpikir dua kali, mereka langsung membeli nya.
Resa memang sudah tak mau mempersalahkan lama nya silvia dan Raisa memilih pakaian, tetapi ini sudah sangat lama.
"Kak raisa, lihat ke sini. Biar silvia fotoin, baju itu cocok banget sama kak raisa. " Kata Silvia dengan hp yang sudah stans by di tangan nya.
"Benar kah ? Kalo begitu tolong foto kan yaah, " jawab raisa dan memasang pose foto.
"Gilaaa.. Keren banget, gimana kalo coba baju yang lain ? " Kata silvia.
Dan Raisa pun menuruti kemauan silvia, dengan memilih ulang pakaian dan model mana yang cocok pada tubuh nya.
Setelah memakan waktu yang cukup lama, akhirnya silvia dan raisa selesai berbelanja. Dengan total keseluruhan *65 Juta*. Resa ingin protes, tapi untuk apa ? Resa kan tidak kekurangan uang sama sekali, justru resa kelebihan uang. Jadi butuh ke dua wanita ini untuk menghabiskan nya.
Hasil belanja silvia adalah 15 tas, sedangkan raisa hanya 10 tas belanja saja. Karena beberapa baju dan aksesoris miliknya adalah yang paling mahal, dari pada punya silvia.
__ADS_1
Alhasil, Raisa dan Silvia pun keluar dari tokoh baju dengan ekspresi riang tak tertandingi.