Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 41


__ADS_3

...(Di tempat Pameran Desert)...


Surya, Raisa, Resa dan Silvia telah sampai di tempat di adakan nya pameran desert, yang ada di dekat kompleks. Mereka berempat hanya berjalan kaki, karena tempat pameran desert nya tidak terlalu jauh.


Pakaian mereka berempat sangat sederhana, tak ada yang spesial atau yang menyita perhatian. Tapi karena wajah mereka berempat sangat limited edition, jadi kehadiran mereka menyita banyak perhatian.


Saat baru memasuki tempat yang di maksud, dari depan sampai sejauh mata memandang, terdapat puluhan meja kecil yang berjejer, menampilkan desert buatan masing masing.


Ada beberapa desert yang di taruh di dalam ruangan karena terlalu banyak, sehingga pengunjung harus masuk ke dalam untuk membeli nya, jika tertarik.


...Desert Desert yang telah di lihat oleh Surya, Resa, Raisa dan Silvia. ...








"Kak Res... Mauuu... " Kata silvia sambil menunjuk semua desert yang memang tampak enak dan menarik.


"Haiss, boleh. Tapi hanya boleh satu buah desert untuk setiap jenis nya. Karena jika di beri kebebasan, kamu akan membeli semua yang bisa masuk ke dalam perut mu atau untuk di bawah pulang. " Jawab resa karena soal makanan, adik nya yang satu ini adalah ahlinya.


"Masa cuma satu buah sih ? Dua yaah.. Yaah. " Meminta dengan memasang mata puppy.


"Tidak ! Sekali tidak tetap tidak.! " Jawab Resa tegas.


"Kalo gitu kamu boleh makan dua sil. Biar yang satu buah resa yang bayar, yang satu lagi aku yang bayar. " Sambung raisa, karena tak tega melihat silvia.


"Yeeeeyyyyyy.... " Sorak silvia dan langsung berlari ke meja desert pertama.


"Gak usah sa, biar aku aja yang bayar. " Kata resa.


"Gak bisa gitu dong res, aku kan udah ngomong kaya gitu ke silvia. Jadi gak enak kalo kamu yang bayar semua. "


"Haaiissss.... Anak itu karena terlalu di manja dari kecil ni, jadi ke begini kan ?! " Kesal resa mengacak rambut nya.


"Ayah mau makan desert gak ? Yuk di pilih, biar bisa di makan sama sama. " Kaya raisa menarik tangan surya, sedangkan resa hanya mengekor dari belakang, dan akan berhenti di setiap meja untuk membayar desert yang telah silvia makan.


Beruntungnya pembayaran desert ini dapat menggunakan kartu atau sejenisnya, jika hanya menerima tunai.. Resa akan kerepotan dalam hal ini, sedangkan raisa memberikan kartu bank nya pada resa, untuk membayar desert silvia. Raisa juga telah memberitahu kata sandi nya.

__ADS_1


...🍰...


...🍰...


...🍰...


...🍰...


...🍰...


Desert demi desert di nikmati oleh empat orang ini. Di sela sela canda tawa dan suasana ramai yang menyelimuti tempat pameran desert, silvia berlari ke arah surya dan ke dua kaka nya, sambil memegang dua desert.


"Kak res...." Panggil nya.


"Apa lagi sil ? Mau borok semua desert yang ada di sini ? " Jawab resa bercanda.


"Emang boleh ?? " Respon silvia dengan mata berbinar.


"Ya enggak lah. Kaka cuma bercanda aja, "


"Ih gak asik banget deh ! Oia kak res, di sana ada boba. Silvia haus, beliin yaah... Yaah.. " Pinta silvia lagi.


"Eh ada boba ? Barengan yuk belinya, kak Raisa juga mau. " Jawab raisa dan langsung menarik tangan silvia.


Hal itu membuat silvia senang dan semakin bersemangat untuk makan desert dan desert lagi.


...Boba milik Raisa dan Silvia. ...



...Boba milik Resa dan Surya ayah nya Raisa. ...



Benar benar pameran desert yang enak, menyenangkan, dan ramai tentu nya. Surya, Resa, Raisa, dan Silvia terus melangkah sampai susunan meja desert menemui ujung nya.


Hal itu di syukuri resa, karena akhirnya meja yang menyediakan desert telah habis. Sehingga tak perlu lagi menggesek kartu nya, tapi... Tapi ternyata dugaan resa salah.


Saat sudah berada du meja desert yang terakhir, ternyata di samping meja itu ada sebuah toko yang berukuran kecil. Silvia dan Raisa telah masuk ke dalam nya, jadi mau tidak mau Resa dan Surya juga ikut masuk.


...Di dalam tokoh yang berukuran kecil....



__ADS_1


Mata Surya dan Resa terbelalak melihat isi dalam tokoh itu. Dari segala sudut, sisi, dan bahkan ada yang di gantung, semua nya di penuhi oleh olahan desert yang sama sekali belum di lihat dan di coba silvia.


Ke dua laki laki ini hanya bisa menggeleng, sedangkan silvia langsung mengambil dulang dan memilih desert setiap jenis nya dua.


Sedangkan raisa memilih desert untuk di bungkus dan di bawa ke rumah dengan berbagai model dan rasa, resa dan surya kali ini langsung duduk dan meratapi nasib mereka saat melihat adik dan anak mereka berbelanja.


...🥧...


...🥧...


...🥧...


...🥧...


...🥧...


...(Satu jam kemudian)...


Raisa dan Silvia tengah berjalan di trotoar, dengan silvia yang menggandeng tangan raisa. Mereka berdua sedang bercerita dan tertawa ria, sambil meminum boba rasa yang berbeda dari yang tadi.


Sedangkan Resa dan Surya sedang jalan di belakang mereka dengan kedua tangan memegang bungkusan desert mereka berdua yang sangat banyak, sebenar nya raisa ingin membawa sendiri, tapi ayah nya tak mau.


Sedangkan resa ? Tentu saja karena di paksa dan di paksa oleh silvia, sehingga resa yang membawa desert silvia.


"Kalo tau kaya gini, mending tadi kita bawa mobil om. " Protes resa.


"Dalam hal ini om setuju sama kamu Res. Mereka berdua benar benar... Om juga sampai tak tau harus berkata apa, " jawab surya sambil menggelengkan kepala nya.


"Lagian, desert sebanyak ini mau mereka apakan ? Di makan ? Tapi sebanyak ini loh, Pasti kulkas makanan om surya bakal terisi penuh nanti nya deh. "


"Itu sudah pasti, bahkan ada kemungkinan kulkas untuk menyimpan makanan sudah terisi penuh sebelum semua desert ini di masukkan Res. Kasihan kulkasnya, " jawab surya.


"Tapi kok kita gak bisa marah sama mereka berdua yaah ? Padahal ini sudah sangat amat kelewatan ! " Tanya resa.


"Karena mau bagaimana pun, kita udah sayang sama mereka Res. Mau sehajil apapun, mau keterlaluan seperti ini pun, kita hanya bisa memaklumi nya. Atau perkataan Om salah ? "


"Enggak Om. Resa juga sadar akan kenyataan itu, tapi menggerutu dan protes pada kelakuan mereka, sudah menjadi kebiasaan Om. Jadi mau bagaimana lagi ? " Kata resa mengangkat bahu.


Raisa yang berbalik karena merasa kasihan pada Resa dan Ayah nya, berjalan mendekat dan membawa satu ikat desert yang ada di tangan kanan ayah nya.


"Loh kenapa sa ? " Tanya surya.


"Biar Raisa bawain yang ini ayah, supaya sama sama capek. " Jawab Raisa dengan senyum khas nya.


Silvia yang sudah sepakat dengan Raisa juga mengambil satu ikat bungkusan desert yang ada di salah satu tangan kaka nya, dan berkata.

__ADS_1


"Biar silvia bawa yang ini kak, soalnya kasian kalo kak Resa terus mengomel seperti Mak Comblang di Tv yang silvia nonton. Bleee, "


Di akhir perkataan nya, silvia menjulurkan lidah nya pada resa. Dan akhirnya mereka berempat tertawa bersama sama, dengan satu ikat desert di masing masing tangan mereka.


__ADS_2