
Resa dan Raisa langsung duduk di tempat yang telah di siapkan, sudah ada pengeras suara yang terpasang di gitar mereka masing masing, sehingga hanya ada dua mikrofon yang di letak kan di hadapan mereka berdua, agar nyanyian mereka terdengar.
"Selamat malam semua nya.. " Sapa Raisa sambil duduk di bangku dengan senyum khas nya.
"Apa kabar- Ah.. Dengan kalian semua yang ada di sini, pasti kondisi kalian 100% fit kan ? " Sambung Resa sekalian mengetes apakah mic nya jadi atau tidak.
Reaksi para adik semester ? Tak usah di tanyakan lagi... Mereka menjerit kegirangan, tak kuasa mengatakan apapun, karena terlalu banyak kata yang ada di dalam benak mereka. Tak tau mau mengungkapkan yang mana.
Resa langsung memetik senar demi senar gitar nya, dan terdengarlah bunyi gitar yang halus masuk ke pendengaran. Raisa pun langsung memetik tali senar gitar nya, dan melantukan iringan tambahan untuk memperindah irama gitar yang di hasilkan oleh resa.
Lagu pertama mereka yang mereka nyanyikan adalah Friens dari Anne-Marie dan Marshmello, yang telah mereka berdua Cover dengan warna suara mereka, dan sudah pasti bagus di dengar siapapun.
Para adik semester dan kawan kawan alumni lain nya hanya bisa tenang dan merekam resa dan raisa. Bahkan kamera hp mereka sudah stand by saat resa dan raixa naik ke panggung.
Kebisingan yang tadi sulit untuk di redamkan, kini raib seketika, seakan campuran semen yang di letakan di atas laut. Langsung lenyap begitu saja, saat Resa dan Raisa mulai bernyanyi. Suara mereka seperti memiliki sihir yang dapat menghipnotis siapa saja.
Hal itu terus terjadi sampai lagu kelima, lagu yang di bawakan oleh Resa dan Raisa adalah lagi persahabatan bagai kepompong. Lagu ini sudah tak asing lagi di pendengaran para hadirin di sekitaran panggung, mereka menengok sahabat sahabat mereka, yang telah sama sama melewati kesulitan bersama.
Banyak nya menyunggingkan senyum di wajah, karena mengingat hal hal labil yang pernah terjadi saat mereka menempuh pendidikan bersama. Bertengkar lalu berdamai, frustasi dan setres karena nilai yang turun naik tak konsisten, dan permasalahan lain yang tak dapat di sangka sangka dapat mereka lalui sampai detik ini. .
setelah 25 menit yang di penuhi dengan suara Resa dan Raisa, akhirnya lagu mereka berdua pun selesai di nyanyikan.
"Apakah ada yang salah dengan arloji ku ? Kenapa waktu nya sudah berlalu 25 menit ? Aku rasa baru semenit yang lalu.. Apa ada yang sepemikiran dengan ku ? " Tanya sang pembawa acara dengan nafas yang sudah terkontrol.
"SETUJU BANGETTT..... LAGI DONG.. SATU LAGU LAGI... LAGI..... KAK RESA... KAK RAISA.... SATU LAGU LAGI... LAGI.... LAGI.... "
Alhasil, jawaban dari adik adik semester pun seperti itu. Karena hal itu sudah jelas, mereka sudah sangat ketagihan dengan suara resa dan raisa.
"Apakah lima lagu yang kita bawakan kurang cukup res ? " Tanya Raisa sambil mendekatkan mulut nya di kuping resa, agar terdengar. Karena suara bising yang lumayan mendominasi, sehingga mempersulit dalam berbicara.
"Entahlah sa, tapi menurut aku hal ini wajar terjadi sih ! Kan di nyanyiin sama dua orang tampan dan cantik kaya kota berdua.. " Jawab resa sambil mendekatkan bibir nya di pipi raisa, bukan di telinga. Emang sengaja, dan hal itu menjadi satu tontonan yang di nikmati oleh pengisi panggung .
"Kyaaaa..... Teriakan yang histeris pun terdengar
"Ba.. Baiklah... Apakah kalian ada masukan ? Seperti mau kami berdua menyanyikan apa ? Tapi hanya satu lagu yaah, jangan lebih. " Ujar raisa sambil menyapu peluh yang sudah terjun pasung dengan bebas di wajah nya.
..."Aku Yang Salah, Lagu Mahalini ...
...dan Raja Giannuca ! " ...
Teriak para pengisi sekitaran panggung dengan sangat kompak dan seirama. Judul dan penyanyi nya pun mereka teriakan bersama.
Tentu hal ini menyadarkan raisa dan resa bahwa hal ini sudah di rencanakan oleh adik adik penggemar. Alasan nya sudah jelas bukan ? Mana mungkin dari banyak nya penonton yang ada, mereka dapat meneriakkan judul lagu yang sam, beserta penyanyi nya.
Hal itu tak mungkin sama sekali, maka raisa pun hanya bisa menghembuskan nafas panjang dan angkat bicara.
"Kalo seperti itu, biarkan aku menanyakan pendapat sahabatku Resa. Karena tak mungkin aku memberikan jawaban, padahal ada dua pihak yang di minta bernyanyi kan ? " Raisa pun langsung menatap resa dengan pandangan bertanya,
__ADS_1
"Apapun yang kamu putuskan akan aku ikuti dengan senang hati sa, dan lagi apa maksud mu berada di dua pihak ? Bukan kah kita berdua berada di satu pihak yang sama, dan akan terus seperti itu untuk ke depan nya kan ? " Jawab resa yang kini berdiri tepat di samping raisa, sambil menatap raisa dalam dalam.
"Ah.. Ah... Maka kami berdua akan menyanyikan lagu yang kalian katakan. Karena sudah mendapat persetujuan dari sahabat yang akan berada di satu pihak bersama ku sampai menua ! " Sambung Raisa yang kini menatap resa dalam dalam, adik adik semester dan kawan seperjuangan lain nya langsung terbelalak dan mulai menyuarakan hal yang sudah pasti berada di benak mereka .
..."KYAAA..... "...
..."JADIAN.....!!! "...
..."JADIAN NYA KAPAN SIH ????? "...
..."ASTAGA, CEPATLAH BRRSATU..!! "...
Dan suara teriakan pun langsung hilang, saat lampu panggung yang sudah terang tadi kembali di redup kan, dan musik dari piano yang terdengar dari panggung.
Dan hal itu wajar, karena tersedia tim musik juga di atas panggung. Resa juga sudah memberi kode untuk di iringi, karena tak mau lagi memegang gitar.
..."🎼🎼🎼🎼🎼" Piano...
"🎤… Ku tak mengerti. . .
Betapa bodoh diri. . .
Membiarkanmu pergi
Jauh dari hati hm ~ " Raisa membuka bait pertama dengan suara merdu. 
Tuk punya kekasih lagi. . .
Namun ku sadar diri,
Hatiku di kamu~ " Sambung resa dengan suara serak serak nya, khas suara pria dewasa. 
"🎤… Dimana kamu ?
Apakah kau rindu ?!
Sungguh susah buat lupa,
Hati tak bisa berdusta.! " Sambung Raisa.
"🎤… Walauku tau
Kau bukan untukku.
Tapi tetap kau terindah
__ADS_1
Cinta tak salah
Aku yang salah..! " Resa
"🎤… Hm
Ku coba mengobati (ku tlah mengerti)
Tuk punya kekasih lagi (betapa bodoh diri)
Namun ku sadar diri
Hatiku di kamu oh (biarkan kau pergi jauh dari hati) ! " Resa & Raisa bernyanyi bersama.
"🎤… Dimana kamu
Apakah kau rindu
Sungguh susah buat lupa
Hati tak bisa berdusta (hati tak berdusta).. ~" Raisa menyambut bait ini dengan merdu.
"🎤… Walauku tau
Kau bukan untukmu
Tapi tetap kau terindah
Cinta tak salah (memang tak salah)
Aku yang salah, oh. " Resa.
...🎼...
...🎼...
...🎼...
"🎤… Cinta tak salah (aku yang salah)
Cinta tak salah (aku yang salah)
Oh.. "
"🎤… Cinta tak salah. . . Aku yang . . . Salah~" Sambung bait terakhir , dengan Raisa yang mendekatkan badan nya di dada resa yang bidang, dan Resa pun mengecup kening Raisa penuh perasaan.

__ADS_1
Tindakan itu langsung menyita semua perhatian di sekitar panggung, dan suara teriakan histeris pun kembali membumbung tinggi di suasana malam yang seharusnya sudah tenang !