Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 68.


__ADS_3

Entahlah... Pikiran Resa saat ini benar benar sedang sangat berantakan. Dan tak terbesit keinginan nya, untuk merapikan pikiran nya ini..


...✾...


...✾...


...✾...



...✾...


...✾...


...✾...


...[ 10 menit kemudian ]...


...*Klek* Pintu yang di buka....


Tampak dari dalam sana Dokter Doni keluar lalu kembali menutup pintu. Sontak hak itu membuat semua orang berdiri menghampiri Dokter Doni, tak terkecuali Resa maupun Andre.

__ADS_1


"Kabar bagus, kondisi tubuh Nak Raisa sudah kembali stabil. Dan seperti nya tak akan mengalami kejang kejang lagi, Saya rasa ginjal yang baru di dapat oleh tubuh sudah bisa berfungsi sebagaimana mesti nya. " Jelas Dokter Doni yang merasa ikut lega, karena Raisa adalah sahabat dari Lisa. Cucu kesayangan nya, karena pada dasar nya Lisa adalah anak yang sulit mendapatkan teman apalagi sahabat. Dengan adanya Raisa, Erna, dan Dika, membuat Dokter Doni merasa lega, setidak nya sang cucu menjalani masa muda yang tidak menyedihkan karena tak mendapatkan teman.


..."Syukurlah.. " Mereka semua merasa bersyukur akan hal ini ! Ini menjadi satu satu nya kabar yang mereka tunggu sedari tadi. Perasaan lega akhirnya bersemayam pada mereka semua....


"Lalu apakah Saya boleh melihat pasien dok ? Saya sudah menunggu sedari tadi ! " Andre pun bersuara, sayang nya suara nya kali ini bukan yang di harapkan. Semua mata lagi lagi tertuju pada diri nya.


"Ah, karena sudah berumur Saya jadi melupakan hal penting lain nya. Karena keadaan Nak Raisa sudah semakin membaik, sehingga O² nya sudah di cabut. Dan lagi, karena Nak Raisa sudah sadar, makanya saya semakin yakin untuk melepaskan O² nya. Nak Raisa bilang, dia ingin berbicara dengan -"


"DIA PASTI INGIN BERBICARA DENGAN KU ! AKU ADALAH SUAMI NYA ! AKU ADALAH SATU SATU NYA PRIA YANG DIA CINTAI ! AKU ADALAH YANG PALING SPESIAL DI HATI NYA ! BIARKAN AKU MASUK DOKTER ! " Andre pun langsung berapi api maju ke hadapan dokter Doni dan memotong perkataan Dokter Doni, Andre pun langsung bersebelahan dengan Resa. Saking tidak memikirkan semua nya, Andre lupa bahwa dia telah resmi bercerai dengan Raisa !


Mendengar perkataan Andre, wajah Resa pun kembali suram. seakan patah hati untuk ke sekian kali nya ! Semua harapan Resa langsung terpatahkan begitu saja oleh perkataan Andre. Padahal perkataan Andre belum tentu benar, tapi keadaan yang selama ini di ketahui Resa, selalu yang menyakitkan.


Resa tak mau menenangkan keluarga nya lagi, karena untuk menenangkan diri nya saja dia belum bisa. Dia belum mampu untuk menguatkan diri nya lagi, sehingga Resa hanya bisa menundukkan wajah nya dan menatap keramik putih yang menjadi pijakan nya saat ini.


"Oh benarkah ? " Dokter Doni tak marah karena perkataan nya di potong begitu saja, tetapi karena tak tau masalah pribadi apa yang terjadi antara Raisa, Resa, dan Andre, membuat nya malah merasa bersyukur karena orang yang di butuhkan tidak perlu di cari lagi. Karena sudah ada di sini.


"Anda tidak perlu memakai pakaian yang di sediakan rumah sakit untuk menjaga tingkat steril saat masuk, Anda boleh masuk seperti ini saja Saudara RESA ADITIA ! " Jelas Dokter Doni dengan senyum ramah pada wajah nya yang sudah mulai berkeriput.


Perkataan dari Dokter Doni langsung membalikan keadaan. Resa yang merasa nama nya yang di sebut kan langsung mengangkat wajah nya dan menatap Dokter Doni dengan tatapan tak percaya. Dia takut karena terlalu sakit hati, pendengaran nya malah bermasalah. Jangan kan Resa, semua orang kecuali Andre pun menatap Dokter Doni seakan tak percaya. Berbeda dengan Andre yang langsung tercengang saat mendengar nama Resa yang di sebut ! Bukan nama nya, melainkan RESA !


Dokter Doni merasa heran dengan reaksi semua orang, hal itulah menyebabkan Dokter Doni bertanya " Apakah Saudara Resa Aditia tak ada ? Kalau begitu saya harapkan kalian menghubungi orang yang bersangkutan. Sambil menunggu orang yang bersangkutan datang, kalian bisa melihat keadaan Nak Raisa. Tapi hanya bisa satu orang saja. Karena saat ini kalau ingin berbicara dengan Nak Raisa, paling banyak satu orang yang dapat masuk. Tak boleh lebih sama sekali !

__ADS_1


..."Yyyeeeeeeyyyyyyy" Silvia pun langsung bersorak bahkan melompat, tak peduli lagi pada selang infus yang ada di tangan nya, hal yang paling membahagiakan bagi nya adalah, pilihan Raisa akhirnya tertuju pada Resa kaka nya....


Erna dan Dika ikut berpelukan saat mendengar nama Resa di sebutkan lagi, Risa dan Selvi berpelukan karena terharu dan ikut merasa senang. Surya pun akhirnya menampakkan senyum bahagia, pilihan seperti ini yang di nantikan oleh Surya selama ini.


Dokter Doni kembali merasa heran, apakah mereka berbahagia karena dapat menjenguk Raisa ? Atau karena orang yang bersangkutan tak dapat datang atau sudah mati ? Aahh, Dokter Doni merasa pusing untuk menganalisa keadaan seperti ini di usianya yang sudah tak muda lagi.


"Apakah benar Raisa ingin berbicara dengan Resa Aditia ? "


"Ah, apa? " Karena terlalu pusing dengan situasi saat ini, Dokter Doni pun ikut kaget karena mendengar pertanyaan Resa.


"Apakah benar Raisa ingin berbicara dengan Resa Aditia ? " Untuk ke dua kali nya, Resa menanyakan pertanyaan yang sama. Seakan tak akan lelah atau bosan menanyakan pertanyaan ini.


"Ya benar Nak. Apakah orang yang bersangkutan tidak ada di negara ini ? " Karena ingin rasa penasaran nya terjawab kan, Dokter Doni pun bertanya pada Resa, yang notabene nya Dokter Doni belum tau bahwa yang sedang bertanya dengan dia adalah Resa. Jelas, karena tadi saat ingin memperkenalkan diri, kondisi Raisa yang memburuk membuat perkenalan tak dapat terselesaikan.


"Tidak orang itu ada di negara ini Dok ! Bahkan orang itu adalah Saya sendiri yang sedang berbicara dengan Anda Dok ! "


"Ah, jadi nama mu Resa ! Ah, pantas saja aku tak tau. Karena saat kamu memperkenalkan nama tadi, kondisi Nak Raisa menurun ! Sehingga Saya tak mengetahui nama mu. Kalau begitu silakan masuk Nak Resa, pandangan mata Nak Raisa tadi saat berbicara dengan saya, sangat mengharapkan kedatangan Anda. Anda sangat Spesial untuk diri nya. Nak Raisa bahkan menampakkan senyum simpul sempurna, saat menyebut nama mu ! " Jelas Dokter Doni.


Tanpa menunggu lama lagi, Resa langsung masuk ke dalam dan meninggalkan Andre yang saat ini saking tercengangnya tak bisa berkata kata, bahkan sampai lupa cara menarik nafas. Resa masuk ke dalam ruang yang di tempati oleh Raisa sambil menyunggingkan senyum di wajah nya, entah kenapa... Resa merasa bahwa akhirnya dialah pemenang nya. Semangat Resa pun telah naik 100% !


"Inikah yang nama nya perasaan bahagia, setelah mendapatkan suntikan dana seperti perusahan yang selama ini aku bantu ? " Batin Resa Bahagia.

__ADS_1


__ADS_2