Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 116.


__ADS_3

...*Drrrttt... Drrrttt... *...


Lalu saat Noa sedang marah marah, Kini handphone nya kembali berdering lagi. Dan hal itu barhasil membuat emosi nya tiba di puncak tertinggi.


...❀...


...❀...


...❀...




...❀...


...❀...


...❀...


"Apa lagi sekarang ? " Tanya Noa dengan kesal nya.


"Apa ini benar Noa Gazoya ? " Tanya si penelpon.


"Iyah benar. Ini siapa yah ? Apa salah sambung ? " Kata Noa yang ingin secepat nya mengakhiri percakapan ini.


"Ah Aku Andra, sekretaris dari Resa. Karena beberapa menit yang lalu Dia sudah berangkat ke Paris bersama Raisa, jadi dia menitipkan pesan pada Saya untuk memberikan mobil terbaik untuk Anda gunakan. Apa Anda punya waktu saat ini ? "


"Tidak.. Aku tak punya waktu untuk - Eh Kamu bilang apa tadi ? Resa memberi Mu tugas seperti itu ? Benar kah ? " Tanya Noa dengan tatapan mata yang mulai berbinar.

__ADS_1


"Yah seperti yang Saya kata kan tadi. Jadi bagaimana ? Apakah Anda bisa meluangkan waktu untuk melihat beberapa merek mobil terbaru yang akan saya kirim kan pada email anda ? " Tanya Andra dengan penuh sopan santun. Dia tak mau kalah dari Andro Kaka nya, yang sangat profesional dalam mengahadapi masalah ataupun jika sedang dalam menjalankan tugas.


"Ah maaf jika saya berbicara cukup tak sopan tadi. Yah Anda bisa mengirimkan merek mereka beserta gambar pada Saya. Akan Saya pilih setelah melihat lihat. "


"Baik, kalau begitu saya akan memberikan waktu selama dua puluh menit pada Anda. Jika anda belum memberikan pilihan, maka Saya beserta kaka saya akan berunding mobil mana yang paling bagus dan akan langsung di kirim ke lokasi Anda berada sekarang ! "


"Tak masalah, Aku tak akan meributkan hal yang sudah di berikan dengan mudah ! " Jawab Noa dengan senyum yang mengembang sempurna di wajah nya.


"Baik. Kalau begitu saya tutup telepon nya ! "


Andra pun benar benar mematikan sambungan telepon nya. Lalu selang beberapa detik kemudian, pesan baru saja masuk ke email Noa. Noa langsung terkagum kagum pada gambar mobil yang pertama, dan memilih nya. Dia tak mau repot repot melihat gambar yang lain, karena akan membuat dia tergiur dan bimbang dalam memilih.


Andro dan Andra pun mengurus semua hal yang di butuhkan, dan dalam waktu 30 menit, mobil yang Noa pilih pun sudah berada di rumah sakit. Hal itu membuat Noa mulai memuji muji Resa, bahwa ternyata selama ini Resa itu sangat baik. Bahkan Noa sempat berkata bahwa Resa bak malaikat, tak tau hal bahwa diri nya beberapa saat yang lalu mengumpat pada Resa.


* * *


Handphone Silvia bergetar, dan Silvia langsung mengangkat nya dengan suara yang sudah di atur sedemikian rupa agar tidak ada yang merasa curiga bahwa Silvia baru saja menangis.


"Halo Sil, Kamu masih di rumah sakit ? " Tanya seseorang di seberang telepon.


"Iyah, Silvia masih di rumah sakit. Anak nya Lusi mulai menunjukkan banyak reaksi yang sangat menyayat hati. Andai Kak Raisa juga melihat nya, pasti Kak Raisa tak akan tega jika seorang anak tanpa tau apa apa, malah harus berjuang untuk hidup. " Jelas Silvia dengan sejujur jujur nya.


"Maaf yaah Kak Raisa gak bisa nemanin Kamu di sana ! Kaka Kamu tiba tiba aja ngajak Kakak ke Paris ! Dia pikir udah keluar dari rumah sakit Aku udah sembuh total yaah ? Perlu di jamah di Kaka Kamu ini ! " Celetuk Raisa yang seperti nya merasa capek karena perjalan ini, padahal diri nya sendiri sangat senang akan hal ini.


"Yah mau gimana lagi, ikutin aja mau nya Kaka ! Oia, Kak Raisa nelfon ke sini karena ? Ada perlu sama Silvia atau gimana ? " Tanya Silvia yang ingin segera mengakhiri percakapan ini, karena dia sedang berada di zona bad mood.


"Itu loh Sil.. Kak Raisa mau ngomong hal ini ke Kamu sejak Kamu jemput Aku di Bandara kemarin, tapi gak sempat karena banyak obrolan dan Aku juga lupa ! Sil.. Kamu ada masalah apa sih ? Wajah Kamu kemarin gak bagus banget loh ! Emang semua orang percaya kalau Kamu lagi frustasi karena sedang mengurus butik Mu dan pergi ke rumah sakit karena anak Lusi, tapi Aku dan Resa tak mungkin dapat mempercayai alasan itu Sil. Sampai kapan Kamu mau memikul beban pada diri Mu seorang diri ? Apa Kamu sungguh melupakan keberadaan Ku dan Resa ? Apa sungguh sekarang Kami berdua tak berarti lagi do mata Mu ? "


"......" Silvia langsung tertegun di tempat nya dan langsung diam membisu. Perkataan Raisa terlalu benar untuk di sanggah atau di bantah oleh Silvia saat ini.

__ADS_1


"Silvia... Kamu masih di sana kan ? " Tanya Raisa karena seketika hanya hening dan tak terdengar apapun dari Silvia.


"Em, Silvia masih di sini kok Kak Raisa. Kak Raisa tenang aja, kalau Kak Raisa sama Kak Resa udah pulang dari Paris, Silvia bakal kasih tau ke Kalian berdua tentang masalah Silvia. Silvia janji, " kata Silvia akhir nya, yang entah akan Dia katakan atau tidak saat Resa dan Raisa sudah pulang dari paris.


"Emm... Masalah nya terlalu besar dan terlalu sulit yaah, jadi gak bisa di ceritain lewat telepon ? "


"Iyah Kak Raisa, terlalu berat untuk di ceritakan saat ini juga lewat saluran telepon. Kak Raisa gak keberatan kan ? " Tanya silvia, karena Dia enggan untuk membuat Raisa merasa kecewa pada Diri nya.


"Tak apa Sil, dengan Kamu udah ada niatan buat cerita aja udah bagus banget kok. Bentar Aku tanya Resa dulu yaah, kapan pulang ke Indo.. " Kata Raisa.


"Res.. Kita bakal tinggal di Paris untuk berapa hari ke depan ? " Tanya Raisa tanpa mematikan sambungan telepon.


"Emm... Kisaran nya empat tahun. " Jawab Resa dengan wajah yang cukup serius.


"Kenapa gak sekalian aja Kamu buat Kita menetap di Paris selama lama nya Res ? Ngadi ngadi banget deh, jan berbelit belit bisa gak ? Silvia butuh Kita saat ini. " Marah Raisa pada Resa, karena sedari tadi Resa terus membuat Raisa merasa kesal dengan jawaban jawaban absurt nya.


"Hahaha, jan pasang wajah cemberut juga Sa... Lucu tau.. Hahaha.. " Kata Resa sambil menarik ke dua pipi Raisa, yang rasa nya sungguh kenyal seperti mochi.


"Jadi kapan kita pulang Res 💢 ? " Tanya Raisa lagi yang mungkin saja sudah emosi.


"Kita bakal tinggal di sini selama tiga hari. Gimana ? Apa perlu di perpanjang ? "


"Gak usah, bila perlu di perpendek. Silvia lagi sendirian di Indo Kamu gak khawatir gitu ? "


"Kan ada Papa Mama Sa.. " Jawab Resa dengan memanyunkan bibir nya.


"Beda Res.. Akan sangat berbeda kebutuhan yang di butuhkan Silvia saat ini. Karena tak mungkin Silvia dapat dengan semangat dan penuh dengan keberanian saat bercerita di hadapan orang tua nya. Dan Aku yakin sekali, kalau masalah Silvia kali ini tidak sesimpel yang di perkirakan ! " Cetus Raisa pada Resa dengan tatapan serius nya.


"...... " Silvia tidak berkata apa apa. Dia hanya tersenyum bahkan sesekali tertawa, karena perkelahian antara Resa dan Raisa dapat menjadi hiburan tersendiri.

__ADS_1


__ADS_2