Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 106.


__ADS_3

Silvia tidak peduli dan langsung berjalan ke arah pintu sambil bergumam dengan suara yang sangat kecil."Padahal Aku belum ucapin selamat atas kesadaran Kak Raisa.. Cih, dasar perusak suasana.. " Maksud dari ucapan Silvia yang merujuk pada Noa.


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...


...❀...


"Kamu punya masalah sama Silvia Noa ? " Tanya Raisa yang langsung to the point. Dia membuat Resa terus terkejut dengan perkataan nya hari ini.


Bukan karena pertanyaan Raisa yang kurang sopan atau bagaimana, tapi karena Raisa hari ini sangat terang terangan. Tidak seperti Raisa yang akan ikut campur jika masalah sudah benar benar gawat.


Namun satu hal yang Resa tak tau, bahwa Raisa akan melakukan banyak hal baru yang tidak pernah Resa lihat sebelum nya jika sudah menyangkut masalah Silvia. Karena Silvia buka hanya gadis atau adik kecil bagi Raisa.. Karena sejak bertemu pertama kali, Raisa tau betul seberapa tulus dan seberapa sayang nya Silvia pada diri nya.


"Bukan apa apa " Jawab Noa yang masih sibuk mengatur cairan infus agar dapat masuk ke dalam tubuh Raisa dalam keadaan terkendali.


"Aku tak akan ikut campur ! Tapi jangan sampai kelewatan Noa ! Karena apapun jasa yang telah kamu lakukan pada Ku, tak akan menjadi satu hambatan jika Kamu udah nyakitin atau berbuat macam macam sama Silvia.. Maaf, karena Aku terlalu pilih kasih ! " Raisa pun memberikan ultimatum dengan permintaan maaf di ujung perkataan nya. Dan hal itu membuat Noa menampakkan senyum tipis di wajah nya.



"Tenang saja... Aku tak akan marah akan hal itu ! Tapi Aku yakin bahwa masih bisa mengatasi hal ini sendiri ! " Ujar Noa dengan penuh keyakinan.


"Baiklah... Aku akan menantikan hasil dari perkataan Mu ini ! " Sambung Raisa dengan senyuman lagi.. Dia seakan tak bisa tenang jika tidak menampakkan senyum di wajah nya.

__ADS_1



"Udah sekarang Lo gak di butuhin lagi. Jadi sekarang keluar yaah, Aku mau bicara penting dengan Raisa. " Ucap Resa yang ingin mengganti topik pembicaraan yang seperti nya penting degan Raisa.



"Cihhh... Dasar menyebalkan ! Padahal di sini Aku yang berjasa loh ! Tapi kenapa tidak di hargai sih ? Ini nih kalau pasien kita itu sahabat sendiri. Yang menderita itu Aku, bukan kalian atau orang lain. " Protes Noa tapi tetap berjalan ke arah pintu.


"Aku akan memberi kalian waktu 20 menit untuk berbicara secara serius ! Selebihnya Aku gak bisa nahan lagi, karena pasti banyak, orang yang akan datang dan memenuhi ruangan ini. " Ujar Noa tanpa berbalik.


"Oh iya... " Seakan baru ingat akan sesuatu, Noa pun membalikkan badan nya dan menatap Raisa dan Resa sambil bersuara " Selamat yaah udah siuman Sa ! Aku tunggu surat undangan nikah nya yaah. "


Setelah berkata seperti itu Noa langsung menutup pintu tanpa memperhatikan perubahan wajah Resa dan Raisa yang kian memerah.


..."..... "...


..."...... "...


"Jadi ada pertanyaan apa yang mau kamu tanya kan Sa ? " Tanya Resa yang sudah tau betul bahwa Raisa saat ini di penuhi oleh banyak pertanyaan.


"Loh ? Bukan nya Kamu yang nyuruh Noa keluar Res ? Kok jadi nanya ke Aku ? "


"Udah gak usah kaget lagi Sa.. Kamu mau nanya apa ? Dari tadi aja Kamu terus pelototin Aku, giliran di tanya eh gak tau pula.. Kalau emang gak ada yang mau Kamu tanya kan, sekarang juga Aku akan memanggil yang lain masuk ! " Kata Resa sambil menyalakan handphone nya.


"Ehhhh Jangan !!!! " Cegah Raisa dengan suara yang sedikit di perbesar.


"Oke... Oke... Aku bakal nanya ke Kamu... Tapi jangan tegas banget dong nanggepin nya ! Aku jadi gak suka tauu !!! " Protes Raisa.


"Iyaa... Iya... " Jawab Resa dengan tersenyum puas karena sudah bisa melihat wajah kesal Raisa hari ini.


"Ada masalah apa antara Noa dan Silvia Res ? "

__ADS_1


"Aku gak tau Sa ! Karena memang Aku belum cari tau. Ini masalah mereka, dan Aku udah coba ngomong sama Noa dan Noa bilang sendiri kalai Dia masih bisa selesaikan masalah ini sendiri. Jadi Aku gak mau selidikin masalah di antara mereka berdua. Kamu sendiri kan yang bilang kalau Aku harua menghormati privasi Noa dan Silvia ? "


"Hem... Apakah Kamu sudah tau tentang perasaan Silvia ? "


"Maksud Kamu Sa ? "


"Silvia suka sama Noa ! " Cetus Raisa akhir nya.


"Oh.. Kalau itu Aku udah- AAAPPPPPAAAA ???????? SIAPA YANG SUKA SAMA SIAPA KAMU BILANG SA ? " Tanya Resa dengan histerisnya karena ini benar benar sesuatu yang tidak Dia masukkan dalam perhitungan.


"Aiihh.... Makanya peka dong dodol. Kamu gak merhatiin perubahan sikap Silvia tadi yaah ? " Tanya Raisa yang sedikit merasa kesal pada Resa karena tidak peka pada Adik nya sendiri. Sedangkan pada Raisa saja, peka nya minta ampun.


"Perubahan sikap ? Bagian mana nya ? Apa jangan jangan Kamu udah tau ada yang terjadi antara mereka berdua sebelum Kamu koma yaah ? "


"Ya enggak lah Res. Yang pasti, selama kita di Indonesia, Silvia tuh gak pernah bersikap aneh kaya gini. Karena perubahan sikap nya yang tiba tiba aneh saat kemunculan Noa, berarti hanya ada satu kesimpulan. Noa adalah pemicu atau penyebab Silvi jadi beda tadi. " Ujar Raisa yang mencerna setiap kejadian dan hal hal kecil lain nya.


"Masa iya sih ? Padahal mereka berdua baru ketemu lagi di Belanda beberapa bulan yang lalu deh, masa iya udah ada masalah sih ? "


"Bisa jadi masalah nya udah terjadi sebelum Noa lanjut bersekolah di Belanda Res.. Masa iya masalah kaya gini aja harus Aku jelasin ? "


"Tunggu... Berarti Silvia udah suka sama Noa saat Aku dan Noa masih SMA dan karena Aku sering bawa Noa ke rumah ? "


"Bisa jadi... Karena Silvia jarang sekali bahkan takut keluar rumah, maka kemungkinan masalah nya tercipta di rumah Kamu sendiri Res... "


"Haaaah... Jadi Aku penyebab nya ? " Tanya Resa yang memang sudah merasa masuk akal setelah Raisa memaparkan beberapa bagian penting.


"Haaahh.... " Kini Raisa yang menghembuskan nafas panjang. Dia menang lengan tangan yang sempat di peluk Silvia tadi. " Silvia pada awal nya memeluk lengan Ku dengan penuh semangat dan bahagia. Namun saat kemunculan Noa, Silvia tidak lagi memeluk lengan ku seperti yang Aku jelaskan. Tapi, dia meremasnya seperti merasa kesal dan sedang menahan sesuatu dalam diri nya agar tidak ketahuan oleh Aku dan Kamu.. "


"Aahhh... " Kaget Resa yang seperti baru menyadari sesuatu.


"Em... " Jawab Raisa yang seperti tau apa yang di pikirkan oleh Resa. " Dengan kata lain, Silvia sedang memendam masalah nya sendiri dan tidak mau memberi tahu kan nya pada Kita ! " Ujar Raisa yang juga sudah membuat Resa tertegun dan merasa bersalah.

__ADS_1


Kemana Resa selama ini sehingga tidak mengetahui perubahan gerak gerik adik nya ? Apakah Resa terlalu sibuk pada hubungan nya dan Raisa ? Lalu apa yang akan terjadi jika hari ini Raisa belum sadarkan diri dan mulai merasa curiga pada perubahan sifat Silvia ? Mungkin... Ah lebih tepat nya Pasti hingga seterusnya Resa belum sadar akan hal ini.


__ADS_2