Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 55.


__ADS_3

Tindakan yang di lakukan oleh Resa dan Raisa bukan untuk memanaskan seseorang atau apapun itu, tapi tindakan mereka ini sangat natural.


Apakah karena lagu yang mereka bawakan jadi mereka berdua terbawa suasana ? Atau karena memang mau memberitahukan pada semua hadirin, tentang hubungan dan perasaan mereka berdua ? Entahlah...


Teriakan histeris pun terdengar lagi, bahkan bukan hanya pembawa acara yang bersiul dengan mic ! Tapi semua anggota panitia yang sedang memegang mic juga ikut bersiul.


Suara tepuk tangan juga terdengar di mana mana, fans setia Resa × Raisa pun semakin menggila dengan tindakan mereka berdua di atas panggung.


Bahkan kemeriahan tetap bertahan selama 10 menit, setelah Resa dan Raisa turun dari panggung, dan duduk di dekat Lisa, Erna, Dika, dan beberapa teman seperjuangan.


"Astaga... Kapan mereka berdua nikah sih ? Kebayang gak, anak mereka berdua gimana ? " Ujar salah satu adik semester yang di apit oleh dua sahabatnya.


"Kamu belum tau apa ? Kak Raisa itu udah nikah tau ..! " Respon salah satu sahabat nya.


"Seriusss ?? Kok aku gak tau ? "


"Tapi walaupun udah nikah, kata nya kak Raisa masih suci loh. "


"Maksud nya apa sih ? "


"Ih otak lo tumpul banget deh, maksud nya kaya belum ada bulan madu atau malam pertama setelah nikah gitu.. "


"Ah masa ? Suami nya Gay kah ? "


"Eit... Suami nya itu normal banget tau. Suami nya itu lebih sayang sama cewe lain, nama nya fitri deh kalo gak salah.! "


"Gilaaaa...!!! Kak Raisa yang secantik itu aja dia gak mau ? Wah, dunia.. Dunia... Spek bidadari nya kak raisa aja gak mempan, apalagi kita yang udah kentang dari awal. ! "


"He'em... Tapi di satu sisi aku bersyukur kalo kak Raisa belum di jebolin sama Andre si cowok brengs*k itu. "


"Maksud lo ? "


"Ya berarti Kak raisa masih layak dan sangat amat layak buat kak Resa dong ! Kamu mikir ini gak sih ? "


"Benar juga yaah ! Tapi kalo memang suami kak Raisa itu lebih sayang sama fitri, berarti fitri itu pelakor kan ? Ihhh, menjijikan ! "

__ADS_1


"Pokok nya gitu lah yaah. Dan lagi, fitri itu gak sebanding banget muka nya sama kak Raisa, pokok nya enggak banget. Dia itu kayanya mau sama andre karena harta deh, semakin menjijikan kan ? "


"Ihh... Semiskin miskin nya aku, gak bakal aku jual diri.. "


"Iya kan ? Tapi dia beruntung banget dapat yang seumuran dengan dia, gimana kalo sama om om atau sama yang udah beruban ? Kan lebih menjijikan.! "


"Iuuhhhhhh..... Setuju banget, semoga aja kita di jauhkan dari manusia manusia kaya gitu ! "


Gosip tentang rumah tangga Raisa dan Andre sudah menjadi konsumsi publik, beberapa keterangan tentang raisa yang masih suci atau perawan juga di sebarkan oleh Lisa, Erna, dan Dika. Mereka tak mau sahabat mereka menjadi bahan tertawaan orang lain, sehingga lebih baik fitri dan andre yang ditertawakan sesuai dengan fakta yang benar.


Dan lagi, sepanjang percakapan antara tiga adik semester tadi, di dengar utuh utuh oleh fitri. Yang tepat berada di belakang mereka.


Wajah nya merah semu karena malu dan emosi, teman teman seangkatan nya menertawakan nya, dan hal itu membuat tubuh nya berguncang hebat karena yang di gosip kan itu benar. Mau di taruh di mana muka mu kalo seperti itu kan ?


"Raisa...!!! Ini semua karena kamu.... Ugghh" Geram Fitri dari relung hati terdalam nya, sehingga rencana licik pun tersusun kembali.


...|...


...|...


...|...


...|...


...|...


"RAISAAA..!! SURAT CERAI UDAH ADA DI TAS AKU ! KAMU TAU TAS AKU KAN ? JADI KALO MAU PULANG AMBIL SENDIRI AJA, AKU MASIH AKAN BERGOYANG DI SINI DENGAN ADIK ADIK SEMESTER DAN KAWAN KAWAN LAIN NYA ! " Teriak Dika pada Raisa, karena sulit sekali berbicara di tengah situasi seperti ini.


"OKE OKE... AKU PERGI KE RUANG TATA RIAS DULU, TAS KAMU KAN DI SANA. LAGIAN AKU GAK BISA DI SINI TERUS, BUKAN HOBI AKU SOAL NYA ! " Teriak Raisa dan langsung berjalan menuju ruang tata rias, karena kebisingan itu sangat amat mengganggu pendengaran dan perasaan Raisa.


.......


.......


.......

__ADS_1


.......


.......


...*Klek... *...


"Anjirrr..! Sepi banget kaya kuburan, ini pasti semuanya lagi di nge dance deh. Aiss, kalo ada barang barang yang ilang, ketua panitia pasti bakal kelabakan deh. " Kata Raisa sambil menutup pintu.


"Hem ? Gitar nya cuma satu ? Punya resa ada di mana emang ? " Tanya raisa dan langsung menghubungi Resa.


"Drtt... Drrtt... "


"Halo sa, maaf yaah aku udah pulang duluan, soalnya Silvia masuk rumah sakit ! "


"Hah kok bisa ? Emang dia kenapa sih ?"


"Gak tau juga, dia sendiri di rumah sakit ! Papa sama mama kan lagi di Paris, jadi aku gak bisa biarin dia sendiri aja. Tadi aku pengen pamit sama kamu, tapi karena kamu gak ada aku memutuskan utuk jalan aja, tapi tenang gitar udah ada sama aku, jadi kalo kamu butuh apa apa kasih tau aja yaah, nanti aku bakal jemput kamu kok.! "


"Oh kalo gitu gak usah res, aku juga udah ada sama Lisa dan lain nya, jadi kamu fokus jaga silvia aja, dan kalo aku butuh apa apa langsung kabarin kamu kok ! "


"Oke, see you. "


"Em... " Jawab Raisa dan panggilan pun berakhir.


Raisa hanya bisa memakai tas gitar si punggung nya, mengambil beberapa lembar kertas di tas Dika, dan langsung keluar dari area panggung karena taxi pesanan nya sudah ada.


Raisa naik dan duduk dengan jantung yang berdetak cukup kencang ! Apa ini karena surat perceraian sudah ada di genggaman nya ? Atau ada alasan lain ?


Setelah sepuluh menit di dalam taxi, akhir nya raisa pun sadar bahwa taxi yang dia tumpangi tidak mengarah pada alamat yang dia sebut kan.


"Em maaf ! Tapi seperti nya anda salah jalan pak, karena ini bukan area yang saya tau " Ucap Raisa yang berusaha tetap sopan.


"Hem ? Gue rasa udah bener kok ! " Jawab seseorang yang mengemudi.


"Hah ? Seorang wanita ? " Tanya Raisa yang sedikit merasa lega, karena bukan laki laki yang ingin melakukan tindakan memalukan atau sebagainya.

__ADS_1


"Yaah benar Raisa.. Itu nama mu kan ? Tapi wajah mu yang sudah lega itu sama sekali gak aku suka loh, karena saat ini kamu benar benar ada dalam bahaya. " Kata nya.


"Apa... Apa maksud mu ? " Tanya Raisa dengan debaran jantung yang semakin menjadi.


__ADS_2