Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 23.


__ADS_3

Setelah terlelap di tidur masing masing, akhirnya resa pun membuka kelopak mata perlahan. Dan mulai menerawang keadaan sekitar.


Ternyata resa terbangun karena matanya yang terpapar sinar matahari sore, yang hangat membasuh wajah nya.


Karena resa sadar raisa masih terlelap karena kecapean, resa tak ada niatan sedikitpun untuk bergerak atau menjahili raisa agar terbangun. Justru resa menggunakan tangan kiri nya untuk menghadang sinar matahari yang dapat mengenai mata raisa.


Padahal resa baru mulai menikmati momen ini, tapi raisa pun telah terbangun karena wajah nya terkena sinar sunset. Memang resa menghadang pantulan sinar matahari yang mengenai mata raisa, tapi tidak untuk semua wajah bukan ?


"Resss... Mending turunin tangan kamu, gak takut ketek kamu bengkak apa ? " kata raisa sambil memfokuskan tatapan mata nya ke depan.


"Kalo kamu nyaman aku perlakukan kaya gini, aku gak keberatan sama sekali kok. Mau ketek bengkak ke, aku gak peduli.. " Jawab resa sambil menjewer hidung raisa yang mancung.


"Kamu belajar gombal dari mana sih res ?? Kok kaya jago banget ? ! "


"Gak belajar dari siapa siapa kok, tapi kalimat itu datang begitu saja di kepala ku kalo ada sama kamu. "


"Astaga, aku baru bangun loh res. Jangan bikin jantung aku berdebar dengan kenceng. Bahas hal lain aja, sekarang udah jam berapa ? " tanya raisa yang tetap membenamkan kepalanya di bahu resa.


"Baru jam lima sore kok. "


"Masa sih ? Coba aku liat sendiri. " Kata raisa sambil menarik tangan kiri reda yang ada jam tangan nya.


Ternyata sudah jam 17:57, dan bisa bisa nya resa bilang baru jam lima ?


"Kaya nya jiwa kamu belum ke kumpul semua deh, padahal kurang tiga menit udah jam enam. Bisa bisa nya kamu salah liat jam ? "


"Yah gak tau, inti nya jam lima masih berlaku kan ? Kan masih tiga menit baru jam enam, salah aku di mana coba.? "


"Terserah kami ah, aku mau cuci muka dulu.. Terus beberes mau pulang, kamu juga kan ? " kata raisa dan beranjak berdiri.


Tapi resa dengan gesit langsung menarik tangan raisa dan alhasil raisa terduduk kembali, sambil menatap mata resa.


"Kenapa res ? "


"Biasa nya itu ada kissing setiap kali bangun, apalagi kalo bangun di samping kekasih. Masa kamu gak peka sih ? " kata resa mulai mendekatkan wajah nya.


"Ta... Tapi tadi kan udah... " Jawab raisa cepat, dan langsung memalingkan wajah ke lain arah.

__ADS_1


"Kalo tadi yaah tadi.. Sekarang yaah sekarang.." Kata resa memegang dagu raisa yang lancip dan memandang mata raisa.


"Ta... Tapi.... " Ucap raisa yang masih berusaha keras memutar otak nya untuk mencari alasan logis.


"Sayang nya... Apapun alasan kamu kali ini, aku tidak menerima penolakan apapun. " Kata resa dan langsung menerobos masuk ke dalam mulut raisa.


Raisa yang tak bisa berkutik dan melawan hanya bisa mengikuti keinginan resa. Yaah, walaupun raisa juga menikmati hal ini.


.......


.... ...


.... ...


.... ...


.... ...


...(20 menit kemudian. )...


"Ting.... " Pintu lift yang terbuka.


"Oia sa... Aku lupa nanya tadi, kamu pakai mobil sendiri waktu ke studio lukis yaah ? " tanya resa.


"Eh ? Enggak res.. Soalnya aku malas nyetir, ditambah aku lagi capek capek nya tadi, jadi kalo ngelakuin kesalahan kan bisa berdampak fatal. " Jawab raisa yang berjalan sambil menggandeng tangan resa dengan erat.


"Kalo gitu aku anterin kamu pulang yaah,"


"Em. " Jawab raisa dengan senyum di wajah nya.


Resa dan raisa langsung menuju ke parkiran mobil, dan langsung masuk ke dalam nya. Setelah itu resa langsung menginjak pedal gas, dan mulai mengemudikan mobil sport nya yang berwarna biru.


•Di dalam mobil.


"Sa... Kita makan dulu yaah, aku udah lapar soalnya. " Kata resa yang tetap memandang ke depan, karena saat ini sedang mengemudi.


"Kita mau makan di mana res ? Di Restoran atau di pinggir jalan ? " tanya raisa.

__ADS_1


"Kalo kamu mau makan di mana sa ? Aku sih ngikut aja... " Jawab resa.


"Di pinggir jalan aja res, udah lama juga kita gak makan di pinggir jalan. "


"Oke , kalo gitu kamu mau makan bakso, nasi ayam, atau -"


"Aku mau makan nasi uduk res, udah itu aja. Kira kira ada gak yaah ? "


"Ya jelas ada lah, kalo gak ada di kompleks ini pun, aku bakal cari sampai ketemu sa. "


"Terserah kamu aja deh, syukurlah kita cuma makan di pinggir jalan. " Kata raisa mengusap dada.


"Emang nya kenapa kalo kita makan di restoran sa ? "


"Ya karena aku gak bawa lipstik, bedak, sisir, parfum, maskara, blas -


"Cciiiiiiiittttt..... " Resa menginjak rem mendadak sehingga menghentikan ucapan yang ingin di katakan raisa tadi.


Untung saja saat ini jalanan sedang sepi, jadi tak ada bunyi dari klakson mobil lain karena marah dengan tindakan resa ini.


"Kenapa res ??? " tanya raisa ikut panik dan menengok ke luar dari kaca mobil, karena berpikir ada binatang atau semacam nya yang tiba tiba lewat.


"Bentar... Kamu bilang untung aja kira makan di pinggir jalan, bukan di restoran karena kamu gak bawa make up kamu.!! Emang kenapa kalo kamu masuk restoran tanpa make up ? Takut di bilang jelek sama cowok lain ? " Kata resa yang terang terangan mengungkapkan perasaan nya.


"Ehhh ??? Gak gitu konsep nya dodooooolll. " Jawab raisa dengan suara yang di tinggi kan.


"Terus konsep nya kaya gimana.? " Tanya resa sambil menatap tajam ke arah raisa.


"Kalo aku masuk ke restoran tanpa make up kaya gini, nanti yang ada cewe cewe gatal yang ada di restoran, pada nempel dan goda kamu karena menganggap aku cewek yang biasa biasa aja, atau cewek yang lebih jelek dari mereka, jadi mereka berhak untuk centil sama kamu. Kamu kira aku mau apa di begituin.?!!! " Jelas raisa panjang lebar, sesuai kebiasaan nya.


"....... " Resa pun hanya diam dan membelalakkan mata nya karena ucapan raisa itu. Pipi dan telinga nya sedikit merona akan hal itu, dan resa pun lanjut menginjak pedal gas dan kembali mengemudi sambil senyum senyum tak jelas.


"Ehem... Ehem... Kamu tetap cantik kok sa. Mau pakai make up atau engga, gak ada satu cewek pun yang dapat setara sama kamu. " Kata resa malu malu kucing.


"Masa sih ? Tapi tetap aja res, aku gak mau ada cewek lain yang nempel sama kamu kaya perangko selain aku. " Kata raisa sambil membesarkan pipi nya dengan udara yang dia tahan di dalam mulut.


Resa hanya tertawa dengan tingkah laku raisa yang menurut nya lucu saat ini.

__ADS_1


__ADS_2