
Bukan nya ingin mengambil alih tanggung jawab yang sudah di berikan pada Resa, tapi Risa mencoba untuk membantu Resa yang sedang kelabakan dalam menangani masalah kantor satu bulan belakang ini.
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
Resa bukan nya tidak becus dalam bekerja, berhubung sekarang banyak yang dia pikir kan, membuat Resa kadang berpikir dan bertindak ceroboh.
Maka dari hal itulah, sang Ayah memilih untuk menangani masalah kantor cabang, dan Resa cukup fokus pada kantor pusat dan sebagian nya di tangani oleh Andro.
Maka dari itu, Risa bekerja di kantor dengan jam kerja nya sendiri. Sedangkan Resa bekerja di dalam ruangan VVIP yang di gunakan untuk merawat Raisa. Ranjang Pasien milik Raisa berada cukup dekat dengan jendela, agat Selvi dan para gadis lain nya dapat membuka jendela di pagi hari sebagai oksigen alami dan lebih segar untuk Raisa.
Sedangkan meja kerja Resa berada di sudut ruangan, yang berada yang berada berdekatan dengan pintu. Tentu saja hal itu dapat terjadi setelah mendapat izin dari Noa dan rekan dokter lain nya. Karena Resa yang kekeh ingin menemani Raisa selama 24 jam sehari. Dia ingin, agar jika Raisa terbangun, orang pertama yang dia lihat adalah Resa. Bukan orang lain atau siapapun. Tak peduli degan atau tanpa ingatan, Resa hanya ingin Resa membuka mata dan orang pertama yang tau adalah diri nya.
Meskipun Resa di ijinkan bekerja di dalam ruang rawat Raisa, Resa harus menjaga kebersihan tubuh agar Raisa tidak terkontaminasi oleh virus atau partikel apapun selain obat obatan.
Dari semua hal baik itu, ada hal baik lain nya. Rambut Raisa yang tiga bulan lalu di cukup habis, kini sudah tumbuh lebat kembali dan panjang nya sampai di bahu nya. Seperti pendek nya rambut yang dimiliki oleh seorang tentara atau polisi wanita, begitulah panjang rambut milik Raisa saat ini.
* * *
__ADS_1
...[Malam hari nya]...
...*Klek* Pintu yang di buka....
"Kak.. Kamu hari ini tidur di Vila yaah.. Mata panda kamu udah merusak wajah tampan yang kamu miliki. Dan kalau Kak Resa jatuh sakit, seperti yang Papa katakan.. Kak Resa gak boleh keluar dari ruang rawat sampai benar benar sembuh.. " Bujuk Silvia yang kasian pada Kaka nya, yang jarang tidur di sebuah kasur. Hanya tidur di atas meja seperti seorang karyawan yang sedang lembur saja.
"Tenan aja.. Kaka kan bisa menyogok dokter yang merawat, agar memberikan keterangan palsu bahwa Aku udah sembuh seutuh nya, 1000 % malah... " Cetus Resa yang masih sibuk melihat layar komputer.
"Kak... Silvia rasa rencana Kaka gak bakal berhasil deh.. "
"Karena ? "
"Karena Papa udah dengar sendiri rencana kamu Res.. " Ucap Risa yang tiba tiba sudah muncul di belakang Silvia.
"What ??? Kamu gak kasih tau kaka Sil ? " Tanya Resa yang memelototi Adik nya itu.
"Kamu ngechat Aku ? Kok gak ada notifikasi yang masuk ! "
"Karena ponsel kaka mati loh ! Maka nya, di isi daya nya ! Bukan cuma tau pakai aja ! "
Mendengar perkataan Silvia membuat Resa menekan tombol ponsel nya, dan benar saja.. Ponsel Resa emang mati. Resa cukup tercengang akan hal itu.
"Jadi... Kamu yakin gak mau pulang Res ke vila Res.? Biar Ayah panggil Dokter pribadi Ayah untuk ngecek trombosit darah kamu dan hal lain nya ? Kalau di temukan satu saja masalah, Papa bakal ngurung kamu di dalam ruang perawatan selama sebulan.. "
"Kalau gitu ayo kita pulang Pa.. Badan Resa udah pegel banget ini.. Silvia, ayok... Hak Gak baik loh tidur larut.. "
Resa pun memilih untuk tidur di Vila malam ini. Karena cuma malam ini aja kan ? Dari pada harus terpisah dari Raisa selama satu bulan ya kan ? Semua nya berjalan seperti itu...
* * *
__ADS_1
...[ Pagi hari nya, Di Vila ]...
Resa terbangun dengan kondisi tubuh yang sangat segar... Dia langsung mandi dan mengganti pakaian nya, karena ingin ke rumah sakit.
Setelah selesai mandi, Resa tak sarapan lagi.. Karena dia sudah terbiasa makan di kantin rumah sakit. Karena lupa mengisi daya di ponsel nya semalam, Resa mengambil power bang untuk mengisi daya ponsel nya.
Saat Resa sedang berjalan di dalam rumah menuju garasi mobil, ada yang ada dengan Vila nya di pagi hari ini... Sangat hening.. Sepi... Bahkan tak ada pelayan sama sekali...
Sudah di cek di segala sudut rumah, tak ada siapa siapa.. Resa tak tau apa yang terjadi dan memilih untuk bertanya pada yang lain di rumah sakit. Karena Resa pikir Vila itu ingin di jual papa nya, dan di ganti dengan vila baru.
Saat di pertengahan jalan, Resa menyalakan ponsel nya. Tampak banyak panggilan tak terjawab dari Noa, Resa pun langsung menelfon balik. Namun tidak di angkat oleh Noa. Resa merasa heran, ada apa dengan hari ini ?
Tak butuh waktu lama, Resa sudah tiba di rumah sakit. Dia berjalan sambil memegang seikat bunga mawar yang sangat segar, yang di beli nya tadi di tempat biasa.
Saat berjalan di koridor menuju ruang VVIP milik raisa, terdapat banyak orang di depan pintu. Lebih tepat nya di depan ruang rawat Raisa dengan mengenakan pakaian serba hitam.
Resa terpaku di tempat nya, seikat bunga yang dia pegang sambil menampakkan senyum jatuh di atas lantai begitu saja. Dada Resa semakin bergemuruh, saat melihat Lisa, Erna, dan Dika yang sedang menangis terisak di kursi panjang rumah sakit.
Resa langsung berlari menghampiri ruang rawat Raisa yang pintu nya sengaja dibuat terbuka. Saat Resa baru masuk ke dalam ruangan, Terlihat Surya, Risa, dan Selvi sedang berdiri berdekatan dengan baju serba hitam dan derai air mata.
Sedangkan Silvia sedang menangis sekencang kencang nya di dalam pelukan Noa.. Noa pun ikut menangis... Dan dari semua hal itu, pandangan mata Resa terhenti pada tubuh Raisa yang tidak terdapat selang infus, O², dan layar monitor yang sudah tidak nyala lagi. Tampak Jelas tubuh Raisa terbaring kaku di atas ranjang, dengan wajah yang lebih pucat dari sebelum nya.
"Apa.. Yang terjadi...? " Tanya Resa yang akhir nya dapat mengeluarkan suara.
"INI SEMUA KARENA ANDRE KAK ! SEHARUSNYA KAKAK TUH BUNUH ANDRE KAK.. SEHARUSNYA KAKAK MENGHILANGKAN ANDRE DARI DUNIA INI
.. HIKSS... HIKSSS.. GARA GARA DIA... KAK RAISA YANG SEHARUSNYA MASIH HIDUP MENINGGAL KAK... HIKSSS... HIKSS... DIA... SI BRENGS*K ITU DATANG TADI MALAM DAN MENYUNTIKKAN RACUN MEMATIKAN UNTUK KAK RAISA.. DIA TERTAWA SEJADI JADI NYA SAAT MELIHAT RAGA KAK RAISA YANG UDAH GAK BERNYAWA SAMBIL TERIAK KALAU DIA GAK BISA DAPATIN KAK RAISA, GAK ADA YANG BOLEH ! AAARRRHHHH........ SEANDAINYA TADI MALAM KAK RESA GAK DI SURUH TIDUR DI VILA, KALAU AJA TADI MALAM KITA GAK NINGGALIN KAK RAISA SENDIRI... PASTI GAK BAKAL ADA KEJADIAN KAYA GINI.... PASTI GAK ADAAA... GAK ADAAA KAAAKKKK... HUWAAAAAA.... "
__ADS_1