
Resa yang belum benar benar tertidur, Mendengar perkataan raisa barusan. Hal itu membuat resa menampakkan senyum samar di wajah nya, dan kemudian benar benar benar terlelap.
.......
.......
.......
.......
.......
......(Lima jam kemudian)......
"Uugghhh... " Raisa yang sedang merenggangkan tangan nya dan seluruh tubuh nya, karena duduk terlalu lama ...
"Hah, aku lapar.. Pesan online aja deh, emm... Satu porsi- Eh ? Dua porsi. Kan ada resa juga, " kata raisa dan langsung memesan.
Setelah selesai memesan, raisa langsung meletakkan hp, masuk ke kamar mandi. Membasuh wajah nya dengan air dingin, dan keluar lagi.
"Res... Res... Bangun, dikit lagi pesanan nya udah datang loh. Kamu gak lapar gitu ? " kata raisa sambil menggoyangkan badan resa.
Tapi tak ada yang terjadi sedikit pun, resa seakan benar benar capek dan tak menjawab apalagi merespon raisa.
"Res... Res... Resa... Bangun yuk, " bujuk raisa dengan suara yang makin lembut. Karena raisa juga tau bagaimana capek nya resa, karena resa bukan orang yang tak punya pekerjaan. Resa adalah CEO atau pemimpin di perusahaan Gold, jadi jika resa sampai rela datang menemui raisa walaupun sedang capek capek nya, berarti raisa benar benar orang yang spesial bagi resa.
"Astaga, kenapa pose tidur resa harus menggoda seperti ini sih ? Dia gak tau apa kalo lagi tidur di depan perempuan yang bukan saudari atau keluarga nya. Emmm... Kalo aku lakuin itu sekarang, resa gak bakal tau kan ? Dan gak bakal ada orang yang tau selain aku kan ? Yaah, ini adalah kesempatan dalam kesempitan. "
Batin raisa penuh perlawanan antara sisi baik dan sisi jahat. Entah apa yang ingin di lakukan oleh raisa, sehingga ada perlawanan di pikiran nya seperti itu. Lalu...
"Muach" Raisa mengecup bibir resa dengan singkat, setelah itu raisa langsung berdiri dengan cepat dan memegang bibirnya yang baru menyentuh bibir resa.
"A... Aku... Aku melakukan nya, ya astaga.. Aku benar benar mencium bibir resa ??! Tapi syukurlah resa tak sadarkan diri saat ini, aku terselamatkan. Tapi... Tapi perasaan saat berciuman dengan resa tadi, benar benar mendebarkan.! Aku seperti ketagihan- Hah ?! Apa yang aku pikirkan ? ! Astaga, pergilah pikiran jahat, pergi- "
" Ting Tong... " Bel apartemen raisa berbunyi.
"Ah, kurir pengantar makanan nya udah datang. Sebaiknya setelah selesai menyajikan makanan baru aku bangunkan resa, kasian. Dia kelihatan sangat lelah. " Kata raisa dan langsung pergi ke arah pintu.
"Dengan Raisa putri ? " tanya sang kurir.
"Ya benar" jawab raisa dan langsung menerima sekantong pesanan yang dia pesan tadi.
__ADS_1
"Terima kasih. " Kata raisa dan langsung kembali menutup pintu.
Setelah itu raisa langsung membuka setiap makanan, mengambil dua piring yang ada di dapur, dan di letakkan di atas meja.
"Hah, kalo resa gak bagun juga.. Maka jangan salahkan aku yang memakan semua ini sendirian. " Kata raisa serius.
.......
.......
.......
.......
"Res... Res... Bangun... Ayokk bangun... Udah jam satu, masa kamu belum lapar sih ?! Kamu itu punya masalah sama lambung kamu kalo telat makan lih res, jadi ayoooo bangun... "Kata raisa sambil mengguncangkan badan resa.
"Em..... "Gumam resa dan mulai membuka mata nya.
"Udah jam berapa sa ? " tanya resa dengan setengah sadar.
"Em, oke... Aku ke kamar mandi dulu, jangan makan duluan ya sa. " Kata resa dan berjalan sempoyongan ke dalam kamar mandi.
Melihat reaksi resa yang seperti itu, membuat raisa merasa lega karena resa tak sadar saat raisa mengecup bibir nya tadi.
"Fyyuuuuh... Sekarang aku harus bersikap senormal mungkin, biar dia gak makin curiga.
Kata raisa dan langsung pergi ke meja makan duluan.
.......
.......
.......
"Wahh, masakannya kok bisa seharum ini?! Pasti enak banget sih. " Kata resa dan langsung duduk dan membalik piring nya dan mulai menyendok nasi dan lauk pauk yang ada. Hal yang sama pun di lakukan oleh raisa.
Setelah itu, raisa dan resa benar benar di sibukkan dengan sendok dan garpu masing masing.
"Oia res, kamu, tadi cuci muka gak sih ? "
__ADS_1
"Hem ? Cuci dong, masa ita engga. Apalagi kamu yang nyuruh, iyakan ?? " jawab resa.
"Kalo begitu kenapa warna lipstik yang kamu gunakan tidak luntur sedikit pun ? Kan biasanya lipstik kamu itu langsung luntur kalo cuci mula atau mandi. "
"Kamu tau dari mana kalo lipstik yang aku gunain bakal luntur kalo kena air ? "
"Kan waktu SMA dulu, kalo kamu habis main basket, pasti langsung nyuci muka. Dan setelah itu, di bibir kamu udah gak ada lipstik lagi. Terus sekarang kok beda sih."
"Ahh, aku juga gak tau kenapa lipstik nya gak ilang. Tapi aku beneran nyuci muka kok. "
"Beneran..??? " Tanya raisa menyipitkan mata nya, dan menatap raisa dalam dalam.
"Be... Beneran.... " Jawab resa memalingkan pandangan nya ke arah lain. Karena memang saat ini resa sedang berbohong.
"Pasti ada sesuatu yang kamu tutupin deh, soalnya muka kamu kentara banget kalo lagi bohong... "
"Ra... Raisa... Ini kamu yang dapat dada ayam nya, kali ini aku bakal ngalah kok. " Kata resa sambil memberikan bagian dada ayam di piring raisa, untuk mengalihkan pembicaraan.
"Oia res, bentar lagi suasana rumah aku bakal ramai deh... "
"Hem ? Ramai.? Karena apa sa.? "
"Yaah insting aku gak pernah salah res, kalo perkiraan aku udah terbukti, aku bakal kasih tau kamu. "
"Kalo belum terbukti, jangan kasih tau gue raisa... Bisa mati penasaran aku.. " kesal resa sambil mengunyah tulang paha ayam bagian atas, sampai terdengar bunyi kunyahan nya.
"Ya maap res, kan kalo perkiraan aku salah, aku bakal malu.. "
"Em.. Em... Em.. Mending sekarang kamu fokus makan aja deh, bikin kesal, aja. "
Setelah itu, Resa dan raisa melanjutkan makan sambil mengobrol dan bercanda. Sesekali mereka berdua saling suap, demi mencicipi rasa makanan masing masing. Padahal makanan mereka sama.!
Di saat yang sama, andre dan fitri tengah berada di rumah sakit. Andre tengah menunggu hasil pemeriksaan dari dokter, dan fitri sedang berbaring di ranjang pasien dalam keadaan kehilangan kesadaran karena suntikan penenang dari dokter tadi. Agar fitri tidak merasa sakit dan dapat tenang, dan proses pemeriksaan dapat berjalan lancar.
"Klek.. " Pintu yang terbuka.
"Dokter, gimana keadaan nya ? Apa dia keracunan makanan ? Atau ada gangguan kesehatan karena dia cuma punya satu-"
"Silahkan ikuti saya ke ruangan kerja saya pak, akan saja jelaskan di sana. "Kata dokter wanita itu, sehingga memotong perkataan andre.
"Baik dok. " Jawab andre patuh dan mengikuti dokter wanita itu dari belakang.
__ADS_1