Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 94.


__ADS_3

Dan sekali lagi, dengan banyak nya bukti yang sudah terpampang nyata, Andre beserta keluarga nya bisa berbuat apa coba ?


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...


...❀...


Taxi yang di naiki oleh Andre sudah tiba di rumah nya. Andre berencana mengambil semua perhiasan yang pernah dia beli untuk Fitri dan ingin menjual nya lalu dapat pergi keluar negeri. Karena dia tau, untuk saat ini tak ada jalan keluar.


Dan yang lebih parah nya lagi, Andre tidak mempedulikan Ayah Ibu nya sama sekali. Jika anak lain, merek akan menghawatirkan orang tua mereka terlebih dahulu, namun tidak bagi Andre. Dia rasa untuk menyelamatkan diri sendiri saja sulit, mau bersama yang lain dan keluarga nya ? Itu hal yang mustahil.


Saat Andre baru masuk ke dalam rumah nya, dia melihat Fitri yang sibuk memasukkan banyak perhiasan ke dalam ransel besar nya. Andre langsung naik pitam karena merasa Fitri sedang mencuri harta nya.


"APA YANG KAMU LAKUKAN PEREMPUAN MURAH ? SERAHKAN RANSEL ITU PADA KU ! " Bentak Andre dan membuat Fitri kaget bahwa ternyata Andre sudah ada di dalam rumah.


"TIDAK.. INI MILIK KU ! BUKAN MILIK MU ! " Ujar Fitri yang merasa bahwa itu adalah perhiasan nya, bukan milik Andre. Karena memang dulu Andre membelikan semua itu untuk Fitri.

__ADS_1


"KAU WANITA GILA ! APAKAH KAMU BENAR BENAR SUDAH TIDAK PUNYA URAT MALU HAH ? MEMANG DULU AKU MEMBELI ITU UNTUK DIRI MU, TAPI AKU MEMBELI NYA DENGAN UANG MILIK KU KAU TAU ? JADI, ITU MILIK KU ! BUKAN MILIK MU WANITA MURAHAN. " Bentak Andre yang merasa takut sekali jika kehilangan perhiasan yang dapat meyelamatkan diri nya di saat seperti ini.


Dia ingin pergi keluar negeri, hidup dengan nama lain, dan menjadi orang lain di negeri yang tidak mengenal diri nya. Bila perlu Andre tak keberatan sama sekali jika menjadi brondong untuk wanita wanita yang di panggil *Tante*, agar kehidupan nya dapat terus berjalan. Dia benar benar tak mau hidup di jalanan, memikirkan nya saja membuat Andre merinding.


Fitri yang sejak awal memang tamak akan harta, kekeh mempertahan kan ransel yang berisikan perhiasan itu. Andre merasa kewalahan dan sekalipun sudah menampar dan memberikan aksi kekerasan fisik pada Fitri, Fitri tetap tidak memberikan ransel perhiasan itu.


Aksi perebutan ransel perhiasan itu terus berlangsung selama beberapa menit sampai di pisahkan oleh orang orang yang datang dari pihak Bank.


Rumah Andre dan segala isi nya akan di sita, mobil dan berbagai kendaraan seperti motor, mobil, limosin, dan jet pribadi ikut di sita. Namun utang Andre pada Bank belum juga lunas dan Andre harus memikirkan cara bagaimana pun itu, untuk melunasi nya. Sebab orang orang yang datang dari Bank itu memaksa Andre untuk menandatangani surat yang mengharuskan diri nya membayar 8 M pada pihak Bank, karena memang banyak pinjaman yang terjalin dengan perusahaan nya.


Andre dan Fitri dihempaskan ke luar dengan sangat kasar, dan orang orang dari Bank itu belum ada yang sadar bahwa di dalam ransel yang Fitri peluk kuat kuat di penuhi oleh banyak perhiasan bahkan ada banyak cincin dan kalung berlian dengan polesan yang rumit sehingga kisaran harga nya antara 400-600 juga.


"Jika kamu tak mau kehilangan perhiasan ini, sebaik nya kita pergi dari sini dan membagi secara rata perhiasan yang ada di dalam tas. " Bisik Fitri pada Andre.


Merasa masuk akal pada usulan Fitri, Andre pun membantu Fitri berdiri bahkan memapahnya agar dapat berjalan sampai keluar pagar dan dapat menaiki taxi bersama sama.


Si petugas langsung merasa aneh, dan memutar otak nya untuk berpikir. Dia jadi sadar, bahwa seperti nya ada perhiasan atau sesuatu yang berharga sehingga di lindungi dengan baik oleh dua orang yang sedari tadi berseteru dan memiliki ego yang sama.


"BERHENTI ! TUNJUKAN ISI TAS YANG SEDANG DI PELUK WANITA ITU ! KALIAN BERLIMA, TANGKAP DUA ORANG ITU ! " Perintah petugas yang seperti nya menjadi penanggung jawab atas kasus ini.


Lima orang yang di tunjuk langsung berlari berhamburan ke arah Andre dan Fitri, mereka terancam Andre dan Fitri langsung berlari dan secara kebetulan taxi yang tadi Andre naiki masih berada di pinggir jalan karena suruhan Andre dan karena Andre juga belum membayar karena tak punya uang cash.


"CEPAT LARI KE DALAM TAXI ! " Teriak Andre pada Fitri.


Sungguh ironi mereka berdua masih dapat bekerja sama, padahal sudah berada di posisi yang tidak menguntungkan.

__ADS_1


Tinggal beberapa langkah lagi, mereka berdua dapat masuk ke dalam taxi, sayang nya langkah mereka langsung terhenti saat jalan yang akan mereka lalui di blok atau di halangi oleh lima orang berbadan kekar dengan baju serba hitam.


Mereka tampak bukan seperti preman jalanan yang murahan, atau bahkan yang bodoh. Sekalipun wajah mereka seram, aura yang mereka pancarkan sangat berwibawa dan tampak seperti manusia yang tak gagal seperti Andre dan Fitri.


Salah seorang di antara mereka memperhatikan wajah Andre dan Fitri, lalu di bandingkan dengan foto yang ada di tangan nya, sangat mirip sampai tak dapat di ragukan bahwa mereka adalah orang yang berbeda.


"Sampai di sini saja ! Selanjutnya serahkan pada kami ! " Kata salah seorang pada petugas wanita yang ikut berlari di belakang lima orang suruhan nya tadi.


"Tunggu dulu ! Apakah kamu orang yang di kirim oleh Tuan Resa ? Atau kamu hanya kenalan dan datang menolong sahabat Mu ini ? "


"Kamu masih waras kan ? " Tanya orang berbadan kekar itu, yang tak sudi di bilang merupakan kenalan dar Andre si manusia gagal ini.


Lalu karena yakin bahwa kelima orang berbadan kekar itu adalah suruhan dari Resa, orang orang dari pihak Bank langsung percaya dan membalikan badan ke arah rumah. Mereka juga punya pekerjaan yang tak bisa di tinggal kan.


Sedangkan Andre yang merasa nama Resa sedang di bicarakan, membuat diri nya yakin bahwa ini semua terjadi karena ulah dari Resa.


"APA KALIAN DI UTUS OLEH RESA ADITYA ? HEH, SUNGGUH MEMALUKAN MENGGUNAKAN KALIAN PARA PREMAN PINGGIR JALAN UNTUK MENANGKAP AKU ! KALIAN PIKIR AKU AKAN DIAM SAJA SAAT -"


...*BUUUKKK*...


Belum selesai Andre berkata kata, Dia sudah di buat pingsan dengan satu pukulan dari tangan orang yang berbadan kekar di belakang lehernya.


Fitri berteriak dan mencoba berlari menjauh dan ingin masuk ke dalam taxi seorang diri, sayang nya pergerakan nya langsung terhenti saat rambut nya di tarik dan di jambak oleh seorang pria berbadan kekar lain nya.


Fitri bahkan belum selesai berteriak namun sudah di buat pingsan.

__ADS_1


"JANGAN BUAT PEKERJAAN KAMI MENJADI RUMIT, KARENA KAMI TIDAK MENARUH BELAS KASIHAN PADA ORANG ORANG SEPERTI KALIAN ! " Kata seorang dari antara mereka, dan dua orang lain nya langsung menyeret bukan menggendong ke dua manusia itu ke dalam mobil mereka.


__ADS_2