
Keluh Silvia sambil menggeleng gelang kan kepalanya ! Ingin sekali Silvia mengelus atau memijat keningnya, sayangnya saat ini kedua tangannya benar-benar sedang di genggam oleh Noa.
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
__ADS_1
"Bagaimana Aku tidak cerewet coba ? Siapa juga yang tidak panas dalam, jika Kamu menyebut nama laki-laki lain, tepat di depan mata Ku ! "
"Aku hanya menjawab apa yang Kamu tanyakan, Sudah seperti itu, setelah Aku menjawab pertanyaan Mu malah Aku yang disalahkan ? Apakah sungguh tak ada Apapun yang terjadi pada otak Mu ? Aku jadi semakin mengkhawatirkan kondisi kepala Mu yang kian Kian detik Kian tidak membaik. Seperti nya cedera otak Mu semakin parah Noa, Percaya lah pada Ku dan segeralah memeriksakannya pada dokter. Ini semua dapat terjadi karena diri Mu dengan sukarela membenturkan Kepala Mu di dinding berulang-ulang kali. "
"Tunggu, itu bukan suatu lelucon. Karena saat Aku bertanya pada Dokter Vinsen, Dokter Vinsen mengatakan bahwa Aku cukup membenturkan kepala Ku di dinding atau benda padat lainnya yang dapat membuat kepala Ku terbentur dan dapat mengingat masa lalu. Alhasil aku tidak mendapatkan ingatan sama sekali Silvia. Yang ada kepala Ku berdarah dan Dokter Vinsen merasa panik saat mengobati dan membalut luka ku dengan perban. Sepanjang Dia mengobati Ku, Dia mulai marah-marah saat melihat Ku berdarah sepanjang mengobati luka Ku. karena Aku sangat bodoh, dan dengan bodoh nya Aku percaya pada perkataan Dokter Vinsen dan sungguh sungguh melakukan itu di rumah. "
"Jangan kan dokter Vincent, Bahkan Aku pun sendiri akan mengatai diri Mu bodoh karena Kamu melakukan hal itu. Kamu bukan anak polos lagi yang dapat dibujuk dengan permen untuk diculik ! Masuk akal bukan ? " Kata Silvia yang menjawab perkataan Noa.
"Hahaha...Tunggu dulu. Yang lebih lucunya lagi, karena dokter Vincent sudah mencapai puncak kesabarannya, Dia mulai bertanya pada Ku! Apakah Aku sedang dimabuk cinta? Karena melihat tingkah Aku yang rela membenturkan kepala di dinding rumah, itu membuat dokter Vincent sangat yakin bahwa Aku sedang masuk masa jatuh cinta. aku benar-benar sedang dimabuk oleh sesuatu yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. seperti udara, yah seperti itulah ! "
"Dan Berhentilah berkata-kata Noa, karena Aku rasa semakin Kamu bercerita, Aku akan merasa ikut malu atas perbuatan Mu ! " Ujar Silvia yang berharap jika diri nya menyela perkataan Noa yang tak ada tanda tanda ending, itu akan sangat menguras tenaga.
"Sungguh malang nasib Mu Noa. Sekalipun Aku sedang di mabuk Cinta, Aku yakin Aku tidak akan mempercayai perkataan Dokter Vinsen yang menyuruh Ku untuk menyeruduk kan kepala Ku ke tembok yang ada di rumah Ku ! Karena itu adalah pekerjaan yang gila ! " Jawab Silvia yang masih memiliki tenaga untuk merespon setiap perkataan dari Noa.
" setiap orang itu berbeda-beda Silvia, jadi kamu tidak bisa menyamakan diriku Dan Dirimu. apalagi jenis kelamin kita sudah berbeda pasti semuanya akan berbeda Silvia ! " Jawab Noa yang entah kenapa selalu saja terbersit jawaban di benak nya.
__ADS_1
"Itu pasti sakit Noa ! Sekalipun Aku sedang mabuk, sangat amat mabuk berat, Aku tak akan percaya percaya pada perkataan dokter vincent. Karena sakit yang di dapat kan oleh kepala adalah sakit yang lebih menyakitkan dari pada rasa sakit atau nyeri yang timbul setelah badan atau jari kita tergores akan sesuatu yang tajam. "
"Tentu saja Aku akan melakukan hal itu silvia. Apakah Kamu tahu seberapa frustasi nya Aku untuk mencari tahu masalah antara Diri Mu dan diri Ku ? Aku ingin melupakan Mu sejenak, agar Aku dapat berkonsentrasi dalam bekerja. Tapi nyatanya, sungguh sangat amat mustahil. Karena setiap kali Aku ingin membaca data diri pasien, wajah Mu tiba-tiba muncul dalam benak Ku. Jika saja wajah Mu yang muncul di benak Ku adalah wajah yang sedang tersenyum ceria, itu akan sangat membantu Ku. Tapi Kamu tahu ? Yang muncul dalam benak Ku malah wajah Mu yang sedang menatap Ku dengan ekspresi marah. Seperti saat pertemuan Kita di rumah sakit Belanda, Kamu masih ingat momen itu kan ? "
"Yah Aku masih mengingat detail kejadian itu. " Jawab Silvia, seperti nya setelah dari sini Dia sudah bisa melamar pekerjaan menjadi Ratu gosip. Tentu saja partner gosip nya adalah Noa, mereka berdua seakan semakin sefrekuensi.
"Em.. Sejak saat itu, Perubahan ekspresi Mu benar-benar terus berputar dalam benak ku. Yang berputar putar itu yang membuat otak Ku lebih sakit dari pada kepala Ku yang harus dibenturkan ke dinding atau benda padat. Lebih baik Aku menjadi gila, karena Aku sudah menjadi orang bodoh. Orang bodoh yang dengan gampang nya mempercayai perkataan bodoh yang dikatakan oleh dokter guru ! Karena itu, Aku benar-benar ingin mencari tahu apa yang terjadi saat Kamu berumur 17 tahun ! Apa yang terjadi sehingga Kamu dapat membenci Ku ? "
"Aku tahu bahwa Aku yang kurang bertanggung jawab, aku yang terlalu Masa bodoh pada kehidupanku, Dan menganggap remeh semua yang terjadi pada kehidupan Ku, Alhasil Aku kehilangan kepercayaan Dari Mu. Bahkan Kamu mendapatkan kekecewaan, kemudian Aku menggoreskan luka yang cukup panjang dan dalam pada Mu Silvia ! "
"........ " Silvia terdiam, Dia tidak tahu harus berkata apa lagi. Mungkin karena sudah berbicara terlalu banyak, sehingga otak nya tidak mau berpikir untuk mengeluarkan kata-kata lagi.
"Maafkan Aku Silvia, Aku tak keberatan Dan aku tak masalah jika Kamu ingin marah pada Ku. Tapi sebelum itu, ijinkan Aku menikah dengan Mu. Agar kita berdua menjadi Sepasang suami istri dalam rumah tangga. Sehingga menjadi lengkap lah sudah jika kita berdua sering marah-marah satu sama lain. Setidaknya hal itu akan menjadi sangat amat romantis, dan akan menjadi cerita saat kita sudah tua nanti. Saat kita dapat tertawa bersama-sama, karena mengingat masa lalu kita yang labil dan konyol, pasti salah satu nya adalah masalah Kita saat ini. ! "
Ujar Noa sambil dengan perlahan mengecup pundak tangan Silvia dengan sangat lembur. Namun Noa tak mau melepaskan bibir nya dari pundak tangan Silvia, hal itu membuat Silvia merasa gerah dan tidak nyaman.
__ADS_1
"Wow apapun pikiran Mu, aku rasa betul betul ada yang salah dengan otak Mu. Belum apa-apa saja Kamu sudah berpikir sampai ke sana. Coba Kamu bayangkan, masalah Kita saja saat ini belum selesai ! Tapi bisa-bisa nya Kamu sudah memikirkan masa tua Kita nanti ?! Saat saat di mana rambut hitam Mu dan rambut hitam Ku memutih, saat wajah Mu dan wajah Ku yang kencang ini menjadi dipenuhi dengan banyak nya keriputan. Dan Kita berdua yang menghabisi masa tua dengan canda tawa dari anak dan cucu-cucu Kita. Aku rasa Aku akan meminta bantuan pada Kak Resa, agar Kak Resa mengutus dokter spesialis saraf otak, agar setidak nya Kamu dapat lekas sembuh ! "
Kata Silvia dengan sungguh-sungguh, bahkan Silvia sampai mencondongkan kepalanya ke depan dan tatapan nya sungguh memastikan pada Noa bawah saat ini perkataan nya benar-benar sungguh-sungguh ! Bahwa Dia akan menghubungi Resa untuk meminta memesan kan dokter khusus untuk Noa.