Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
#Part 161.


__ADS_3

Walaupun panggilan sudah berakhir, sang pelayan masih melihat layar hp nya degan cukup sinis.


“Kau pikir Aku terlalu takut pada Mu ? Aku hanya melakukan nya karena uang. Karena bayaran Mu juga sangat di luar nalar. Jika bukan karena uang, Kamu pikir Aku ingin mengkhianati Tuan dan Nyonya Aditya ?”


Monolog pelayan itu, sambil tersenyum puas saat pesan sudah masuk tentang uang yang berhasil di tranfer ke akun nya. Dan pelayan itu pun langsung mengirim foto Noa yang sempat Dia ambil tadi.


Saat sudah menyelesaikan pekerjaan sampingan nya, yang menghasilkan uang dalam jumlah besar, pelayan itupun langsung berbalik dan ingin kembali ke pekerjaan nya. Namun, yang Dia lihat berhasil menghentikan langkah kaki nya.


“Bagaimana ? Sudah selesai menghubungi BOS BESAR mu itu ?” Tanya seseorang yang saat ini berdiri tepat di hadapan pelayan itu.


“Tu... Tuan Resa...” Ucap pelayan itu dengan badan yang entah kenapa refleks gemetaran.


Bukan Cuma itu, pelayan wanita ini seakan mengidap kelainan saat berbicara, sehingga tampak gagap saat ini.


“Syukurlah Kamu mengenal Ku. Aku kira Kamu hanya akan mengenal orang yang sudah berhasil menghancurkan hidup Adik Ku. Dan juga menghancurkan hidup keluarga Ku.”


“.....” Pelayan itu terdiam seutuh nya.


Dia benar benar sudah ketakutan di hadapan Resa. Bukan pelayan atau pekerja lain yang menangkap basa kelakuan nya, tetapi pemilik dari Marga Aditya.


“Sekarang beritahu pada Ku, Siapa yang Kamu hubungi tadi, Dan memberitahukan tentang perkembangan masalah saat ini, yang sama dengan perkiraan nya.”

__ADS_1


Resa memberikan perintah pada pelayan wanita itu dengan wajah yang nampak jelas tidak sedang bercanda. Urat leher nya tercetak jelas, bahkan urat tangan nya pun ikut terlihat jelas, karena saat ini Resa sedang menggenggam erat telapak tangan nya.


“Astaga.. Astaga.... Astaga... Bagaimana ini ? Padahal Aku baru mendapat peringatan agar jangan tertangkap. Sekarang Aku harus keluar dari masalah ini dengan cara seperti apa. Ayolah... Berpikir.. Berpikirlah... Jangan membuat karir Mu hancur karena ini.. Um.. Ah, Aku kan bisa mengunakan nama orang itu. Yah, Aku bisa mengkambing hitam kan diri nya. Lagian, tak akan ada yang terjadi jika Aku menggunakan nama nya, yang ada Dia akan semakin di benci.” Batin pelayan wanita itu.


“JAWAB AKU !!” Teriak Resa sambil membetalk pelayan wanita itu, yang berhasil membuat wanita itu kaget bukan main.


Masa bodo lah sama etika harus menghargai wanita, orang wanita nya seperti ini, kenapa harus di hormati ? Dengan alasan seperti apapun, Dia tak punya hak untuk memperlancar penghancuran keluarga Resa. Jika


kau ingin bahagia sambil menggorbankan orang lain, apakah terdengar adil ? Tentu saja tidak.


“Maaf... Tapi, yang menguruh saya adlah Nona Lisa Tuan Resa. Saya tak tau apa apa, jadi Sya mohon jangan pecat Saya...”


Mohon pelayan itu sambil berlutut bahkan dengan derai air mata yang sudah sangat deras mengalir di wajah nya saat ini.


“Iya benar Tuan. Maka dari itu, Saya mohon jangan pecat Saya. Tadi di telepon, Nona Lisa menyuruh Saya untuk melaporkan apapun yang terjadi pada Nona Silvia dan yang terjadi pada Tuan Resa apalahi Tuan Noa. Yah, Nona Lisa menyuruh Saya untuk menaruh perhatian lebih kepada Tuan Noa, karena Nona Lisa menyukai... Yah, sangat menyukai Tuan Noa. Jadi-“


“Aku menyuruh Mu melakukan itu ? Ah masa ? Aku tidak ingat pernah kenal orang seperti Mu, apalagi yang status nya hanya seorang pelayan biasa.” Ucap seseorang yang sekarang berdiri di hadapan pelayan itu, karena Dia baru saja melewati Resa begitu saja.


Bukan nya ingin merendahkan bahwa pekerjaan sebagai pelayan sangat hina dan paling rendah. Yang membuat orang ini mengeluarkan perkataan ynag tak sedap, karena merasa tak terima jika dirinya di fitnah oleh pelayan yang bahkan nama nya saja tidak di ketahui.


“Haahh.... Haahhh.... Haaahh...” Saat melihat wanita yang saat ini ada di hadapan nya, membuat pelayan itu kesusahan dalam bernafas.

__ADS_1


Bukan karena berlebihan atau sebagai nya, tetapi tak mungkin kan karena Diri nya memanggil nama LISA, maka Lisa akan langsung muncul di hadapan nya bukan ?


Yah, saat ini yang membuat Pelayan itu syok karena yang berdiri di hadapan nya adalah Lisa. Orang ynag ingin Dia kambing hitam kan. Namun bagaimana bisa Lisa menjadi kambing hitam pelayan itu, lantaran sejak Pelayan itu bertelepon, Lisa sudah berada di sisi Resa.


“Kamu kesusahan bernafas ? Yah, berarti kita pernah berada di situasi yang sama. Sayangnya, situasi Aku saat itu karena terpaksa. Bukan karena kemauan diri sendiri.” Ucap Lisa lagi penuh penegasan, karena tak mau jika Diri nya menjadi pelaku di balik semua ini.


"Bagaimana... Bagaimana Kamu bisa masuk ke dalam kediaman ini lagi ? Bukan kah kemarin Kamu sudah datang dan membuat Tuan dan Nyonya memarahi anak anak nya ? Tak mungkin Kamu dapat masuk dengan mudah setelah melewati kejadian kemarin. Kamu-“


“Tentu saja karena Aku yang menyuruh nya datang.” Ucap seseorang yang sekarang ikut masuk ke dalam situasi yang semakin menyudutkan pelayan itu.


“No...Nona Raisa ?!” Ucap Pelayan itu kala melihat Raisa mendekat ke samping Lisa.


“Tapi bagaimana ? Aku sudah menyebarkan gosip bahwa Kamu telah merusak hubungan orang tua dan anak di kediaman Aditya kemarin, dan para satpam juga sudah mengenali wajah Mu. Karena Aku ikut menyertakan foto jikalau ada yang penasaran dengan wajah Mu. Jadi, tak mungkin Kamu dapat masuk-“


“Hei, yang sudah akrap dengan satpam satpam ynag berjaga di gerbang adalah Aku dan Resa. Jadi apapun yang Kami perintahkan, pasti mereka akan menurut kan ? Sama seperti Mu, yang menurut kepada seseorang yang sudah jelas ingin menghancurkan kehidupan Silvia. Dan jika tebakan Ku benar, Dia juga ingin mendapatkan Noa dengan cara menyingkirkan Silvia yang menjadi batu penghalang nya dalam mendapatkan Noa bukan ?”


Pelayan itu lagi lagi terkejut dengan perkataan Raisa. Apakah hari ini Sial akan menimpa diri nya.


Tak mau masuk ke dalam jurang bersama kebodohan nya, pelayan itu mencoba untuk mengompori Raisa.


“Ta... Tapi kenapa Nona Raisa masih memberikan kesempatan kepada Lisa ? Dia sudah membuat hubungan Silvia dan orang tua nya merenggang loh. Sebaik apa diri Anda, sehingga memaafkan kesalahan Lisa ?”

__ADS_1


“Oh ? Kamu kepo juga yah ? Atau Kamu berharap Aku dapat termakan profokasi Mu yang murahan itu ? Jangan harap deh. Dan jika Kamu sangat menginginkan jawaban atas pertanyaan Mu barusan, maka akan Ku jawab dengan senang hati. Karena Lisa adalah sahabat Ku. Aku sudah mengenal nya lebih lama dari siapapun, sehingga tak akan goyah dengan beberapa hal yang terjadi.”


Jawab Raisa dengan penuh keyakinan, dan kembali merangkul Lisa. Sekilas, Lisa pun tersenyum bahagia, karena mendapatkan Sahabat seperti Raisa. Sahabat yang benar benar limited bukan ?


__ADS_2