Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 134.


__ADS_3

Setelah menerima lamaran dari Resa, Raisa dan Resa menghabiskan waktu selama tiga puluh menit di taman bermain itu. Mereka masih menikmati waktu bersama-sama sebelum akhir nya berangkat ke sebuah restoran yang telah di pesan oleh Resa.


Satu masuk dari gerbang restoran itu, dari pintu masuk karpet merah sudah terbentang di hadapan Raisa. Seakan saat ini raisa dipersilahkan untuk fashion show atas nya. Lalu saat memasuki pintu masuk, lilin-lilin terlihat di segala arah. Bahkan ada lilin yang disusun sepanjang jalan, dan suasana estetic dirasakan di rasa oleh Raisa dengan sangat pekat.


Bukan hanya itu, pemandangan yang Raisa lihat juga ditambahi dengan banyak nya kelopak bunga mawar berwarna merah yang ditemukan di mana-mana. Hiasan-hiasan lain yang membuat dekorasi semakin bagus, lampu-lampu yang menghasilkan terang tidak terlalu berlebihan, dan menciptakan suasana yang dipenuhi dengan keromantisan.


Tak ada penyambutan dari pelayanan restoran atau sebagai nya, Resa hanya menuntun Raisa ke tempat duduk yang telah disediakan, dan saat mereka baru saja duduk, para pelayan langsung berdatangan dan membawakan begitu banyak makanan.


Dari hidangan pertama, hidangan kedua, hidangan ketingga dan seterus nya hingga dessert atau makanan penutup. Bohong jika Raisa tidak menikmati situasi saat ini. Bahkan Raisa seakan sedang terhipnotis dan tak mau mengakhirinya sampai di sini saja, benar-benar seperti suasana di mana yang pernah dia baca di buku dongeng, saat pangeran menjemput sang putri atau wanita beruntung lalu memberikan kebahagiaan yang sempurna pada nya. Dongeng yang dulu hanya bisa Raisa temui dalam buku cerita, kini seakan dibuat nyata dan di buktikan dengan yang Dia lihat.


Saat suasana makan penuh dengan keromantisan, Raisa beberapa kali mencuri pandang ke arah Resa yang masih saja berikan senyum menawan nya. Sungguh menggoda saat menatap pria yang tampan di depan matanya itu.


...♡...


...♡...


...♡...

__ADS_1



...♡...


...♡...


...♡...


Sehabis makan malam yang romantis di restoran yang telah di hias sedemikian rupa, Resa dan Raisa pulang ke villa karena ingin beristirahat, sudah larut dan Raisa juga sudah tampak kelelahan.


Dan bukan Resa nama nya jika Dia langsung membiarkan Raisa istirahat. Resa justru mencium Raisa habis-habisan . Resa menggunakan segala upaya, mencium kening, hidung, pipi, dagu, dan semua organ-organ lain Raisa untuk melakukan hal itu juga saat ini.


Tapi Resa ingin malam ini, dan Raisa lagi-lagi tidak mengijinkan nya walaupun jujur saja Raisa sudah mulai tergiur untuk melakukan nya, sisi positif raisa lebih mendominasi sehingga hal itu tak dapat terjadi.


Lalu pada akhir nya Resa mengalah karena sudah dua jam Dia membujuk Raisa, namun tidak ada perubajan yang terjadi. Mereka berdua tidur di atas kasur dengan hanya saling menggenggam tangan dari satu sama lain. Bagi Raisa itu sudah cukup untuk diri nya, tapi bagi Resa itu sangat kurang.


* * *

__ADS_1


keesokan harinya……


Di rumah sakit, Noa sedang dibius karena sumsung tulang belakang nya sedang diambil. Ya hari ini, adalah proses pengangkatan sumsum tulang belakang milik Noa, dan akan diberikan pada bayi Brayen pada sore hari nya.


Operasi akan di jalan kan pada sore hari karena itu permintaan dari Noa. Noa ingin menjalankan operasi penyelamatan dengan tangan nya sendiri, karena yang akan menjalan kan operasi adalah Brayen, anak nya.


Padahal Noa adalah seorang dokter. Seharus nya dia tau bahwa pasien atau orang yang baru saja diangkat sumsum tulang belakang nya harus menjalankan istirahat penuh selama seminggu, tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat-berat, cuman boleh makan tidur makan tidur makan tidur dan buang air kecil maupun air besar.


Tapi entah kenapa Noa dengan keras kepala nya yang menyerupai batu, Noa ingin menjalankan operasi penyelamatan bayi Brayen dengan tangan nya sendiri. Dokter vincent yang mendengar laporan tersebut, langsung memanas di Belanda. Dia ingin marah tapi saat dia menelpon nomor Noa, Noa telah mematikan hp nya karana tahu pasti dia akan mendapatkan telepon dari dokter vincent. jadi lebih baik mematikan hp-nya daripada mendengarkan kata kata mutiara dari dokter vincent sepanjang hari.


Hari baru pukul 08.00 pagi, operasi pengangkatan sumsum tulang belakang milik Noa telah selesai dijalankan. Noa masih dalam efek obat bius, dan Noa di pjndahkan ke dalam ruang rawat hingga dia siuman dengan sendiri nya. Sedangkan Silvia hanya bisa menunggu dengan panik, karena dari beberapa hari yang lalu dan terus cemas, dan sudah dibuat frustasi karena kali ini dua pria dalam hidup nya harus sama-sama menderita. Padahal beberapa hari yang lalu Sivia tak peduli apapun yang menimpa Noa, tapi sekarang sudah berbalik.


Saat Silvia sedang di penuhi dengan rasa takut, Silvia nampak bingung saat duduk sendiri di koridor rumah sakit pada kursi yang panjang itu karena banyak pikira , dan dua orang sedang berjalan ke arahnya.


Silvia tidak menyadari hal itu karena dia terlalu fokus dengan pikiran lain nya yang berpikir aneh-aneh atau berpikir hal negatif yang mungkin saja akan terjadi setelah atau sebelum operasi dimulai, Baik itu untuk si kecil Brayen ataupun Si besar Noa.


Nando dan Lusi saat ini jelas tak bisa menemani Silvia, karena keadaan Lusi sangat miris. Mungkin karena kandungan nya yang lemah, sehingga sedikit saja Lusi merasa mual dan ingin muntah, Lusi pasti akan langsung pingsan. Hal ini membuat Nando tak bisa lepas penjagaan dari Lusi selama dua puluh empat jam. Silvia memahami hal itu dan Dia tidak mau terlalu menuntut mereka berdua untuk memahami nya atau ada di sisi nya, karena selama ini Nando dan Lusi sudah memahami nya. Jadi kali ini, Silvia ingin dia yang memahami situasi yang sedang di alami oleh Nando dan Lusi yang notabene nya baru saja menjalani hamil pertama. Di mana belum terlalu tahu apa yang harus dilakukan, jika terjadi satu hal atau beberapa hal lain nya.

__ADS_1


"Masih muda kok udah banyak kepikiran ? Enggak takut cepat tua apa ? "


Perkataan itu sontak membuat Silvia kaget, dan membuat Silvia memalingkan pandangan ke arah ujung lorong. Silvia kaget bukan karena shock dikejutkan, tetapi kaget karena mendengar suara yang mirip kakak nya.. Apakah karena terlalu ber halusinasi, jadi Silvia mendengar suara kakak nya?


__ADS_2