
"KEHADIRAN MU TIDAK DI TERIMA DI SINI ! " Sambung Risa dengan tatapan yang sama seperti Surya, yang seakan tak mau Andre mendapatkan kesempatan utuk berbicara.
...✾...
...✾...
...✾...
...✾...
...✾...
...✾...
Karena Andre masih mengatur nafas karena baru saja selesai berlari, dia belum bisa berkata apa apa. Bukan nya sadar akan kesalahan nya, tetapi karena Andre memilih mengatur nafas lebih penting, setelah nafas nya kembali normal, baru bisa berdebat dengan beberapa orang yang ada di hadapan nya saat ini.
__ADS_1
"PERGILAH DARI SINI !!! " silvia yang pada dasar nya bermulut pedas, benar benar sudah tak tahan melihat Andre.
"JANGAN PULANG KE RUMAH UNTUK BERCINTA BERSAMA SI ******* FITRI DI ATAS RANJANG, TETAPI LANGSUNG PERGI KE NERAKA SAJA ! AKU RASA DI SANA ADALAH TEMPAT MU YANG SESUNGGUHNYA ! AKU BAHKAN MASIH RAGU, APAKAH NERAKA COCOK UNTUK MANUSIA GAGAL YANG KEJAHATAN DAN PERBUATAN NYA LEBIH KELEWATAN DARI SETAN DAN IBLIS YANG PERNAH ADA. ! " Sambung Silvia dengan sangat emosi, mengingat semua kemalangan yang menimpa Raisa selama ini bermuara dari Andre.
"...... " Andre tak bisa berkata kata dan hanya memandang tajam ke arah Silvia. Tatapan nya seperti berkata, berani berani nya bocah ingusan seperti mu mengumpat secara kasar kepada ku ? Begitu lah arti tatapan Andre, namun ini Silvia. Dia tak gentar sedikitpun dengan tatapan dari Andre.
Risa sadar dengan arti tatapan mata Andre pada putri bungsu nya, hal itu semakin membuat keinginan Risa untuk membunuh Andre semakin menjadi. Karena sudah tak tahan lagi, Risa langsung memegang kerah baju Andre dan menatapnya penuh benci seraya berkata, " KAU TAK PUNYA HAK MENATAP ANAK KU SEPERTI ITU ! SUNGGUH MENJIJIKAN ! "
"....... " Andre tak bisa membalas perkataan Risa, padahal pernapasan nya sudah kembali normal. Rasa tertekan yang di berikan oleh Risa bukan cuma kata kiasan. Tapi sungguh kenyataan yang bahkan membuat Andre kesulitan menarik nafas.
"DASAR BEDEBAH !!! KAU MASIH PUNYA MUKA UNTUK DI TAMPILKAN DI SINI ? ERNA.. LEPASKAN AKU !!! BIARKAN AKU MEWAKILI RAISA UNTUK MENGHAJAR NYA ! AH TIDAK, AKU TAK AKAN MEWAKILI RAISA. BIARKAN AKU MEMUKULKAN ATAS NAMA SAHABAT, SUDAH CUKUP AKU BERSABAR SELAMA BERTAHUN TAHUN. " Dika mulai tak terkontrol. Kurangnya istirahat membuat emosi Dika cepat berkobar, apalagi di hadapkan dengan Andre.
Andre ingin membalas satu persatu perkataan yang di arahkan pada nya, tetapi mengigat saat ini posisi nya adalah yang paling salah, membuat Andre hanya merasa malu dan memilih untuk tidak menjawab perkataan pedas yang di arahkan pada diri nya.
"AKU DATANG KARENA RAISA ! JADI AKU TAK MEMERLUKAN IZIN DARI KALIAN UNTUK TETAP BERADA DI SINI ! " Andre memang tak mau membalas satu pun kritikan yang mengarah pada nya, tapi bukan berarti Andre tak mau berbicara. Rasa percaya diri nya, membuat dia dengan sangat bangga mengatakan pendapatnya !
Mendengar perkataan dari Andre berhasil membuat semua orang yang ada di depan ruang perawatan Raisa terbakar emosi yang semakin menjadi. Bisa darah tinggi mereka semua. Tatapan geram, benci, dan tak suka pun tertuju pada Andre yang saat ini berdiri dengan percaya diri.
__ADS_1
"KALAU KAU INGIN TETAP TINGGAL DI SINI, JANGAN MEMBUAT KERIBUTAN ! KEHADIRAN MU TAK DI BUTUHKAN OLEH KAMI, TAPI ENTAHLAH DENGAN RAISA. TAPI, JANGAN SALAH KAN AKU JIKA MENYURUH SECURITY DATANG DAN MENYERET MU KELUAR DENGAN SANGAT MEMALUKAN ! JADI SEKALI LAGI, JAGA KELAKUAN MU. KARENA AKU SUDAH TAK PUNYA RASA KESABARAN LAGI ! INI SEMUA, SEMATA MATA HANYA UNTUK RAISA ! "
Resa pun seakan menjadi penengah antara ke dua kubu yang seperti nya sampai mati pun tak akan mengibarkan bendera putih. Namun perkataan Resa membuat semua orang langsung kaget, dan secara otomatis mengarahkan pandangan ke arah nya.
..."REEESAAAAAA" Teriak enam orang dengan intonasi suara yang tak terkontrol, dan raut wajah kaget dan jengkel karena Resa seakan tidak berpihak pada mereka....
Resa yang di tatap pun mengerti, dan sambil bersandar di tembok yang bersebelahan dengan pintu, Resa melipat tangan nya di dada, menengadah kan kepala nya ke atas dan memejamkan mata, lalu berucap " Kondisi Raisa belum stabil dan belum sadar hingga detik ini. Tapi jika dia sadar dan malah ingin bertemu dengan Andre, bagaimana ? Tak ada dari kita semua yang dapat menolak keinginan Raisa di situasi saat ini. Atau ada yang dapat melarang Raisa agar meminta hal lain ? "
Perkataan Resa membungkam mulut ke enam orang yang sedari tadi terbakar emosi ! Mereka lebih merasa emosi dan semakin benci dengan Andre, karena yang di katakan oleh Resa adalah suatu kenyataan yang tak bisa di bantah siapapun.
Mereka semua lebih tak suka lagi, karena setelah Resa mengatakan kebenaran nya, Andre sudah berjalan penuh percaya diri ke arah bangku panjang yang di sediakan oleh rumah sakit, duduk sambil memangku kaku nya, dan memasang wajah bangga dan kemenangan mutlak hanya untuk diri nya.
Siapa juga yang tak akan emosi coba ? Manusia bernama Andre ini benar benar menguji kesabaran. Mereka berenam kecuali Resa langsung berpindah posisi dan menjauh sejauh jauh nya dari Andre. Mereka saja sudah merasa sesak dan merasa tak sudi jika harus bernafas di satu ruangan yang sama dengan Andre.
..."MENJIJIKKAN ! "...
Batin ke enam orang yang saat ini memandang tajam pada seseorang, yang merasa diri benar padahal dia yang salah, dia yang tak tau malu, dan padahal dia sudah tau akan kesalahan nya, tapi masih bisa bersikap bak seorang Raja ?
__ADS_1
Sedangkan Resa masih bersandar di tembok dengan tetap melipat ke dua tangan di dada, tampilan nya sangat kalem untuk situasi saat ini. Dan itu membuat Andre merasa lagi lagi dia di kalahkan dari Resa. Karena Andre sudah menjadi kan Resa sebagai saingan bisnis dan saingan laki laki sempurna. Padahal Resa tak pernah berpikir seperti itu..
Resa kalem ? Tak mungkin ! Di balik postur tubuh nya yang seakan sedang berpose dengan sempurna itu, terpendam rasa ingin membunuh Andre dan membuat Andre menjadi manusia paling menyedihkan di dunia. Siapa sebenar nya Andre ini ? Sehingga harus mendapatkan Raisa yang sangat tak cocok dengan sikap nya yang seperti bedebah dan bajing*an ini ? Apakah Resa kalah dalam hal tubuh ? Wajah ? Harta ? Atau adalah hal lain, yang membuat Resa tak bisa mendapatkan Raisa ? Entahlah... Pikiran Resa saat ini benar benar sedang sangat berantakan. Dan tak terbesit keinginan nya, untuk merapikan pikiran nya ini..