Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 57.


__ADS_3

Dan yaah, yang di banting oleh andre adalah gitar Raisa. Gitar yang menjadi peninggalan ibu nya, yang telah di jaga oleh Raisa selama bertahun tahun....


Dengungan dari gitar yang hancur, tali senar yang seakan mengatakan selamat tinggal, membuat pendengaran raisa hanya tertuju pada kehancuran gitar itu. Sampai sampai suara andre yang sedang marah marah, dan fitri yang sedang menangis terdengar samar bahkan tak terdengar di telinga Raisa.


Mata raisa seakan di siram oleh air cabai, sangat panas dan pedas... Bagai ribuan jarum yang menusuk di setiap bola mata nya sampai berdarah, apakah masih ada perumpamaan lain yang dapat menggambarkan perasaan yang di rasa raisa saat ini ?


Lalu, butiran bening pun mulai jatuh membasahi pipi raisa. Perasaan hampa yang raisa rasakan, seakan kehilangan sesuatu, seakan separuh dari jiwa nya di ambil secara paksa begitu saja.


Dan yaah, Andre dan fitri berhasil membangkitkan sifat raisa yang akan timbul jika berhubungan dengan ibu nya.


"ANNNNJIIINNNGGG !!!!!!!! " *BUUKK* Teriak Raisa dan melayangkan tinju yang telah mendarat di rahang bagian bawah andre sampai membuat bekas memar yang berwarna biru. Bukan merah atau warna lain nya.


"Apa ?? Kamu berani memukul ku ? " Tanya andre dengan mata yang tak berkedip, dan masih terduduk di lantai.


"Kak Andre.... " Teriak fitri yang ingin berlari ke arah andre, namun Raisa langsung memegang tangan fitri dan dia hempas kan raga fitri ke arah lain dari tempat andre terduduk.


"Kkyyyaaaaa...!! " Teriak fitri yang terjatuh di atas lantai dengan keras.


"FITRRII...! " Teriak andre.


"PRAAAANGGGGG !!!!!! " Raisa membanting kanvas bunga, dan mengambil salah satu pecahan kanvas itu dan di pegang nya di tangan kiri.


Lalu raisa duduk jongkok agar pandangan mata nya sama dengan fitri, lalu...


"PLAAKK.... " Raisa menampar fitri dengan tangan kanan nya.


"Aaahhh... " Keluh fitri kesakitan.


"PLAKK.. PLAKK.... PLAAKK.. PLAAAKK.. PLAK.. " Raisa terus menampar fitri dengan punggung tangan nya, yang sudah pasti lebih sakit.


"LEPASIN FITRI .. " Teriak andre dari belakang karena di sudut bibir fitri telah mengalir darah segar.


"PLAAKKK... " Raisa terus menampar fitri.

__ADS_1


"HEI BINANTANG, BERANI KAMU SELANGKAH LAGI, MAKA AKU TAK AKAN SEGAN SEGAN MENIKAM WANITA J*LANG INI. AKU AKAN MENYAYAT WAJAH NYA YANG SUDAH MENGELUARKAN BANYAK UANG UNTUK PERAWATAN. AKU AKAN MEMOTONG LIDAH, JARI TANGAN, JARI KAKI, DAN AKAN KU CINCANG PELAN PELAN DENGAN PISAU CINCANG YANG ADA DI DAPUR ! "


Kata Raisa yang menyadari bahwa andre ingin berjalan ke arah nya, karena ingin menyelamatkan fitri.


"........ " Fitri hanya terdiam dengan seluruh tubuh yang bergetar hebat, karena wajah raisa kali ini tak pernah seserius ini, dan dari situasi ini... Setiap perkataan Raisa bukan lah ancaman atau gertakan saja.


"A.. Apa kamu berani ?? Dengan kecoak saja kamu takut, cuih.. "Andre pun meremehkan raisa, bahkan sampai meludah.


"....... " Raisa hanya menengok tiga detik ke arah andre, dan kembali menatap fitri.


"AH... BINATANG ITU SUDAH TAK SAYANG LAGI PADA MU J*LANG ! JADI, JANGAN SALAHKAN AKU YANG MENYAYAT WAJAH MU. "


Raisa pun langsung menyayat wajah fitri dengan sangat cepat, seperti sedang mengiris bawang menggunakan pecahan kanvas di tangan kiri nya.


"Aaaaarhhhhh.. " Teriak fitri karena sakit yang dia rasakan, dan darah yang mulai keluar dari wajah nya membuat rasa sakit nya seperti di gigit ribuan semut merah.


"BERHENTI... APA MAU MU ?? KATAKAN " Teriak andre panik.


"PLAK.... PLAK..... PLAK.... PLAK.... " Raisa kembali menampar fitri, di ruangan itu di penuhi oleh suara tamparan dan ringis kesakitan dari fitri.


Sedangkan andre masih membaca isi surat perceraian dengan keringat dingin, karena mau memastikan segala nya.


"KAU LIHAT J*LANG ? BINATANG ITU TAK PEDULI PADA KESAKITAN MU SEDIKIT PUN, DIA LEBIH FOKUS PADA SURAT CERAI, KARENA TAK MAU MERUGI JIKA MELAKUKAN KESALAHAN. " Kata Raisa sambil membuat wajah nya semakin menyeramkan.


"HEI... DI SURAT CERAI ITU KAMU HANYA PERLU TANDA TANGAN, KARENA AKU TAK MEMINTA HARTA GONO GINI ATAU JAMINAN LAIN NYA SEPERTI PERCERAIAN ORANG LAIN. PAHAM ? " Kata Raisa.


Lalu andre langsung tanda tangan, dan resmi lah sudah mereka bercerai. Tak ada lagi hubungan suami istri yang mengikat ke dua nya, benar benar tak ada lagi !


[Note : Jadi, Raisa sama Andre udah resmi bercerai yaah ! Tanpa harus ke pengadilan, karena author gak tau prosedur nya, takut salah juga. Jadi di judul judul selanjut nya, baru author paparkan kalo memang ada scene kaya gini. Gak apa apa kan ?! ☺]


"Done... Aku sudah tanda tangan, lepaskan fitri.! "


Raisa pun langsung bangun dari posisi jongkok, berjalan ke arah meja, dan mengambil surat cerai nya. Fitri masih terkapar di lantai, karena masih belum bisa menerima kenyataan.

__ADS_1


"KAU LIHAT SAJA, AKAN KU BUAT PERUSAHAAN AYAH MU BANGKRUT TOTAL ! " Ancam andre.


"CABA SAJA, AKAN KU TUNGGU. " Jawab Raisa tak takut sedikit pun.


"DAN.. KAU LIHAT SAJA, AKAN KU BUAT HIDUP MU TAK TENANG MULAI DADI HARI INI. " Ancam balik raisa.


"Kauuu.... "Geram andre mengepal tangan nya.


"DAN KAU WANITA J*LANG.. BUKAN KAH KESEHATAN MU SAAT INI SANGAT BERBEDA DARI DEFINISI ORANG YANG MENDONORKAN GINJAL ? WAJAH MU TAK PUCAT, POKOKNYA TAK ADA GEJALA APAPUN. JANGAN BILANG INI HANYA REKAYASA ?! " Kata raisa sambil mencengkram dagu fitri kuat kuat.


"A... APA... MAKSUD.. MU.? " Tanya Fitri sambil menggertak kan gigi nya.


"ENTAHLAH... BUKAN KAH KAU YANG PALING TAU APA MAKSUD KU ? "


"UUGGGGH.. " Geram fitri.


"CUKUP... JANGAN KETERLALUAN KAMU ! " Teriak andre dan langsung berjalan ke arah Raisa. Seperti akan menampar Raisa.


"Apakah aku tusuk saja pecahan kanvas ini pada perut nya ? " Batin Raisa sambil melihat pecahan kanvas yang ada di lantai.


Namun, saat tangan andre masih berada di udara..


..."BRRAAAAKKK !!! "...


Pintu rumah itu di buka kuat kuat, dan menyita perhatian andre, fitri, dan Raisa.


Dan otomatis, menghentikan tangan andre yang tinggal sepersekian detik saja sudah mendarat sempurna di pipi Raisa.


"LO SENTUH RAISA DI DEPAN GUE... LO MATIIII !! " Teriak Resa dari depan pintu, dengan aura marah yang sangat menakut kan.


Yaah, yang membuka pintu kuat kuat adalah Resa. Resa langsung datang ke rumah andre, saat mendapat pesan dari raisa bahwa dia sedang di pukul oleh andre di dalam rumah.


Seperti nya Raisa sudah menduga hal ini akan terjadi, sehingga mengirim pesan pada Resa saat berada di dalam taxi yang di kemudikan oleh pria tadi.

__ADS_1


__ADS_2