
Dan semua nya tampak sangat baik baik saja.... Hingga saat Aku mengetahui bahwa Aku mengidap penyakit kanker. Aku rasa penyakit kanker ini adalah penyakit turunan, karena Ibu ku juga meninggal karena penyakit ini.
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
...❀...
_________________________________________
...[ LANJUTAN POV RAISA ]...
__ADS_1
Kamu tau Res ? Aku nangis sejadi jadi nya saat Lisa dengan derai air mata mengatakan pada ku bahwa Aku positif mengidap kanker otak stadium akhir. Tanya Lisa Res... Dia bahkan ikutan nagis sejadi jadi nya.. Pulang dari rumah sakit, Aku tuh nangis di tengah jalan Res... Gak ada satu pun orang yang jalan di trotoar pejalan kaki, gak ada kendaraan roda dua maupun roda empat yang lewat. Hanya hujan deras yang nemenin Aku Res... Aku protes sejadi jadi nya sambil natap lagit !
Kenapa harus Aku ? dari semua orang yang hidup di bumi, kenapa harus Aku.? Kenapa harus Aku yang menderita, setelah melewati banyak nya jalanan yang penuh akan semak belukar yang terdapat duri nya ? Kenapa Aku mengidap penyakit ini, di saat saat Aku sudah dekat degan kebahagiaan yaitu hidup bersama dengan Resa ? KENAPA ?? KENAPA ?? KENAPA ????
Aku memerlukan waktu dua hari dua malam untuk menenangkan pikiran ku Res! Sampai Aku mendapat ide, untuk mengukir kebahagiaan bersama Ayah, Silvia, dan juga kamu. Bahkan Aku sampai memesan tukang fotografi untuk mengabadikan momen bersama kalian semua lewat foto.
Biar kalau Aku mati nanti, kalian bisa menjadikan foto Aku sebagai kenangan dan kekuatan untuk terus hidup dan tersenyum. Aku sungguh berpikir bahwa hidup bahagia bersama Mu itu hanya dongeng bagi ku. Sampai kapan pun, dongeng tetap lah dongeng.. Maka dari itu, Aku jadi memiliki ide untuk menulis Diary ini.
Karena Aku tau, Res... Kamu pasti sedang di fase bingung kak ? Kamu pasti lagi mempertanyakan hal yang sama atau bahkan hal yang tak sama. Apakah Aku mencintai Mu atau tidak ? Apakah aku memberi lampu hijau pada mu karena ingin bahagia di waktu yang tersisa sedikit, untuk menggantikan Andre yang tak pernah memberi ku kasih sayang ? Dan banyak pertanyaan serupa....
Oke Aku akan menjawab semua itu Res... Pemikiran Kamu itu salah besar Res.. Aku benar benar mencintai Kamu... Sayang nya, Aku sadar akan perasaan Aku ke kamu, di waktu yang salah.. Sampai disini kamu udah paham kan ? Penjelasan Aku udah sangat memuaskan kan ? Resss.. Kamu udah bisa tidur dengan tenang tanpa perasaan gelisah lagi, kamu udah bisa tersenyum setulus tulus nya sekarang, tak ada yang dapat membuat Mu menjadi kepikiran lagi. Apalagi masalah Aku dan Andre.
Hanya itu aja sih Ress.. Maaf, Aku terlalu jahat dan tidak berperasaan pada Mu. Kata maaf ku tak akan cukup untuk menyembuhkan luka luka yang Aku timbul kan... Res... I love You... I Love You So Much... Entah Aku masih sempat atau tidak mengucapkan kata kata ini pada Mu nanti. Semoga saja Aku masih berkesempatan untuk mengatakan nya.. Jika tidak, baca dan tersenyum lah selebar lebar nya saat membaca pernyataan cinta ku yaah Res. Janji yaah, gak boleh nangis ☺...
...[ LANJUTAN POV RAISA END]...
_________________________________________
"....... " Resa termangu setelah membaca tulisan Raisa dari lembar ke lembar lain nya. Tak ada reaksi khusus yang di timbulkan oleh Resa, hanya saja... Mata Resa mulai mengeluarkan buliran bening berjumlah banyak.
__ADS_1
"Sa... Kalau kamu nyuruh Aku buat tersenyum setelah membaca Diary Mu ini, bukan kah itu permintaan yang sulit ? Mana bisa Aku tersenyum lebar saat tau kenyataan nya hah ? Ugghh... Kamu sungguh wanita berhati dingin Sa... " Rengek Resa lalu perlahan lahan mulai menutup bola mata nya.
" Aku pasti kan kamu akan siuman Sa.. Setelah itu, akan Aku buat Kamu menjadi satu satu nya wanita yang paling bahagia di dunia ini.. " Gumam Resa dan beberapa detik kemudian, Resa langsung terlelap dalam tidur nya.
Tak butuh waktu lama, Resa langsung berada di alam mimpi nya. Seakan beban pikiran yang paling berat telah terlepas sepenuh nya dari Resa, Resa merasa dapat tidur tanpa harus terus memikirkan sesuatu yang dapat menyebab kan otak nya memimpikan mimpi buruk.
* * * *
Lalu, Hari terus berganti.. Senin berpindah ke selasa dan menemui minggu.. Lalu kembali lagi berputar seperti ban motor. Hal yang sama juga terjadi pada bulan, tahun, detik, menit, dan jam. Tak ada yang dapat menghentikan komponen terpenting di dunia ini, hanya bisa terus menerima hal baru yang terjadi di setiap detik yang akan datang dan terlewat kan begitu saja.
...[ Tiga bulan kemudian ]...
Tiga bulan sudah berlalu begitu saja, tanpa ada perubahan sama sekali ! Tak ada perubahan ? Yaah, karena Resa masih tidak menunjuk kan reaksi apapun. Dia tidak kejang kejang, otak nya tidak mengalami kelumpuhan berpikir, dam gejala lain yang di takut kan. Benar benar seperti orang yang tertidur nyenyak.
Memang masih ada beberapa alat yang terpasang di tubuh Raisa, tapi tidak sebanyak waktu selesai di operasi. Sekarang hanya ada layar monitor yang menunjukkan grafik detak jantung, selang infus yang tertancap di tangan kiri, serta O² yang masih terpasang di hidung Raisa.
Hanya tiga alat, memang bukan nya mengutuk Raisa untuk terus hidup seperti ini, tapi dengan berkurangnya alat medis yang tertancap di badan Raisa, menandakan bahwa Raisa sudah mendekati kata sembuh dan akan siuman bukan ? Di amin kan saja...
Surya, Silvia, Lisa, Erna, Dika, bersama Selvi menghabiskan waktu mereka selama satu bulan ini hanya di dua tempat. Yaitu di rumah sakit dan di Vila untuk tidur. Sarapan pagi, Makan siang, makan malam, di lakukan di kantin rumah sakit. Terkecuali dengan Silvia yang jika. sudah tak tahan lagi, langsung memesan makanan pedas dan manis dalam jumlah banyak, dan makan bersama di meja kantin rumah sakit. Sungguh ironi memang.
__ADS_1
Sedangkan Risa menghabiskan waktu nya pada tiga tempat ! Rumah sakit, Vila, Dan yang terakhir kantor cabang keluarga Aditya yang ada di belanda. Bukan nya ingin mengambil alih tanggung jawab yang sudah di berikan pada Resa, tapi Risa mencoba untuk membantu Resa yang sedang kelabakan dalam menangani masalah kantor satu bulan belakang ini.