Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 71.


__ADS_3

".... RES... " Panggil Raisa dengan suara yang seakan semakin mengecil ! Ah, lebih tepat nya seperti mulai tenggelam dan tertelan sesuatu.


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...


...❀...


Mendengar nama nya di panggil, sontak Resa langsung berdiri tegak, memegang wajah Raisa dengan kedua tangan nya, sehingga Raisa hanya perlu menengadah ke atas. Mata Resa tampak tampak sangat memerah.


".. Sa... Please.... " Mohon Resa, seakan menyuruh Raisa untuk tetap kuat.


".... " Raisa tersenyum mendengar semua perkataan Resa kata demi kata, dan itu suatu hal spesial tersendiri karena dapat mendengar suara orang yang di cintai nya, di detik detik terakhir ! Sepertinya...


"I Love You Res... I love You So Much ! " Buliran bening pun keluar dari netra Raisa saat menatap lekat lekat mata Resa. Tak Raisa sangka, dia harus jujur akan perasaan nya di momen yang tidak tepat ini.


"Me to sa... I Really Love You To. Tidak ! Bahkan rasa cinta ku pada mu, lebih besar dari rasa cinta mu ke Aku Sa.. " Resa pun membalas perkataan Raisa, dia mengecup kening Raisa dengan sangat lembut.. Setelah itu Resa menempelkan kening nya di kening Raisa. Mata mereka berdua beradu dalam jarak dekat, bahkan nafas mereka dapat di rasakan satu sama lain.


".. Res... " Panggil Raisa.


"Aku ada di sini Sa. Tepat di depan mata mu, katakan apa saja. Maka akan aku lakukan, tapi tolong, bertahan yaah... " Mohon Resa yang entah sudah ke berapa kali.


"I wana Life... "


"Yaah Aku tau, Aku akan memperjuangkan mu sampai sembuh.. Makanya, kamu juga berjuang yaah... " Resa mulai melepaskan kening nya yang menempel di kening Raisa, agar dia dapat melihat wajah Raisa seutuhnya..


"I wana life But... "


"But ? " Tanya Resa.

__ADS_1


"But I'm Tired.... I'm sleepy.... Is it okay if I sleep ? " ( Terjemahan : Aku lelah.... Aku mengantuk.... Apakah tidak apa-apa jika Aku tidur? )


".... " Resa terdiam dan membelalakkan mata nya, dia seakan tersadar.. Bahwa dia terlalu egois untuk memaksa Raisa tetap bertahan, padahal Raisa sudah sampai ke titik akhir yang dia bisa !


" You did everything to stay awake. I'm so sorry for being selfish ! " ( Terjemahan : Kamu sudah melakukan segalanya untuk tetap terjaga. Maafkan aku yang terlalu egois! )


"...Even if it hurts, I'll let you sleep now. You can sleep now, Raisa ! " (Terjemahan : Bahkan jika itu menyakitkan, aku akan membiarkanmu tidur sekarang. Kamu bisa tidur sekarang, Raisa ! )


Resa merasa apakah dia salah telah berkata demikian ? Apakah perkataan nya menghancurkan perasaan Raisa ? Entahlah, Resa hanya bisa memegang pipi Raisa dengan satu tangan, dan memberikan senyum terbaik padahal netra nya sudah mengeluarkan buliran bening sedikit demi sedikit...


Elektrokardiograf memberikan informasi keadaan detak jantung Raisa yang ditampilkan di layar monitor. Kini ruangan itu hanya di penuhi dengan bunyi dari alat Elektrokardiograf.



...*Tit.... Tit... Tit... Tit... *...



...*Tit.... Tit... Tit... Tit... *...


"Hehehe... Res... Aku jadi ingat sesuatu.. " Di sela situasi yang menegangkan ini, Raisa mengeluarkan perkataan yang sangat berarti di saat seperti ini.


"Hem ? Apa itu ? " Resa tak mau terlalu tampil down di depan Raisa, jadi dia pun menjawab perkataan Raisa dengan penuh rasa penasaran.


"... Dulu... Saat SMA kalo gak salah, ada sebuah video singkat berdurasi 30 detik yang pernah aku lihat. Aku sempat tertegun saat menghayati video itu, terasa sangat kongkrit dan nyata. Setiap perkataan nya sangat masuk akal ! "


"Apakah kamu masih ingat perkataan nya ? Aku juga jadi ikut penasaran.. "


"Hehehe.. Perkataan nya seperti ini.. One day, death asked life. Why does everyone hate me but still love you? Then life answer, because i am a beautiful lie and you are a painful truth. "


( Terjemahan : Suatu hari, kematian bertanya kepada kehidupan. Kenapa semua orang membenciku, dan mencintaimu ? Kehidupan menjawab, Karena aku adalah kebohongan yang indah, dan kamu adalah kebenaran yang menyakitkan. )


"Woww... Perkataan yang menyakitkan tetapi itulah kenyataan nya yaah ! " Dengan raut wajah yang semakin sendu, Resa menjadi lelah untuk menyemangati diri nya. Dia tak mau menyembunyikan perasaan nya lagi.


"Res... Dulu memang aku membenci kematian, karena kematian menghampiri Ibu ku lebih dulu. Namun saat aku melihat video berdurasi singkat itu, aku jadi tidak membenci kematian lagi. Karena di satu sisi dia tak salah, aku yang kurang berpengetahuan dan kurang dewasa... "


"Tapi Sa.... Kematian belum bisa menghampiri kamu.. Percaya sama aku, kita sama sama berharap dan kuat menghadapi ini... "

__ADS_1


Kini Resa hanya memegang pipi Raisa, dan memperhatikan wajah Raisa yang padahal sedang pucat pasih tapi tetap nampak paras cantik nya.


...".... Res.... Thanks..."...


...*Tit... Tit... Tiiiitt....... *...



Layar monitor yang sedari tadi menampakkan detak jantung Raisa dengan garis naik turun, kini mulai menampakkan satu garis lurus saja dengan bunyi irama yang semakin menusuk tajam pendengaran Resa.


"Saa... Saa?? Saaa ???? SAAAAA..... RAISA PUTRI... " Teriak Resa dengan panik dan suara yang lantang. Buliran bening mulai membasahi wajah nya.


"Dokter... DOKTER.... DDOOKKKTERRRR " Teriak Resa sambil menekan tombol panggil darurat di rel ranjang pasien.


...*BRAAKK.. *...


Pintu yang di dobrak oleh Andre, karena Andre mendengar suara Resa yang berteriak. Andre berpikir bahwa Resa pasti sedang frustasi membujuk Raisa agar tidak bertemu dengan Andre, tapi nyata nya... Andre malah melihat Raisa yang kini sudah memejamkan mata.


Selang beberapa detik kemudian, Dokter Doni sudah masuk ke dalam ruangan pasien yang di tempati oleh Raisa.


"APA YANG KAU LAKUKAN PADA RAISA ?? KENAPA KAU TIDAK MENGIZINKAN AKU MASUK DAN BERTEMU DENGAN NYA ? KAU PASTI SENGAJA KAN ????? " Teriak Andre sambil mencengkram kerah baju Resa.


Resa yang pikiran nya makin kacau pun sudah tak bisa mengontrol emosi nya, dan Resa pun angkat bicara sambil balas memegang kerah baju Andre keras keras.


"LO PIKIR RAISA MAU KETEMU SAMA LO BEDEBAH SIALAN ?? RAISA BAHKAN TAK MENYEBUT NAMA MU DAN MENGGANTI NAMA PANGGILAN MU MENJADI BEDEBAH ! KAU PIKIR AKU AKAN MEMBIARKAN MU MASUK DAN MEMBUAT KONDISI RAISA MEMBURUK ???? "


"TAPI APA YANG KAMU LINDUNGI HAA ?? RAISA UDAH KAYA GITU, RAISA UDAH GAK BERNYAWA LAGI... MONITOR DETAK JANTUNG NYA UDAH GAK BERGERAK LAGI.... KAMU YANG MEMBUAT AKU TAK BISA BERKATA DI SAAT SAAT TERAKHIR NYA, AKU HANYA INGIN RAISA TAU BAHWA AKU MENCINTAI NYA... AKU UDAH MENYESAL DENGAN SEMUA PERBUATAN KU... "


...*BUUUUKKKKK*...


Resa meninju Andre cukup keras, sampai Andre tersungkur jauh di lantai. Lalu Resa berjalan mendekat ke arah Andre, dan meremas kerah baju nya lagi.


"LO PIKIR DENGAN LO YANG UDAH SADAR DAN MENYESAL DAPAT MEMBUAT RAISA HIDUP LAGI ?? LO PIKIR DENGAN CINTA LO YANG TIDAK SEBERAPA ITU DAPAT MENGHIDUPKAN RAISA LAGI ?? HAAAH ???? JAWAB BANGS*AAATTT !! "


"GUE.... GUEEE... UUGGHH, KENAPA SEKARANG KAMU BERUSAHA MENJATUHKAN AKU ? APAKAH KAU TAKUT JIKA BANYAK ORANG YANG AKAN KECEWA PADA MU JIKA RAISA MATI DI HADAPAN MU ???? "


"JANGAN LARI DARI PEMBICARAAN DASAR PENGECUT ! "

__ADS_1


__ADS_2