Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 115.


__ADS_3

"Astaga.. Kenapa Aku memiliki perasaan bahwa masalah Silvia kali ini sangat rumit ? Dia merupakan Adik kandung dari Resa, tapi kenapa dia meminta tolong pada Lusi dan Aku di saat dia hamil dulu ? Apakah ada masalah yang lain Noa ? " Tanya Nando yang merasa bahwa pasti ada sesuatu yang terjadi pada Silvia.


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...


...❀...


"Untuk saat ini Aku rasa Kamu tak usah mencari tahu tentang Silvia dulu. Karena Aku juga sangat menantikan penjelasan yang terpotong karena Kamu tak tau bahwa Resa memiliki seorang adik. " Jawab Noa yang tak mau menunda lagi penjelasan tentang masalah Nando, karena latar belakang Silvia bisa di ceritakan nanti nanti.

__ADS_1


"Ah baiklah.. Lalu karena Silvia bilang keluarga Nya tak boleh tau bahwa Dia sedang hamil, mengharuskan Silvia ikut bersama Aku dan Lusi ke luar negeri. Dengan alasan, Silvia sedang keluar negeri karena pertukaran pelajar selama satu tahun. Dan Aku bersama Lusi berniat membantu Silvia dengan menjadikan anak nya sebagai anak Kami jika sudah lahiran nanti. Walaupun sudah seperti itu, masa kehamilan Silvia di penuhi dengan banyak tekanan dari diri nya sendiri. "


"Dia terlalu takut hamil tanpa dukungan dari keluarga asli nya, mungkin ada juga beberapa alasan yang membuat nya selalu merasa tak tenang. Alhasil, Silvia melahirkan secara normal, karena itu memang sudah seharusnya. Akan sangat susah jika mencari alasan lain pada keluarga nya, karena Silvia tiba tiba punya jahitan di perut nya. Lalu mungkin karena terlalu frustasi, payudara Silvia tak bisa menghasilkan ASI. Maka Brayen sejak kecil pun mendapatkan ASI dari buatan toko. "


"Haah.. Setelah itu Aku dan Lusi pulang ke rumah dengan menggendong Brayen, Ayah Ibu Ku tak bisa menolak Lusi lagi, dan bahkan meloncat kegirangan karena mendapatkan cucu laki laki ! Aku dan Lusi pun menikah, dan tinggal bersama ke dua orang tua Ku karena kemauan semua pihak. Sejak saat itu, Silvia selalu datang ke rumah Ku dan Lusi. Ayah dan Ibu Ku tak khawatir Silvia akan menggoda Ku karena Silvia selalu bersikap layak nya seorang anak kecil yang polos di hadapan ke dua orang tua Ku. Lalu untuk selebihnya, hal yang baik terus terjadi hingga satu minggu yang lalu. Brayen mimisan dan Aku bersama Lusi membawa nya ke rumah sakit, Ayah dan Ibu Ku tak ada yang tau, karena saat Brayen mimisan, adalah saat di mana Aku dan Lusi memang sedang berlibur bersama Brayen di Villa dekat air terjun. "


"Kami bertiga yang saat itu sedang tertawa bersama langsung di buat panik karena Brayen yang tiba tiba mimisan dan menangis. Walaupun Aku dan Lusi bukan orang tua kandung dari Brayen, tapi Kami sudah terlanjur menyayangi dia seperti anak sendiri. Lalu tiga hari setelah di bawa masuk ke dalam rumah sakit, Brayen di nyatakan mengidap penyakit Leukimia. Kami memang ingin menjalan kan kemoterapi untuk Brayen, tapi di satu sisi Kami bertiga takut jika setelah kemoterapi kondisi Brayen semakin menurun. Lalu, kami bertiga di landa rasa cemas selama empat hari demi mencari jalan keluar. Dan saat itu juga Aku mendengar Raisa sudah siuman karena diri Mu, lalu Aku berpikir bisa jadi Kami menyembuhkan Brayen kan ? Tanpa berpikir bahwa diri Mu dan Silvia sudah mengenal. "


"Tapi yang mengganjal pikiran Ku sedari tadi, kalau Silvia kenal baik dengan Mu, bukan kah Dia harus nya sudah menghubungi Mu sejak mengetahui penyakit Brayen ? Atau, kalian berdua punya masalah satu sama lain ? " Tanya Nando yang sudah selesai menjelaskan yang dia tau.


"Haahh.. Aku tak tau ada masalah apa antara diri Ku dan diri Nya. Inti nya, saat ini Aku akan menjalan kan kemoterapi untuk Brayen. Karena jika kalian tak tau siapa Ayah kandung dari Brayen, maka Aku tak bisa menyarankan untuk menjalan kan operasi donor sumsum tulang belakang, yang jika di lakukan akan membuat kemungkinan Leukimia pada Brayen dapat kambuh sangat tipis. " Ujat Noa akhir nya.


"Baiklah.. Untuk saat ini masalah tentang Brayen dan orang tau kandung nya Kita pending dulu. Karena Aku juga harus berdiskusi dengan- "


...*Drrrrttr.... Drrrrttr.... * Getaran Ponsel Noa membuat Noa tak bisa melanjutkan perkataan nya, dan memilih untuk menjawab panggilan telepon itu. Apalagi yang menelfon nya adalah Resa. ...


"Apa sih Res ??? " Tanya Noa kesal, karena Resa menelfon nya di Timing yang tidak tepat.

__ADS_1


"Oi Noa .. Kamu ada di indonesia saat ini kan ? Kenapa tidak memberitahu Ku ? Kan Aku bisa mengijinkan diri Mu untuk naik jet pribadi Ku kan ? " Kata Resa dari seberang sana.


"Apa urusan Mu Aku berada di Indonesia atau tidak hah ? Lebih baik kamu cepat nikahin Raisa sana, Kamu sangat mengganggu waktu Ku Res ! " Cetus Noa yang seperti nya masih sangat kesal akan perbuatan Resa dan Raisa sebelum meninggalkan Ruang rawat di Belanda. Sungguh pendendam Si Noa ini.


"Hei, Aku menelfon Mu karena keinginan Dokter Vinsen tau.. Kamu pikir Aku tidak ada kerjaan lain jadi harus mengerjai Mu ? Keterlaluan sekali kepercayaan diri Mu itu ! "


"Si Dokter Guru nitip pesan apa ke Kamu sih ? Kalau tidak penting, Aku akan memutilasi Mu hidup hidup Res ! " Ancam Noa.


"Dasar tak tau malu. Dokter Vinsen minta tolong pada Ku untuk memberikan Mu satu mobil Ku. Tapi jika Kamu merasa terganggu dengan telepon masuk dari diri Ku, sebaik nya Kamu membeli mobil sendiri saja di sini. Lalu Aku akan memberitahu pada Dokter Vinsen bahwa Kamu yang kekeh menolak pemberian mobil dari Ku. Huh, itu saja. Ah sebagai tambahan, Aku akan membuat Mu sulit menemukan mobil bagus yang harganya mahal maupun murah. Camkan itu ! Silahkan menikmati hari hari Mu dengan naik Taxi atau ojek online. By!! "


Resa pun secara sungguhan langsung mematikan sambungan telepon, menyisakan Noa yang sedang menahan keinginan untuk berteriak karena ada nya si kecil Brayen.


"Wow.. Sekarang Aku menjadi yakin bahwa Kamu dan Resa memang sahabat yang sudah sangat dekat satu sama lain ! " Ucap Nando sambil menepuk tangan dengan tempo yang pelan dan mata terkagum kagum.


"Memang apa yang akan terjadi kalau Kamu yakin ? Yang ada, Aku makin kesal di buat Resa ! " Ucap Noa seperti berbisik, karena sedang menahan emosi saat ini.


...*Drrrttt... Drrrttt... *...

__ADS_1


Lalu saat Noa sedang marah marah, Kini handphone nya kembali berdering lagi. Dan hal itu barhasil membuat emosi nya tiba di puncak tertinggi.


__ADS_2