Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 78.


__ADS_3

"Aku percayakan keselamatan Raisa pada Mu, Noa... "


"Em... " Jawab Noa lalu memberi kode pada kelima suster yang ada di depan pintu untuk masuk dan melepaskan alat alat medis yang ada pada tubuh Raisa.


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...


...❀...


Resa menyaksikan bagaimana para suster suster melepaskan alat alat medis dari tubuh Raisa dengan sangat hati hati tapi terlihat lincah dan ulet. Jelas, Suster wanita mana yang tidak mau, menunjukkan skil mereka di depan Noa, seorang Dokter Genius yang sangat ahli di bidang kedokteran, dan juga memiliki paras yang tampa ? Sikap Noa yang ceria dan humbel, membuat dia cepat akrap dengan lawan bicara, dan daya tarik yang menjadi keunggulan nya adalah... Noa terlihat lebih dan lebih tampan saat sedang mengoperasi pasien.


Wajah nya yang tertutup masker, dan sorot mata nya yang sangat serius membuat para suster dan Doker wanita lain nya rela tidak di nayar demi bisa membantu Noa saat menjalan kan suatu operasi. Dan dari semua hal itu, tak ada yang tidak di ketahui oleh Noa. Tapi tidak terbesit sebuah pikiran di benak nya, untuk menjadi sombong dan bermain main dengan wanita lain.


* *


...[ Tiga menit kemudian ]...


"Kami sudah selesai Dokter Noa.. " Ucap kelima suster wanita secara bersamaan.

__ADS_1


"Bagus... Sekarang bawa Dia ke ruang operasi. " Perintah Noa yang terlihat sangat profesional di situasi yang serius ini.


Para suster langsung mengangguk patuh dan mendorong ranjang pasien ke arah pintu. Resa menyaksikan dengan seksama kepergian Raisa. Sungguh Dia tak tau harus bereaksi seperti apa lagi.


Ranjang pasien dan ke lima suster sudah tidak terlihat lagi, menyisakan Noa dan Resa di dalam ruangan.


"Apakah Aku memberitahu kejanggalan Silvia pada Resa ? Dia selaku Kaka kandung nya harus tau bukan ? Tapi melihat kondisi Resa yang sedang kacau ini, lebih baik di pending dulu saja deh. Lagian, saat ini ada masalah lain yang harus di tangani bukan ? " Batin Noa yang sedang mempertimbangkan segala nya, padahal dia jarang memiliki niat untuk memikirkan apalagi mencampuri urusan orang lain.


"Noa ? Kenapa bengong ? Ada masalah apa ? " Karena melihat Noa yang masih berdiri mematung dan tidak berjalan ke ruang operasi, membuat Resa berpikir mungkin saja ada hal mendesak dan darurat lain nya yang harus di kerjakan.


"Ah.. Maaf, Aku malah melamun ! Ayo kita ke ruangan operasi... " Ajak Noa yang langsung membalikkan badan nya.


Resa langsung berjalan dan menyamai langkah kaki nya dengan Noa, dan Resa memilik untuk angkat bicara . " Kamu tidak sedang memikirkan Wanita selain Raisa kan Noa ? "


"...... " Butuh waktu beberapa detik baru Noa dapat menganalisa perkataan Resa.


"A.. Apa maksud Mu ?? " Wajah Noa memerah walaupun tak terlihat karena tertutup Masker.


" A.. Apa ??? Tunggu dulu, jangan bilang anak ini sampai sekarang belum sadar jika yang aku katakan di dalam mobil itu hanya gertakan dan candaan saja ? Ah, tunggu.. Apakah Aku sudah menjelaskan pada nya bahwa Aku sudah melepaskan Raisa untuk menjadi milik nya ? Aiiissshh, Seperti nya harus Aku jelaskan saat selesai operasi nanti.. "Batin Noa yang merasa sock bahwa Resa menganggap percakapan waktu itu dengan sangat serius sampai detik ini.


Tapi siapa juga yang tidak akan percaya jika kata kata seperti itu di lantunkan dari mulut orang yang pernah sama sama memperebutkan Raisa waktu sekolah dulu kan ?


"E... Em... " Untuk saat ini, Noa merasa bahwa berdehem sebagai jawaban adalah pilihan yang terbaik.


* * *


Setelah itu, Noa dan Resa tiba di depan Ruang Operasi. Tiga Profesor yang sudah sangat kenal dengan Noa sudah menunggu bersama dengan Risa dan yang lain nya kecuali Silvia yang belum kembali dari Mini market sampai detik ini.

__ADS_1


Noa menyadari bahwa Silvia belum ada, dan memutuskan untuk bertanya, " Apakah Silvia belum pulang dari mini market ? "


"Ah belum.. Seperti nya akan sangat lama, karena anak itu pasti nya berjalan kaki. Kan hanya berjarak 300 meter dari sini. " Jawab Risa yang mengetahui kebiasaan Silvia yang jarang menggunakan mobil jika jarak yang ditempuh tidak sampai satu atau lebih kilometer.


"Kenapa jalan kaki ? Dia kan belum terlalu mengenal jalan yang ada di sini ! " Cetus Noa yang entah kenapa merasa khawatir.


"Silvia itu jalan kaki bukan karena alasan yang tidak jelas kok. Dia pasti sengaja jalan kaki, biar bisa makan banyak Snack sepanjang jalan. Itu sudah menjadi satu kebiasaan nya yang tidak bisa di ubah ! " Sambung Selvi yang juga mengetahui sikap sang putri bungsu nya.


"Mereka semua seakan sudah sangat amat mengenal Silvia sampai ke sudut sudut terkecil, tapi kenapa Aku merasa bahwa tak ada yang tau perubahan ekspresi Silvia tadi ? Haiiisss... " Batin Noa merasakan kejanggalan dan tak bisa berpikir di mana letak kesalahan atau muara permasalahan Silvia hingga jadi seperti tadi.


"Dokter Noa ? " Panggil salah satu profesor dan berhasil membuyarkan lamunan Noa.


"Ah, Iya?? " Karena sempat kaget, Noa langsung bertanya. mengikuti insting nya.


"Kalau Anda kurang enak badan, Saya sarankan agar lebih baik Anda beristirahat saja. Karena selama tiga bulan ini, Anda hanya menghabiskan waktu Anda di dalam lap untuk meneliti sel kanker ini. Walaupun Anda sangat berhak melaksanakan operasi pengangkatan sel kanker otak untuk pertama kali, karena ini adalah formula yang anda Cetuskan... Tapi konsentrasi yang tinggi adalah kunci utama dari bagian operasi ini Dokter Noa. " Jelas salah serong profesor lain nya.


"Tidak ! Bukan masalah besar yang harus di permasalahkan kok. Terimakasih sudah khawatir pada Saya, jadi lebih baik kita masuk sekarang. Lebih cepat lebih baik bukan ? "


Lalu Noa dan ke tiga Profesor pun masuk ke dalam ruang operasi, meninggalkan Resa sekeluarga yang mulai tegang dan ikut panik. Karena operasi pengangkatan sel kanker yang ada di kepala Raisa, mengharuskan Para Dokter membelah kepala Raisa bukan ?


* * *


Operasi pengangkatan Sel kanker yang ada di kepala Raisa berlangsung cukup lancar tanpa ada kendala ataupun gangguan sedikit pun, tapi tidak lepas dari doa yang di panjatkan oleh keluarga dan kenalan Raisa, karena merasa khawatir dam tak mau kehilangan Raisa.


...[ Tiga jam kemudian ]...


...*Klek* Pintu yang di buka....

__ADS_1


Tampak Noa dan ke tiga Profesor yang lain nya keluar dari dalam ruangan operasi dengan sarung tangan yang masih tampak noda dara. Mereka berempat langsung membuang sarung tangan mereka ke dalam kotak sampah, beserta masker, jubah operasi, dan penutup kepala.


"Tidak usah menatap Aku dengan tatapan tegang begitu dong, tenang saja... Operasi pengangkatan sel kanker nya dapat berjalan dengan sangat lancar. " Ujar Noa yang kini menatap semua orang yang ada di koridor dengan senyum bangga karena berhasil melakukan semua nya tanpa gangguan. Namun kening nya langsung berkerut kembali, saat netra nya belum melihat kehadiran Silvia juga.


__ADS_2