Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 140.


__ADS_3

Suhu di sekeliling rumah sakit tampak adem karena masih terdapat banuak tumbuhan, terlebih khusus nya pohon besar. Lalu di tengah suasana yang adem itu, terdpat seorang gadis yang berlari menuju taman belakang rumah sakit.


"Haahh... Haahh.. Haahhh.." Nafas Silvia yang menderu tak beraturan, karena baru berhenti setelah berlari cukup lama.


Di depan mata nya, di bawah pohon yang rindang, di sana terdapat Resa yang sedang duduk di kursi panjang berwarna putih. Tampak di sana tatapan mata nya kosong, menandakan diri nya sedang berpacu dengan pemikiran nya sendiri, sampai lupa keadaan sekitar.


"Apa yang akan Papa katakan ? Respon apa yang akan Mama berikan ? Siapa yang akan di salah kan ? Apakah menyalahkan diri Ku saja, akan membuat Papa dan Mama meredam emosi nya ? Apakah bisa Papa dan Mama hanya memarahi ku seorang ? Apa yang akan Aku lakukan jika Papa dan Mama memberikan keputusan yang sangat kejam pada Silvia ? Apakah Aku masih dapat melindungi nya ? Tunggu, apakah Aku pernah melindungi Silvia ? Jika Aku melindungi nya, tak mungkin kejadian seperti ini akan terjadi. Lalu.. Apakah Aku masih bisa di panggil Kaka oleh Silvia ? Apakah, semua nya dapat di selesaikan dengan tuntas, dan dapat kembali seperti semula ? Apakah keinginan Ku hanya angan angan ? Apa ini yang di maksud dengan penyesalan ? Aku-

__ADS_1


"KAKKK RESAAAA!!!!"


Teriakan dari seseorang menyadarkan Resa. Apalagi suara yang memanggilnya sangat tak asing di pendengaran nya. Resa yang membuat pandangan mata nya menjadi lebih jelas pun langsung terbelalak saat melihat Silvia sedang memasang wajah cemberut di hadapan nya.


"Kamu.. Benar Silvia kan ?" Kata Resa sambil beberapa kali mengedipkan mata nya, ingin memastikan apakah yang dia lihat saat ini bagian dari kenyataan, atau hanya khayalan yang di buat oleh alam bawa sadar nya.


Kesal nya Silvia saat ini bukan karena masalah berat, tapi karena masalah sepele. Masalah itu adalah...

__ADS_1


"KAK RESA TAU GAK UDAH BERAPA KALI SILVIA TERIAK MANGGIL NAMA KAKA ? NAMA LENGKAP, NAMA PANGGILAN, NAMA PANGGILAN MASA KECIL, SEMUA NYA.. KENAPA KAK RESA GAK NYAUT SIH ? LAGI MIKIRIN APA ? SEBENARNYA KAK RESA TU BENERAN GAK DENGAR ATAU PURA PURA GAK DENGAR HAH ? SUARA SILVIA SAMPE UDAH SERAK KAYA GINI, TAPI KAK RESA BARU NGEH WAKTU SILVIA PANGGIL KAK RESA DENGAN SUARA KECIL. HAAHH, KOK SILVIA LEBIH CAPEK PAS NGEJELASIN SIH ?"


Silvia yang sedari tadi menberikan penjelasan tanpa di minta pun akhir nya merasa aneh sendiri. Karena diri nya seperti lebih lelah dalam menjelaskan, dari pada saat berlari ke arah belakang rumah sakit.


Melihat sikap Silvia yang seakan kembali saat sebelum Resa mengetahui hal yang terjadi, membuat Resa berpikir, bahwa seperti nya kekhawatiran nya terlalu berlebihan. Seperti nya, masih ada harapan dan masih ada peluang yang cukup besar, untuk memperbaiki semua nya. Resa pun menampakkan senyum, karena akhir nya diri nya mendapati kembali pikiran nya yang rasional, dan bukan tersejebak pada penyesalan yang tak ada gunanya.


"Jadi, apakah kita berdua harus berbicara empat mata ?" Kata Rssa melihat ke sekeliling, dan sadar bahwa Raisa tsk ada.

__ADS_1


Dengan kata lain, Resa sudah paham bahwa Raisa ingin agar diri nya menyelesaikan masalah kali ini, hari ini juga.


__ADS_2