Cinta Dan Ajalku

Cinta Dan Ajalku
Part 82


__ADS_3

"Coba Kak Noa berpikir, apakah Aku terlihat mabuk setelah meminum sembilan botol bir ini ? " Tanya Silvia sambil menatap Noa dengan satu alis yang di naikkan.


...❀...


...❀...


...❀...



...❀...


...❀...


...❀...


"Aku... Tak tau .. " Jawab Noa.


"Ah jelas... Kak Noa kan baru saja menjalankan Operasi selama tiga jam kan ? Kak Noa seharusnya istirahat, bukan mengganggu waktu ku ! "


"Sil... Kamu pasti kesambet sesuatu kan ? "


"Hem ?? Hahahha... Hahhaha... Hahha.. " Silvia tertawa sekencang kencang nya, sambil memegang perut nya yang sakit karena tertawa Silvia berucap "Kak Noa, biar aku kasih tau.. Karena aku tau Kak Noa pasti lelah banget jadi gak bisa berpikir secara logika ! Aku bukan anak kecil yang pemikiran nya di penuhi oleh bunga bunga indah bak di rumah kaca. 10 botol bir yang Aku beli ini berkadar rendah alkohol bagi ku. Aku sebenarnya ingin membeli Bir dengan kadar alkohol yang tinggi ! Sayang nya, Aku baru sembuh dari keram perut ku. Gak baik buat lambung kalau Aku meminum Alkohol seperti biasa nya. "


Raut wajah Silvia sangat serius, sampai sampai tak dapat muncul pemikiran dalam benak Noa bahwa ini hanya candaan atau Prank.


Noa langsung menangkup dagu Silvia lebih keras dari sebelum nya, pandangan mereka berdua beradu dengan sangat tajam nya. Noa semakin mendekatkan wajah nya ke arah wajah Silvia, saking dekat nya mereka, mereka berdua dapat merasakan nafas mereka yang berhembus satu sama lain. Dan hal ini tentu merupakan suatu bencana untuk Silvia, karena dada nya mulai bergemuruh seperti ada Tsunami di dalam nya.

__ADS_1


"Jika kamu tau keram perut mu akan kambuh saat meminum alkohol, kenapa kamu menghabiskan hampir 10 botol bir hah ? "


Pandangan wajah Silvia terlihat sangat kalem, sehingga Noa pun mulai merasa apakah diri nya sudah tidak semenarik itu ? Tapi fakta nya, Silvia sedang mengontrol dan menekan diri nya sekuat tenaga. Silvia bernafas dengan normal dan balas menatap Netra hitam pekat milik Noa karena memang tak bisa melihat ke arah lain, lalu Silvia menjawab " Karena Aku ingin ! "


"Bukan kah sama saja sembilan botol bir yang kadar alkohol nya sedang akan setara dengan satu botol bir dengan kadar alkohol yang tinggi ? "


Silvia menampakkan Smirk di wajah nya, dan itu terlihat jelas di mata Noa.


"Aku lupa memberitahu Kak Noa - Ah, bukan lupa memberitahu... Tapi karena tak ingin ada yang tau aja sih. Kak Noa... Aku akan mengalami keram perut, jika meminum sepuluh botol bir dengan kadar alkohol yang tinggi. Sampai sini paham ? "


"KAMU SUNGGUH INGIN MEMBUAT KU MARAH YAAH SILVIA ? KENAPA KAMU BERUBAH ? DIMANA SILVIA YANG SELAMA INI AKU KENAL ? " Nada suara Noa sudah mulai tak stabil.


"KEMANA SILVIA YANG SELAMA INI KAK NOA KENAL ? CIH ! " Silvia mengulang perkataan Noa sambil memutar bola mata nya . Dia sangat malas dengan situasi ini tapi tak bisa kemana mana karena rengkuhan Noa yang tak bisa di tandingi dengan kekuatan tubuh nya.


"Bukankah Silvia yang Kak Noa maksud, sudah mati saat Dia baru saja berusia 17 tahun karena ulah Kak Noa sendiri ? " Gumam Silvia dengan suara yang bahkan lebih kecil dari suara berbisik.


"Silvia yang Kak Noa maksud itu hanya berlaku bagi keluarga ku dan Kak Raisa bersama Om Surya. Adapun Kak Erna dan Dika, tapi entahlah dengan kak Lisa. Dari semua kemungkinan, Silvia yang dulu tak akan pernah tampil dan di perlihatkan untuk Kak Noa sedikit pun ! " Jelas Silvia dengan sangat tegas dan seakan punya dendam tersendiri, lewat makna tersirat dari pantulan netra nya.


Noa terdiam ! Dia merasa bahwa seperti nya dia punya kesalahan besar pada Silvia, tapi tak tau pada bagian yang mana ! Tapi entah kenapa Noa merasa diri nya benar benar tak berguna karena tak bisa mengerti akan lawan bicara nya saat ini. Pikiran nya Bleng, dan tanpa sadar Noa mendekatkan bibir nya ke arah bibir Silvia.


...*Cup*...


Saat kelopak mata nya terbuka, Noa melihat bahwa yang dia kecup bukanlah bibir Silvia, tapi punggung tangan yang Silvia gunakan untuk menutup mulut nya saat melihat gerak gerik Noa yang tidak beres.


"If you touch my lips, you're die " Peringatan Silvia dengan Netra nya sudah mulai berair, tapi dengan wajah yang marah besar.


Karena melihat Silvia yang menangis, seakan membawa kembali kewarasan Noa yang hilang atau tak berfungsi sama sekali beberapa saat yang lalu.

__ADS_1


"Hah ?! " Kaget Noa.


"Sil.. Silvia.. Aku minta maaf, tadi di luar alam sadar ku ! " Jelas Noa yang kelabakan dan mulai menyeka air mata Silvia yang berguguran di atas pipi dengan tangan nya.


"Dont Touch me ! " Kata Silvia sambil menepis tangan Noa yang sedang berusaha menyeka setiap air mata nya.


"Sil... Silvia... Maaf.. Sungguh, seperti yang Aku katakan tadi.. Itu.. Itu dapat terjadi di luar alam bawah sadar ku ! "


Mendengar penjelasan Noa, membuat Silvia menyunggingkan senyum masam pada wajah nya, sambil berkata " Yaah.. Selalu seperti ini.. Kalau itu Kak Noa, Aku rasa itu bukan alasan yang baru lagi." Kemudian Silvia mengambil tas kecil nya yang ada di dekat botol bir yang sudah kosong, memakai nya dan berjalan meninggalkan Noa yang masih tenggelam pada lautan pikiran nya karena jawaban yang di lontarkan oleh Silvia sedari tadi pasti memiliki maksud lain.


Noa ingin mengejar Silvia, tapi dia takut Silvia semakin membenci nya. Bahkan Permasalahan awal antara Noa dan Silvia saja tidak di ketahui oleh Noa.


* * *


...[ lima menit kemudian ]...


Silvia sudah sampai di gerbang yang menjadi satu satu nya pintu keluar dari pantai yang luas itu. Sambil menyodorkan uang 100 ribu pada seorang petugas yang saat ini memegang sapu, Silvia meminta tolong agar botol botol bir kosong yang ada di atas batu di kumpul dan di buang. Karena tadi ada satu dua hal yang terjadi, dan membuat Silvia tak bisa membersihkan sampah yang di hasilkan oleh diri nya sendiri.


Karena takut akan terjadi berbagai hal yang bersumber dari botol bir yang bisa menjadi serpihan kaca tajam maupun memantulkan cahaya matahari yang dapat menyebabkan kebakaran.


Silvia meminta tolong dengan sangat hormat dan memberikan 100 ribu karena orang yang bertugas adalah seorang wanita lansia yang sudah terdapat banyak keriput di wajah nya. Sebenar nya Silvia ingin memberi lebih, sayang uang tunai yang ada di tas nya tak ada. Hanya ada kartu Black Card saja.


"Maaf karena hanya ini yang bisa saya kasih Nek ! " Sambil menunduk dan berusaha menyembunyikan wajah nya yang sembab.


"Tak apa Nak.. Inti nya itu Niat kamu ! " Jawab si Nenek sambil mengusap kepala Silvia yang menunduk itu.


[ Note : Mon maap ye, Author gak bisa up lima episode di pagi hari. Entar sore dua episodenya menyusul yaah ! Author capek bener dah, acara di rumah tu benar benar ke kerja Rodi karena kerja sendiri. Banyak sih sepupu dan keluarga yang datang, masalah nya... Mereka hanya jadi penonton dengan banyak bacot aja, jadi rada emosi di kepala 😒. Dikira gue t4 curahan hati mereka apa 🙄 ! Udah info nya itu aja, entar sore pasti up kok❤ ! LoveYouEveryone❤❤ ]

__ADS_1


__ADS_2